[PR] The Liebster Award: Tentang Sebelas Hal

liebster-awardPostingan berantai atau timpukan ternyata masih ada juga walau sudah berganti platform blog sekarang ini. Dulu saat masih di multiply, postingan semacam ini begitu banyak dan ramai dibahas oleh teman-teman kontak saya. Sekarang barulah kali ini, dengan ajang Liebster Award, saya kembali mengerjakan postingan timpukan kembali. Tidak ada salahnya mengerjakan postingan timpukan, saya malah merasakan kebermanfaatannya. Dengan mengerjakan postingan semacam ini, bisa menjadikan suasana keseruan, keakraban, dan lebih mengenal lagi karakter-karakter blogger yang menjadi kontak.

Jadi, sebagaimana aturan dalam Liebster Award ini, tentu saya harus berterima kasih sekali kepada mas Rifki (jampang.wordpress.com) yang untuk kesekian kalinya juga memberikan timpukan berantai ini kepada saya :D. Mas Rifki ini benar-benar jadi inspirasi banget dalam hal perblogan. Contoh teladan yang pas buat move on dari multiply yang sudah meninggal dunia dan sama-sama beralih ke wordpress sekarang ini. Apalagi mas Rifki juga masih konsisten rajin posting pula sama seperti dulu era multiply, sedangkan saya untuk bisa nulis saben hari itu rasanya sulit mengolah ide untuk dituangkan, padahal banyak yang bisa dibahas sebenarnya. Salut sekali dah sama mas Rifki nih.

Oya, sebagai informasi juga, saya sampaikan mengenai ajang The Liebster Award kali ini. Caranya yang pertama adalah post award ke blog anda dan sampaikan terima kasih kepada blogger yang mengenalkan award ini & link back ke blognya. Selanjutnya, share 11 hal tentang diri anda dan jawab 11 pertanyaan yang diberikan kepada anda. Terakhir, pilih 11 blogger lainnya dan berikan mereka 11 pertanyaan yang anda inginkan.

Baiklah, dan inilah balasan jawaban postingan timpukan The Liebster Award yang diajukan ke saya ini lebih lengkapnya…

Sebelas Hal Tentang Diri

Seseorang yang lahir dan besar di Salatiga dan masih ber-KTP-kan penduduk Salatiga 😀

Saya lahir pada tanggal 21 Mei 1989 (jadi saat ini baru saja sedang menjalani paruh seperempat abad yang pertama) di suatu kota di Jawa Tengah, yaitu Salatiga. Sejak kecil, saya tinggal di rumah beralamatkan Jalan Veteran No. 29, Salatiga dan jenjang pendidikan dari TK sampai SMA saya semuanya dijalani di Salatiga. Salatiga bagi saya pribadi walaupun kotanya masih terhitung kecil, tetapi sangatlah nyaman di lereng Gunung Merbabu ini dan dengan masih adanya keluarga saya di sana, akan tetap menjadi kota yang selalu dirindukan. Oleh karena itulah, hingga sekarang pun belum ada niatan untuk berpindah alamat pada KTP selain dari kota spesial yang satu ini, Salatiga.

Seorang anak lelaki bungsu dari dua bersaudara Keluarga Hasan Asror

Keluarga saya merupakan keluarga yang kecil terdiri dari bapak, ibu, saya, dan satu saudara perempuan saya. Bapak sudah meninggal dunia sejak saya berusia sekitar tiga tahun dan sejak itu ibu menjadi single-parent bagi kami anak-anaknya. Bapak meninggalkan jatah pensiun Purnawirawan ABRI kepada kami, ibu saya seorang ibu rumah tangga, dan mbak saya seorang dokter yang bersuamikan ahli ekonomi.

Seorang pengguna platform blog multiply (atau MP-ers) yang sedang “move on” ke platform wordpress

Ya, saya termasuk salah satu MP-ers yang aktif selama beberapa tahun. Awalnya bermula dari keisengan belaka dan kemudian akhirnya menjadi hobi yang menyenangkan. Sayangnya, saat baru suka-sukanya dengan platform blog ini, rupanya platform ini berganti kebijakan. Dengan ditiadakan sesi blognya (dan kemudian benar-benar bangkrut), saya sempat vakum dalam ngeblog. Hingga akhirnya baru sekitar setahun inilah saya merasakan lumayan nyaman di wordpress ini.

