teman yang baik

Aku ingat di suatu saat dulu. Aku pernah berdoa dengan penuh harap. Kala waktu itu hati sering merasa tidak lapang dengan keadaan sekitar. Pelik melihat apa-apa yang terjadi. Sendirian di tengah kemelut kebencian yang rawan mencekam.

Apa yang ada di sekitar saat itu sangat membuat khawatir. Arus-arus pikiran yang buruk seakan mengepung dan memaksa untuk ikut menyepakati serta memaklumi. Nurani mencoba bersikukuh untuk menolak apa pun yang mencoba untuk goyahkan kehendak diri. Hampir saja, nyaris sekali, aku menjadi sama seperti mereka. Mereka yang terjebak dalam kelamnya pola pikir.

Hanya satu pinta yang terbersit saat itu. Tuhan, sampaikanlah padaku orang-orang baik di dekatku, menjadi teman yang mengingatkan dan menguatkan dalam kebaikan. Agar aku tidak terjerumus pada pola pikir yang salah. Agar aku tidak salah menyimpulkan peristiwa di sekitar. Agar aku belajar banyak dari mereka tentang hal-hal baik yang belum aku ketahui.

Kini keadaan mungkin lebih buruk dari sebelumnya. Lebih semrawut dan lebih mencekam untuk melakukan tindakan apa pun itu. Banyak yang memperhatikan, mencurigai, bahkan hingga menguntit hal terkecil untuk dapat dijadikan bahan pergunjingan. Situasi yang sudah tidak sehat. Ada banyak ketidakberesan yang terjadi.

Namun, aku sangat bersyukur. Walau dengan keadaan sekarang yang seperti itu, ada teman baik di sekitar. Tak dapat dipungkiri, pengaruh keburukan ada pada diri dan susah ditangkal. Akan tetapi, teman yang baik akan mengingatkan dan menguatkan. Teman yang baik akan menjadi sandaran di saat tersulit. Teman yang baik adalah tempat untuk menetralkan kembali kekacauan pikiran.

Seperti hadits Rasul, mendekati penjual pewangi maka akan terciprat semerbak harum pada diri. Berkumpullah dengan orang-orang baik maka akan ada sekian kebaikan yang terjalin karenanya. Jika keadaan sekitar terlalu kelam, percayalah masih ada orang baik yang dapat dijadikan teman dan membantu menyelamatkan diri.

Tuhan mendengar setiap pinta hamba-Nya. Doa yang dulu pernah terhantarkan kini terasa sekali keberkahannya. Doa itu kini tetap dihaturkan selalu pada-Nya. Selalu berharap dalam sepelik apa pun adegan hidup ini, akan ada teman baik yang menemani…

(Painan, 4 Oktober 2014)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s