excellent act of amitabh bachchan

Amitabh Bachchan adalah nama yang sudah melegenda di sinema Hindi. Siapa yang tidak mengenalnya? Film-filmnya baik di masa dulu ataupun sekarang merupakan film yang mampu membesarkan namanya di industri film Hindi. Peran yang ia mainkan dalam setiap film memberikan kesan yang mendalam bagi penontonnya. Sampai-sampai di era 1970-an, Amitabh Bachchan dikenal dengan julukan “Angry Young Man”. Perannya yang sering terlihat sebagai sosok muda yang heroik dan penuh aksi di masa lalu menjadikannya banyak yang mengidolakannya.

Kini, walaupun sudah melewati kejayaannya di masa muda, Amitabh Bachchan tetap menjadi legenda dan ia terus mempertahankannya dengan baik. Ia masih aktif berperan pada film-film di masa kini dan citranya sebagai legenda sinema Hindi masih membekas di hati para penontonnya. Kalau dulu di masa mudanya dikenal dengan jago akting yang membutuhkan aksi laga pertempuran dan semacamnya, di masa tuanya ia memilih film-film yang menunjukkan kualitas aktingnya dalam mendalami peran.

Kematangan dan pemilihan yang lebih selektif pada peran-peran yang hendak Amitabh Bachchan lakoni tampak terlihat pada film-filmnya era 2000-an. Ada tiga film yang menurut saya sangat menunjukkan kualitas yang prima dari akting Amitabh Bachchan. Ketiga film itu adalah “Black” di tahun 2005, “Bhoothnath” di tahun 2008, dan “Paa” di tahun 2009. Ketiga film ini menjadikannya sebagai tokoh utama dan dari ketiganya pula mendapat pengakuan penghargaan sebagai aktor terbaik dari berbagai ajang festival film sinema Hindi.

Black – Eccentric Passionate Teacher Who Lost His Memory

blackSanjay Leela Bhansali selalu dapat mengerahkan kemampuan akting terbaik tokoh utama dalam filmnya. Tak terkecuali untuk Amitabh Bachchan yang memerankan Debraj Sahai dalam film “Black”. Pada film ini, Debraj Sahai digambarkan sebagai sosok yang begitu bersemangat membantu anak yang buta tuli bernama Michelle McNally (diperankan oleh Rani Mukherjee) untuk mengenal dunia yang lebih luas dengan cara-caranya yang eksentrik. Sekilas tokoh satu ini begitu mirip dengan tokoh terkenal Anne Sullivan, guru Helen Keller, namun kisah pada film “Black” ini berbeda dari kisah tersebut. Kisah film ini jauh lebih kompleks dengan adanya pergolakan emosi perasaan yang intens di antara guru dan muridnya.

Kemampuan akting Amitabh Bachchan tampak sangat memukau dan meyakinkan saat tokoh yang diperankannya mengalami penyakit Alzheimer. Debraj yang sebelumnya digambarkan begitu semangat berubah menjadi sosok tua yang ingatannya mengalami gangguan. Perubahan drastis penampilannya, raut mukanya, dan gestur tubuhnya sangat jelas menggambarkan bagaimana menderitanya seorang pengidap Alzheimer yang akut. Pada bagian akhir dari film “Black” ini, adegan saat Michelle memberitahukan kelulusannya sebagai wisudawati dan Debraj yang perlahan kembali teringat akan memori Michelle begitu mengharukan. Siapa pun yang menonton film ini, khususnya pada adegan ini, akan menyatakan bahwa akting Amitabh Bachchan ini tak bisa dimainkan dengan lebih baik lagi oleh siapa pun. Hanya Amitabh Bachchan dengan performanya itulah yang bisa memerankannya.

Paa – Abnormal Kid Who Uniting His Parent Again

paaPada saat release dari salah satu film Amitabh Bachchan, yaitu “Paa”, banyak yang menjadikannya sorotan karena keistimewaannya yang jarang ada pada film Hindi lainnya. Film ini menjadi perbincangan waktu itu karena Amitabh Bachchan berperan bersama anak kandungnya sendiri yang juga aktor, yaitu Abhishek Bachchan. Ayah-anak berperan dalam satu film sebenarnya sudah biasa di sinema Hindi, tetapi pada film “Paa” ini yang menjadikannya lebih istimewa karena pada film ini Amitabh dan Abhishek bertukar peran dari hubungan ayah-anak mereka. Film ini menceritakan tentang Auro (diperankan oleh Amitabh Bachchan) yang menemukan ayahnya kembali yaitu Amol Arte yang justru diperankan oleh Abhishek Bachchan.

Film ini juga mengangkat tema khusus dengan menceritakan seorang anak yang mengidap penyakit progeria, penyakit yang menjadikan seorang anak cepat menua. Oleh karena itulah, sekali lagi hanyalah Amitabh Bachchan yang mampu memerankan peran semacam ini. Selain aktingnya itu, tim make-up artis pada film ini juga telah berhasil mengubah penampilan gagah seorang Amitabh Bachchan menjadi seorang anak kecil yang mengalami penyakit progeria ini, sehingga tampil meyakinkan pada layar sinema. “Paa” menjadi salah satu film drama keluarga yang sangat direkomendasikan untuk ditonton. Tokoh Auro pada film ini begitu menginspirasi  walau di tengah penyakit yang menderanya dan yang paling mengharukan darinya adalah upayanya untuk menyatukan kembali orang tuanya kembali setelah lama berpisah.

