[photo of the day] menghunjam sekuat akar

image

Akan menjadi rentan untuk goyah, jika tak ada penguat yang menjadi tumpuan berkumpulnya energi. Penguat itu ada pada bagian dasarnya, pada bagian yang permulaan, pada sesuatu yang sebenarnya tak terlihat.

Niat. Seberapa kuatkah niat yang ada? Niat itu ibarat akar yang menghunjam sedalam-dalamnya. Darinya ia akan menyebar mencabang mengokohkan ke setiap penjuru untuk terus tumbuh dan berkembang.

Niat adalah penguat yang perlu untuk selalu diperhatikan. Sebagaimana akar yang terus menjalar mencari-cari sumber energi untuk diserap, niat haruslah diisi dan diperbarui terus menerus.

Jika ada sesuatu yang terasa tidak beres kemudian, periksalah pada niatnya mula-mula. Niat, jika dari awalnya sudah salah dan rapuh, segala sesuatunya yang lain tidak akan bisa menjadi jaminan keberhasilan…

*foto diambil dari objek wisata Jembatan Akar, Pesisir Selatan

[photo of the day] gerbang kedatangan

image

Aku menunggumu. Dengan penuh harap aku masih bertahan di sini. Pada gerbang kedatangan inilah, aku selalu mencari sosokmu. Untuk datang dan menghampiriku.

Aku menunggumu. Waktu rasanya tak kenal ampun. Detik demi detik berjalan demikian perlahan. Kesabaranku sedang diuji benar. Pada gerbang kedatangan inilah, aku terdiam terpaku. Pikiranku membayangkan bagaimana nantinya saat kau hadir.

Aku menunggumu. Tak tahu kapan dirimu akan tiba di sini. Ada kekhawatiran yang menggoyahkan pendirian. Namun, tiada daya yang kupunya untuk tahu sampai manakah perjalananmu. Pada gerbang kedatangan inilah, aku memasrahkan diri atas semua hal yang bisa saja terjadi. Tentang sampai atau tidaknya dirimu di sini bertemu denganku yang mengharapkanmu…

(Foto diambil dari pintu gerbang Dataran Engku Putri, Batam)

[photo of the day] kekakuan

image

Tampaknya megah jika dipandang sekilas. Tetapi, di dalamnya ada kekakuan. Ya, di tempat ini telah tersekat-sekat pembatas yang erat mengikat. Ada yang tak bisa semena-mena dilampaui, ada yang tak bisa disesuaikan dengan apa yang diinginkan.

Kaku. Kaku itu membekukan. Seakan tak ada langkah lain lagi yang bisa digerakkan. Kaku itu bisa menjemukan. Walau ada yang masih bisa bertahan di dalamnya. Kalau sudah jemu dengan kaku, maka hasrat kebebasan melimpah-limpah. Ingin terbebas, tak lagi terkekang, melakukan segala hal yang dikehendaki.

Perhatikan sesuatu itu dengan saksama. Bisa jadi memang ada ketakjuban atau kekaguman yang menyelimuti suatu hal yang tersirat di dalamnya. Jangan mudah menilai dengan sekadar apa yang tampak. Jangan menjadi kaku untuk hanya terjebak pada satu sisi cara pandang. Jangan keras kepala dengan apa yang sekarang ini diyakini dan dipahami. Karena semua itu bisa jadi berubah. Tidak sekaku yang kamu kira…

[photo of the day] biarkan terus mengalir

image

Hidup akan terus bergerak. Ia beralih dari satu babak ke babak lainnya. Waktu yang mengantarkan pergerakan itu. Kalaupun masih ada yang tetap sama, maka waktu yang ada tidaklah sama dengan apa yang telah lalu.

Pergerakan itu membutuhkan penyesuaian. Waktu yang tidak lagi sama, keadaan yang berbeda, orang-orang yang silih datang dan pergi. Gerak hidup berubah dengan sendirinya. Perlakuan dan sikap yang masihlah seperti dahulu sangat mungkin tidak tepat lagi untuk dapat diterapkan kembali. Ada tuntutan yang mengharuskan pada diri untuk berubah menyesuaikan pergerakan hidup.

Gerak hidup laksana gerak air yang mengalir. Biarkan saja terus mengalir hingga menuju tujuannya. Jika ada saluran yang sudah tersedia, arahkan pada saluran yang dirasa sesuai. Kendali tetaplah perlu, tetapi terlampau memaksakan itu bukanlah hal yang baik.

Siapa yang mampu menduga bagaimana gambaran masa depan itu? Ya, dengan pergerakan hidup, masa depan sangat mungkin berubah drastis daripada sekarang yang sedang dijalani. Kekhawatiran muncul dan berbagai macam praduga mencoba mengusik batin. Padahal yang diperlukan hanyalah bagaimana untuk dapat menyesuaikan. Itu yang penting.

Mau seperti apa keadaannya berubah nanti, dengan penyesuaian yang sesuai, maka tidak akan terjadi hal yang diperkirakan meresahkan. Jalani saja seperti gerak air yang terus mengalir. Terus bergerak dengan saluran yang ada hingga ke tujuan. Teruslah maju dalam hidup dengan menyesuaikan keadaan seperti apa pun itu. Tujuan itu sudah menanti di hadapan, walau aral terjang mengganggu jalan hidup, biarlah ia tetap bergerak sebagaimana mestinya.

[photo of the day] hijaumu yang berseri

image

Titik-titik gelembung air ada di sekujur tubuhmu. Pagi sepertinya membuatmu kedinginan. Namun, warna hijaumu terlihat begitu berseri. Kau sambut pagi dengan menampakkan kesegaran yang jelas.

Tumbuhmu dari lahan yang terus dialiri oleh air. Itu menjadi salah satu sumber kekuatanmu. Yang membuatmu menyerikan kesegaran yang kurasakan ini. Dari sumber energi yang kau olah dan kerjakan itu menjadi tenaga penguat keberlangsungan hidupmu. Tumbuhmu layak menjadi contoh.

Aku ingin di setiap pagi menyambut hari dengan berseri-seri. Sepertimu. Hijaumu yang lekat sangat mewakili warna kemudaan dengan semangat yang masih kuat. Walau mungkin keadaan sekitar memberlakukanmu dingin seperti udara di pagi ini, saat mentari menjuruskan cahayanya ke setiap penjuru, kau tunjukkan nyata hijaumu yang berseri…

Warnamu menjadi pelajaran bagiku. Apa yang kuamati bukanlah sekadar untuk keisengan belaka. Aku coba gali apa yang bisa kuambil setiap hikmah yang tersimpan darinya…