Seseorang yang dulu pernah menyebut dirinya “chemistry lover”

Sebelum saya menentukan pendidikan tinggi setelah SMA, dulu saya sangat suka dengan pelajaran Kimia semasa SMA. Pelajaran ini dengan mudahnya dapat saya pahami dan banyak prestasi yang membanggakan dengan kesukaan saya akan materi yang satu ini. Pada tahun 2006, saya menjadi finalis hingga ke seleksi nasional dari Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Kimia, walau tidak mendapat medali saat itu. Benarlah kata orang, kalau kita sudah suka akan sesuatu, maka banyak capaian yang akan diperoleh. That’s passion!

Seorang alumni program diploma perguruan tinggi kedinasan STAN

Sayangnya walau mempunyai keinginan untuk meneruskan pendidikan tinggi di bidang kimia, saya memutuskan untuk berpindah bidang, yaitu akuntansi pemerintahan. Padahal saat itu saya sudah terdaftar menjadi mahasiswa Fakultas Teknik Kimia, Universitas Diponegoro, namun karena banyak pertimbangan, saya mengundurkan diri setelah diterima di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) spesialisasi Akuntansi Pemerintahan. Di sana, tepat selama tiga tahun masa pendidikan, saya berhasil lulus menjalaninya dan memperoleh gelar ahli madya.

Seorang perantau Jawa yang didinaskan di Ranah Minang

Seusainya masa pendidikan, sebagai konsekuensi seorang alumni perguruan tinggi kedinasan, maka saya harus bersedia ditempatkan pada instansi apa pun sesuai arahan pimpinan. Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, instansi inilah yang kemudian menjadi jodoh saya dalam berkarir selanjutnya. Instansi yang dikenal mempunyai kantor cabang tersebar di seluruh penjuru Indonesia ini pun kemudian menempatkan saya pada salah satu cabangnya yang ada di Provinsi Sumatera Barat. Sekarang ini sudah menjalani tahun ketiga sejak saya didinaskan di suatu kota bernama Painan, Kabupaten Pesisir Selatan.

Seorang bendahara yang bertugas di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara

Kantor saya adalah Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara atau lebih dikenal dengan singkatan KPPN. Kantor ini hanya membuka layanan untuk bendahara/unit keuangan satuan kerja kantor pemerintahan yang mendapatkan alokasi anggaran dari APBN. Tugas kantor ini di daerah adalah sebagai Kuasa Bendahara Umum Negara atau Menteri Keuangan dalam menjalankan fungsi pengaturan arus masuk (penerimaan) dan keluar (belanja) dari pelaksanaan anggaran. Nah, di kantor yang mengurusi tentang perbendaharaan inilah, saya ditugasi juga sebagai bendahara yang mana berarti tugas ini adalah hal yang sudah harus dipahami sebagai insan perbendaharaan.

Seorang pembelajar dalam setiap perjalanan petualangan alam bersama kawan-kawannya

Di daerah tempat merantau ini, saya beserta beberapa kawan saya termasuk yang suka jalan-jalan. Dari perjalanan itu, saya dapatkan banyak pelajaran kehidupan dari kawan saya yang lebih senior. Hal ini yang menjadi inspirasi sebagian besar dari isi blog saya. Dengan masih asrinya alam di sekitar daerah ini, maka banyak opsi objek yang bisa dikunjungi. Pantai, air terjun, jeram sungai, perbukitan, dan sebagainya adalah hal yang mudah didapati dan menjadikan lebih dekat dengan alam.

Seorang penggandrung film-film sinema Hindi 😀

Kalau sudah mengakrabi isi postingan blog saya, pastilah sudah tahu seberapa gandrungnya saya akan film-film sinema Hindi. Saya sudah menyediakan satu halaman khusus bertajuk “bolly freak” yang memuat setiap tulisan saya yang mengulas tentang sinema Hindi. Bermula dari kesukaan kakak saya yang kemudian menular ke saya, akhirnya saya jadi tertarik untuk lebih mengetahui sinema Hindi. Rupanya pada film-film sinema Hindi ini tidak seperti lazimnya di-stereotype-kan oleh banyak orang, tak hanya tentang joget-joget atau romantisme yang ada di sinema Hindi, ada banyak genre yang menarik dan lebih variatif untuk ditonton dan saya sangat salut kepada sineas Hindi yang selalu membawa ciri khas kebudayaan mereka dalam setiap filmnya.