Bhoothnath – A Friendly Wiseful Angelic Ghost

bhoothnath“Bhoothnath” adalah salah satu film Amitabh Bachchan yang sangat menghibur. Walaupun tidak menjadikannya memperoleh penghargaan seperti “Paa” dan “Black”, namun sosok yang diperankannya sangat mengenang, bahkan pada tahun 2014 ini akan tayang sekuel dari film ini, yaitu “Bhoothnath Returns”. Cerita tentang hantu bernama Bhoothnath ini tidak seseram judul filmnya, malah isi ceritanya jauh dari hal-hal yang seram. Film ini sebenarnya bergenre komedi dengan tema kekeluargaan yang kuat.

Film ini juga sangat cocok untuk ditonton bersama sekeluarga dengan tema itu. Ada beberapa pelajaran moral tentang memaafkan dan tidak curang untuk anak-anak yang digambarkan dengan adegan yang tepat. Sosok Bhoothnath yang diperankan Amitabh Bachchan ini digambarkan sebagai sosok yang bersahabat dan bijaksana, sampai-sampai tidak lagi dianggap sebagai hantu oleh si anak tokoh utama pada film ini. Hantu yang satu ini malah dianggap sebagai malaikat yang selalu membantu dan memberikan pelajaran kehidupan kepada si anak. Uniknya pada paruh kedua film ini, justru kemudian Bhoothnath inilah yang belajar dari kepolosan dan kesucian anak-anak dalam memaafkan masa lalunya. Semua adegan dalam film ini dikemas dengan cara yang mudah dipahami, menghibur, dan ya memberikan banyak pelajaran moral tentang keluarga.

***

Ketiga film inilah yang saya pilih sebagai film yang menggambarkan kualitas akting mumpuni dari seorang Amitabh Bachchan. Jejak rekamnya yang sudah malang melintang dari generasi ke generasi  film Hindi menjadikannya seorang bintang sinema. Banyak orang yang mengidolakannya dan pada salah satu bagian dari film “Bombay Talkies” tahun 2013 diceritakan tentang pergulatan seorang penggemarnya yang rela menantinya untuk memakan murabba (asinan, red.) yang ia bawa. Kalau tidak karena kemampuan aktingnya yang cemerlang itu, maka sangat mungkin namanya hanyalah sepintas lalu pada sejarah film Hindi. Namun, kenyataannya ialah sang legenda yang masih terus bertahan hingga jaman sekarang ini, bahkan dengan film-filmnya di masa kinilah yang sangat berbobot dan menjadikannya memang sangat layak disebut sebagai legenda sinema Hindi.

Iklan

41 thoughts on “excellent act of amitabh bachchan

      • yup! dia sempat tenggelam dan bangkrut sih. tapi di tahun 2000 bangkit bersinar lagi. keren banget. tapi aku rada kasihan sama anaknya. soalnya benar-benar ketutupan sama ayahnya. resiko punya ayah kelewat terkenal 😀

      • kalau itu emang jadi ranahnya mbak deh hehehe… saya tunggu reviewnya lo mbak… ni sebenarnya banyak film baru yang menarik seperti Dedh Ishqiya, Hasee Toh Phasee, Highway, Gunday, Queen, Shaadi Ke Side Effect yang jadi daftar tunggu donlot saya nih ahaha

      • wah yang ada Rekha ma Jaya Bachchan itu ya… belum nonton juga.. tapi boleh juga untuk ditonton kisah cinta segitiga yang katanya kenyataannya juga gitu *halah jadi gosip

      • iya. tapi aku pas ngintip-ngintip jadi ragu buat nonton. lagunya jadul banget. oya, kalau aku baca sinopsisnya sih ini film mirip sama filmnya rano karno jaman dulu 😀

      • kalau dibilang ngefans ya saya ndak terlalu juga. tapi jelasnya saya suka nonton film hindi gitulah hehehe.. tapi lagi yang memang berkualitas dan yang patut ditonton seperti yang sudah saya ulas ini 🙂

      • baru nyadar juga era 2000an ini jayanya kembali legenda yang satu ini… di wikipedia udah diceritain detail kisah hidupnya dan baru aja saya tahu hehehe… Abhishek memang masih jauh level aktingnya, tapi ada beberapa yang menurut saya jadi menunjukkan potensinya, seperti film Guru, Paa, dan Raavan.. seharusnya ia lebih selektif milih film yang berbobot untuk menunjukkan kualitas aktingnya…

      • benar-benar dinamis ya sinema Hindi… kalau ndak pandai akting beneran ya kelibas ma pendatang baru… apalagi era sekarang ini terlihat lebih cenderung konsen pada kemampuan akting daripada penampilan fisik belaka…

      • industri filmnya juga cepat banget sih. dalam setahun bisa sampai 100 film gitu. trus sutradaranya juga makin beragam gayanya. ada yang setia di tradisional, ada yang sudah modern. banyak pilihanlah sekarang. menurutku shahrukh, aamir dan salman mungkin bakal jadi generasi terakhir yang namanya bisa bertahan lama di bollywwod 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s