kehilangan kendali

Setelah sekian lama tertahan dan terbendung, ada gejolak deras yang meluap ingin tersalurkan. Padahal sebenarnya pada jalur-jalur yang biasa ia lewati itu sudah diusahakan agar tidak bisa terlewati lagi. Jalur-jalur itu disengajakan untuk tidak dapat lagi dilewati. Karena arus gejolak deras itu selalu saja membawa petaka. Ia terlampau melimpah ruah dan menyebar ke mana-mana. Ia begitu susah untuk dikendalikan. Maka kiranya sudahlah tak perlu lagi disediakan jalur untuknya…

Namun, apakah itu langkah yang tepat? Sementara itu kekuatannya kian bertambah dengan banyak pemicu yang membuatnya semakin menjadi-jadi. Dengan hanyalah pembendung yang kekuatannya masihlah sama dan mempunyai kemampuan terbatas, maka sudah tidak sebanding lagi untuk dapat mengendalikan arus sedemikian deras itu.

Celah-celah retak mulai tampak dan kucuran limpahan pun terlihat. Sedikit demi sedikit kemudian bertambah deras. Retakan itu menyebabkan getaran hebat. Kehilangan kendali sudah. Runtuhlah pembendung yang susah payah berusaha menahan.

Yang terjadi maka terjadilah. Begitulah adanya. Sudah terlambat untuk melakukan pencegahan. Kini yang lebih penting adalah membangun kembali bendungan yang sudah runtuh itu. Jangan biarkan arus deras itu semakin liar dan merusak ke mana-mana. Apa yang kini sudah terlanjur terjadi, jadikan sebagai bahan pelajaran untuk selanjutnya.

Adalah hal tentang kendali yang menjadi sorotan utama. Arus sedemikian deras itu seharusnya bisa diarahkan dengan baik. Bukan berarti menutup dan meniadakan jalurnya untuk mengalir. Justru ia memang butuh jalur yang tepat, yang mungkin selama ini jalur yang tersedia kini rupanya tidaklah sesuai untuknya. Ia akan selalu ada karena memang itu sifatnya, tak bisa ia hanya ditahan dan tidak dibiarkan tersalurkan. Adanya saluran yang tepat adalah satu bentuk pengendalian yang mesti ada.

Lalu, tidak hanya sekadar itu saja yang perlu diperhatikan. Sekarang harus lebih awas lagi dengan tanda-tanda pemicunya.. Arus deras akan semakin menguat jika ada pemicunya. Maka, pemicu itulah yang juga perlu dikendalikan. Bukan hanya tentang mengendalikan arus secara keseluruhan, tetapi hal-hal kecil yang mungkin remeh bisa menyebabkan kekuatannya liar menjadi-jadi.

Semua itu pada kesimpulannya akan mengarah pada satu hal, yakni untuk memperkuat kendali. Derasnya gejolak arus itu adalah sesuatu yang dapat dipelajari sifatnya dan diketahui apa-apa yang mempengaruhinya. Maka, ketika semuanya telah berada pada kendali yang tepat, kehilangan kendali tidak akan terjadi dan kerusakan dapat terhindarkan…

(Salatiga, 29 Juli 2014)

Iklan

5 thoughts on “kehilangan kendali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s