Seseorang yang berkarakter campuran melankolis pada satu sisi dan satu sisi lainnya cenderung sanguinis

Berbicara tentang karakter kepribadian saya, kalau mengacu pada teori kepribadian Hipokrates, maka secara mudahnya saya dapat dikategorikan sebagai orang melankolis-sanguinis. Dua tipe ini memang kontras, tetapi pada diri saya inilah yang terjadi. Pada satu saat, saya menjadi begitu pendiam perenung khas tipe melankolis, tetapi pada saat lainnya saya sering juga menjadi orang yang heboh dan tidak bisa diam :).

Seseorang yang masih berusaha dalam menggenapkan separuh agama 🙂

Hingga menginjak usia ini yang mana kebanyakan dari teman seangkatan saya sudah menjadi bapak-bapak beranak satu atau dua, saya masih dalam tahapan harus sabar menanti untuk bisa melangkah pada tahapan kedewasaan selanjutnya, yaitu berkeluarga. Yah, mohon doanya agar saya dapat dipertemukan dengan jodoh saya pada waktu yang tepat nantinya dan semoga keberkahan selalu menyertai dalam perjalanan selanjutnya.        

Menjawab Sebelas Hal

Sejak kapan Anda nge-blog dan di mana?

Sebetulnya bukanlah platform Multiply yang menjadi tempat saya ngeblog pertama kali. Saya dulu memulai blog pada domain blog.com yang kemudian terbengkalai tidak diperbarui lagi. Mulai sekitar bulan Oktober 2005-lah, saya aktif di Multiply dan hingga medio 2012 saya setia di sana. Setelah itu, sempat mencoba beberapa platform blog lain, hingga kemudian lebih mantap di wordpress sekarang ini.

Apa manfaat nge-blog menurut Anda?

Manfaat blog itu tergantung dari apa yang telah dibagikan oleh blogger dalam setiap postingannya. Dengan gaya menulis saya yang seperti ini, saya dapati manfaat blog itu sebagai penyalur pikiran dan perasaan saya akan sesuatu yang saya alami. Yah, sederhananya sebagai tempat curhatlah :D. Selain itu juga, blog saya juga bermanfaat sebagai perekam memori saya akan momen-momen yang sangat berkenang dalam hidup saya dan saya jadikan blog sebagai dokumentasi untuk hal itu.

Pernahkah Anda mendapatkan kebahagiaan atau kesedihan karena nge-blog? Tentang apa itu?

Pernah tentunya dan ini saya alami saat aktif di Multiply. Kesedihan karena ngeblog itu yang saya sangat ingat itu akan dua hal, saat ada kabar Multiply hendak menonaktifkan fitur blognya (ini sempat menjadikan saya enggan ngeblog dalam waktu yang lama) dan adanya satu postingan blog saya yang salah dipahami oleh banyak teman saya sehingga perlu ada klarifikasi untuk itu. Mengenai kebahagiaan, yang jelas sangat teringat adalah pada kesempatan berjumpa langsung dengan kawan-kawan kontak blogger (kopdar). Semua kopdar memiliki cerita uniknya masing-masing dan menjadi kebahagiaan yang terwujud karena ngeblog.

Apa pekerjaan impian Anda?

Sekarang ini saya mempunyai impian untuk menjadi penulis buku yang bergenre pada pelajaran-pelajaran hikmah kehidupan. Kira-kira sama genrenya seperti bukunya Mas Rifki, Jejak-jejak yang Terserak. Selain itu, saya berharap ada perkembangan karir yang signifikan dan berpengaruh luas pada bidang perbendaharaan.

Apa makanan favorit Anda?

Kalau makanan favorit, dari lauk yang saya sukai adalah variasi dari masakan ayam, entah itu digoreng, dibakar, atau bentuk lainnya. Sebenarnya sih saya bukan tipikal penikmat kuliner yang sering berkelana mencicip masakan, saya termasuk tipe rumahan yang memfavoritkan masakan ibu saya sebagai masakan yang terenak versi saya mau apa pun itu bentuk makanannya :). Kalau cemilan saya cenderung suka yang renyah dan kriuk-kriuk, seperti variasi keripik, gorengan, dan sebagainya.

Apakah tempat yang paling sering Anda kunjungi untuk refreshing?

Semenjak saya merantau di daerah yang geografisnya berupa pantai, mulai saat itulah saya menyukai pantai sebagai tempat untuk menyegarkan diri dari kepenatan rutinitas pekerjaan. Apalagi di sana, untuk pergi ke pantai tidak perlu susah payah, cukup mudah dijangkau. Pantai yang sering saya kunjungi adalah Pantai Carocok, pantai yang sudah cukup masyhur namanya.

