kehilangan kendali diri

Ada yang aneh. Ada yang disesali. Ada yang kemudian rasanya sekarang ini tak seharusnya terjadi. Banyak, banyak hal yang berjalan dengan sendirinya di luar kendali diri.

Kalau benar ada kendali, maka mengatur hal-hal yang terkait dengan diri akan lebih mudah. Namun, keengganan itu jelas menjerat kuat dan cenderung melepas kendali, membiarkan kerumitan demi kerumitan terjadi.

Di tengah berbagai tuntutan pihak luar yang memang semakin menjadi-jadi, justru kendali diri adalah hal yang perlu. Kalau tidak ada itu, besar kemungkinan ada hal-hal penting lainnya yang perlu diperhatikan malah menjadi terabaikan.

Kendali diri akan memberikan keadilan yang proporsional dan pertimbangan yang lebih logis dalam mengambil tindakan. Berbagai aktivitas yang dilakukan bukan karena tuntutan dan tekanan dari pihak lain untuk dikerjakan, melainkan atas niat dan kesadaran diri sepenuhnya untuk berkehendak melakukannya.

Ini pikiran diri, ini tubuh diri, ini perasaan diri. Kesemuanya itu yang dimiliki dan menjadi hak diri untuk mengendalikannya. Bukan orang lain yang mengatur, biar apa pun kehendak orang berkomentar atau berniat suatu hal, ada keputusan yang jelas bermula dari diri dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab diri.

Kehilangan kendali menyebabkan perasaan seakan menjadi terpenjara oleh hal-hal yang mengekang dan membelenggu. Tak ada kekuatan diri untuk bisa berkelit, keluar dari jeratan yang tak diinginkan, dan merasakan kebebasan sepenuhnya.

Kendali juga perlu saat kesemuanya sudah dirasa melewati batas. Ya, semua hal itu ada takaran wajarnya. Bila melewati batas, maka kendali dirilah yang dapat mengembalikan pada keadaan normal semula.

Menembus menerobos batas itu memang begitu menggoda. Tetapi kendali akan memberikan logika mengenai konsekuensi dari apa yang terjadi jika tetap nekat melakukannya. Akan ada efek samping dari hal-hal yang lewat dari batasnya dan itu sangat mungkin adalah hal buruk.

Sekarang, jika sudah terasa ada yang mengganjal dan menilai kendali diri begitu lemahnya, maka kehendak untuk berubah itu di manakah adanya? Waktu terus bergulir dan meninggalkan rentang yang akan semakin lama dalam ketidakberdayaan akibat tanpa kendali diri yang memadai.

Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya adalah mengatur semua hal secara perlahan dan jangan biarkan hidup ini berjalan tanpa ada rencana yang tepat untuk bisa berubah lebih baik lagi. Coba, dan janganlah jera jika kemudian ada kendala merintang. Cobalah terus dan semakin kokohkan kendali diri…

(Painan, 5 Juni 2014)

Iklan

5 thoughts on “kehilangan kendali diri

    • maturnuwun nggih mbak.. maklum gek ngerasa aneh kuwi makane…

      maklum meneh nek ganti gambare… soale kayane si nanazh wis ra relevan, wonge kan wis tambah tua hohoho.. ndak seimut kartun nanase ahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s