Kuncian Hati: Undangan untuk Pembaca

Manusia hidup dalam siklus yang tidak pernah berhenti tentang memilih. Berbagai kemungkinan telah tersaji di hadapan, tinggal menentukan manakah yang akan dipilih. Pada setiap hal yang kemudian telah dipilih, maka muncul konsekuensi yang menyertai.

Ada ketentuan Ilahi yang tidak bisa diutak-atik oleh manusia. Inilah yang disebut dengan takdir, ini yang menjadikan manusia tidak bisa sekehendaknya sendiri. Pada salah satunya itu, ada tentang jodoh. Jodoh itu seakan-akan manusia bisa menentukan pilihannya. Tetapi pilihan tentang jodoh adalah pilihan yang sebenarnya telah ditentukan oleh-Nya.

Tentang jodoh. Ini adalah salah satu pertanyaan yang misterius. Dengan siapakah nantinya diri akan dipasangkan? Bagaimanakah nantinya keharmonisan keluarga akan terjalin? Apakah memang seseorang yang dipilih itu adalah jodoh yang tepat?

Naluri manusia diciptakan untuk berpasang-pasangan. Tidak akan sempurna agama jika seorang lelaki belum bersanding dengan perempuan membentuk keluarga. Tidak akan tenteram perasaan hati jika seorang perempuan belum menemukan sosok yang akan memimpinnya. Kesemuanya itu adalah bagian-bagian yang perlu ditata menjadi satu. Penataan itulah yang dimulai dengan ikatan pernikahan.

Menikah adalah suatu babak dalam kehidupan. Babak yang sangat kentara berbeda. Hidup tidak akan hanya menanggung tentang diri pribadi. Amanah itu kian berat, tetapi akan ada yang mendampingi. Seorang istri yang shalihah agamanya, cantik parasnya, dan baik perilakunya adalah sosok ideal untuk itu. Namun, tidak akan ada sosok istri yang sempurna. Setiap orang akan membawa kelebihan dan kekurangannya.

Aku, sebagai seorang lelaki yang telah berusia seperempat abad lebih, telah berada pada titik itu. Titik di mana pikiran mulai menatap lebih jauh ke depan dan keresahan hati meminta untuk dituntaskan. Pada titik itu, maka pilihan itu telah tersedia di hadapan. Dengan ini, dengan itu, oleh ini, oleh itu. Kebimbangan mendera bertubi-tubi. Ada kecemasan disertai dengan penuh harap agar suatu saat dapat dipertemukan dengan sosok yang tepat.

Ialah Afifah Az Zahra. Seorang perempuan jawa yang saat ini menjadi insan perbendaharaan bertugas di bumi Laskar Pelangi, KPPN Tanjung Pandan, Belitung. Pada halaman demi halaman dari Istaqoma Afifah yang dibuatnya itu menjadi kunci yang selama ini dicari. Kunci jawaban dari setiap pertanyaan yang selama ini berkelebat dalam penantian siapakah sosok yang membersamai hidup untuk selanjutnya.

Dengan izin dan perkenan dari Allah SWT, pada tanggal 7 Februari 2016 nantinya di kota Surakarta akan diadakan ikatan perjanjian agung antara seorang Anas Isnaeni dan Afifah Az Zahra. Pernikahan ini akan menggabungkan dua keluarga besar antara keluarga (alm.) Hasan Asror dari Salatiga dengan keluarga Joko Maryono dari Kartosuro.

publishPada masa-masa ini, hari demi hari terasa sangat anomali. Ia berjalan terasa begitu cepat dengan persiapan-persiapan yang perlu segera untuk ditunaikan. Akan tetapi, ia juga berjalan terasa begitu lamban karena ketidaksabaran untuk membangun cinta bersamanya. Doa senantiasa dipanjatkan untuk selalu mengukuhkan niat yang baik. Doa senantiasa dihaturkan untuk memohon keberkahan dan kelancaran akan semua proses yang dijalani. Doa dan hanyalah doa yang menjadi kekuatan di antara kami yang hendak menyempurnakan agama.

Kuncian hati itu telah ada. Dengannya, akan dibuka pintu yang bernama pernikahan. Yang di dalamnya terdapat berbagai macam pernak pernik kehidupan yang lebih beragam. Dengannya, semoga sakinah, mawaddah, dan rahmah akan tercapai. Yang di dalamnya terdapat keluarga madani sesuai tuntutan syariat dari Yang Maha Kuasa. Dengannya, semoga kucuran keberkahan yang terus melimpahi dan mewarnai kehidupan baik suka maupun duka. Yang kemudian menghantarkan pada kebahagiaan hakiki di akhirat kelak, tak hanya di dunia semata.

Segenap pembaca yang telah berkunjung pada halaman ini, mohon doa restunya atas pernikahan kami nantinya. Tulisan ini juga menjadi kabar sekaligus undangan bagi yang berkenan hadir pada pernikahan kami. Undangan lebih lengkapnya ada pada tautan yang dapat diklik di sini

Dari kami yang tengah menanti…

Anas dan Afifah…

Iklan

20 thoughts on “Kuncian Hati: Undangan untuk Pembaca

  1. Alhamdulillah.. Selamat ya Nas.. Semoga lancar acaranya, menjadi keluarga samara sesudahnya…

    Btw kalimat ini menggelitikku,”Pada halaman demi halaman dari Istaqoma Afifah yang dibuatnya itu menjadi kunci yang selama ini dicari.”

    Ketemu jodoh di blog atau mantep berjodoh dengannya dari tulisannya? πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s