tiga bagian dalam perjalanan hidup

​Terlahir bayi dari rahim seorang wanita. Ini menjadi penanda awal mula kehidupan. Bayi yang semula tumbuh berkembang di dalam perut ibundanya, telah keluar menghadapi dunia yang sesungguhnya. Dikenalkan kepadanya perangai dunia beserta pernak perniknya oleh orang di sekitarnya. Semua orang tua berharap sangat anak yang telah mereka besarkan menjadi sosok yang terbaik dalam urusan dunia maupun akhiratnya. Doa demi doa dipanjatkan di awal mula dilahirkannya seorang bayi yang masihlah tak tahu apapun agar siap untuk memahami hidup beranjak dewasa.

Terjalin hubungan dengan seseorang yang menjadi pilihan hati. Ini adalah bagian yang mesti menjadi babak baru dalam hidup seorang manusia. Ia tak hanya berpikir tentang dirinya seorang, tetapi harus meluas, mencari pasangan hidup, memutuskan pilihannya, dan membentuk keluarga. Ia juga tak bisa lagi bergantung pada orang tua yang telah membesarkannya. Kemandirian sangat dituntut pada bagian ini, apalagi kedewasaan menghayati persatuan dua insan dalam satu mahligai rumah tangga. Hubungan yang terjalin dinyatakan jelas dan terikrar dalam akad pernikahan. Semua hadirin menyaksikan perjanjian agung dan darinya tak bisa lagi menjadi setengah-setengah dalam bertindak apalagi bermain-main. Doa demi doa dipanjatkan di awal mula diselesaikannya akad yang mengguncang singgasana Ilahi agar keberkahan senantiasa menaungi dua insan untuk membentuk keluarga sakinah mawaddah warahmah.

Terenggut nyawa oleh malaikat pencabut nyawa atas takdir yang sudah ditentukan.  Ini merupakan titik dari kisah hidup manusia. Titik yang memisahkan antara dunia dan hidup setelahnya. Ada berbagai macam hal yang mampu merenggangkan nyawa. Kematian menjadi sosok yang selalu menakutkan karena tidak ada yang tahu kapan, di mana, dan bagaimana hal itu terjadi, kecuali Sang Maha Menentukan. Sudah sepatutnya, manusia mengingat-ingat hidupnya hanyalah sementara dan amalan di dunia itu menentukan apa yang ia dapati untuk akhiratnya. Doa demi doa dipanjatkan oleh para pelayat saat melihat sosok yang terbujur kaku diselimuti kafan putih, tak lagi ada nyawa di dalamnya, dan ruhnya telah berada di alam yang menanyakan apa yang dikerjakannya selama di dunia.

Tiga bagian dalam hidup (kelahiran, pernikahan, dan kematian) adalah titik-titik yang menentukan. Tiap bagian itu, dituliskan lembaran yang baru, tak bisa sama dengan bagian yang sebelumnya dijalani. Pada tiga bagian ini, selalu menjadi momen untuk berdoa memanjatkan hal-hal yang baik untuk terjadi selanjutnya. Titik-titik ini menjadi penting untuk didoakan agar tak ada salah cacat yang merusak dalam perjalanan hidup insan manusia hingga bertemu dengan Rabb-nya di hari akhir kelak.

(sebuah memoar pengingat akan tiga peristiwa beriringan yang terjadi dalam waktu begitu dekat.. kematian sosok panutan masyarakat di lingkungan tempat yang ditinggali, kelahiran bayi lelaki sholeh dari saudari kandung, dan pernikahan sepasang kawan)

Malang, 30 Januari 2017

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s