Apa judul buku atau film yang paling berkesan bagi Anda?

Karena saya adalah penggandrung sinema Hindi, tentu film yang berkesan bagi saya adalah film Hindi juga. Ada dua, yaitu Devdas dan Raanjhanaa. Keduanya bergenre love tragedy dan aktingnya menurut saya betul-betul dihayati. Untuk selain film Hindi, ada film The Kite Runner dan Pursuit of Happyness yang juga sangat menyentuh. Mengenai buku, kesannya hampir sama, sehingga sulit saya tentukan mana yang paling berkesan. Genre buku yang saya minati adalah buku tentang hikmah-hikmah Islami, fiksi klasik, dan kadang juga hal-hal lain yang pada saat saya membacanya saya sedang membutuhkan untuk mengetahuinya.

Kapan momen terindah dalam hidup Anda?

Saya belum bisa menjadikan suatu momen tertentu menjadi yang paling indah buat saya. Kalaupun mengurai memori kembali, maka saat-saat di mana saya mencapai penghargaan atas capaian prestasi saya itulah yang menjadi momen terindah. Seperti dulu berkesempatan menjadi finalis kompetisi nasional dan finalis lomba tulisan pada instansi saya, walau tidak menjadi pemenang, tetapi mengikuti rangkaian acara dalam selebrasi kompetisi itu terasa begitu membanggakan. Selain itu juga, momen indah yang saya alami adalah menjadi wali mbak saya untuk menikahkannya.

Kapan momen terburuk dalam hidup Anda?

Ada dua momen tak menyenangkan yang saya pernah alami. Momen pertama adalah saat bimbangnya saya menentukan pendidikan tinggi lanjutan mana yang saya pilih. Momen kedua adalah saat saya tidak merasakan nyaman tinggal di salah satu kerabat jauh saya karena pertikaian keluarga yang selalu diungkit-ungkit kembali.

Tuliskan satu hal yang ingin kalian wujudkan di tahun ini?

Dengan status masih single-nya saya saat ini, sederhana saja keinginan untuk tahun ini yang semoga dapat diwujudkan, yaitu dapat menggenapkan separuh agama dengan jodoh yang terbaik untuk saya. Prioritas kedua setelah keinginan ini adalah melanjutkan pendidikan sarjana untuk lebih mengasah kemampuan akademis kembali. Mohon doanya agar dapat lancar tercapai :D.

Apa hal-hal yang meningkatkan semangat dan motivasi kalian?

Saya termasuk orang yang sangat mudah dipengaruhi oleh lingkungan. Maka, untuk dapat meningkatkan semangat dan motivasi, saya harus bergabung dengan lingkungan yang tepat dan mendukung saya dalam setiap perjuangan dalam mencapai tujuan. Saya juga termasuk orang yang mempunyai soundtrack lagu-lagu di saat-saat yang tepat, sehingga kalau sedang mengerjakan sesuatu diiringi dengan lagu yang pas, maka bisa meningkatkan semangat dan motivasi.

Melanjutkan Sebelas Hal

Seperti biasanya, khasnya postingan saya di era Multiply dulu, postingan ini rasanya sudah terlampau panjang isinya. Mohon maaf jika membuat kelelahan dalam membacanya :D. Postingan semacam ini sangat menggelitik saya untuk mengurai lebih rinci lagi hal-hal yang bisa saya bahas dan merangkumnya lebih singkat lagi malah menjadi hal yang susah.

Nah, untuk bagian ketiga dari award ini, rasanya saya tidak akan mengkhususkan pekerjaan berantai ini pada kontak tertentu. Jika ada yang sudah membaca postingan ini dan tertarik untuk membuatnya, silakan saja. Saya sangat mengharapkan setiap pembaca postingan saya akan melakukan balasan yang serupa, sehingga kita dapat lebih mengenali karakter masing-masing sebagai manfaat dari ajang seperti ini. Mengenai sebelas pertanyaan yang hendak diajukan, sepertinya pertanyaan dari mas Rifki ini saya teruskan kembali sama persis untuk dapat dijawab bagi yang menghendaki. Selamat mengerjakan 🙂

Iklan

15 thoughts on “[PR] The Liebster Award: Tentang Sebelas Hal

  1. terima kasih udah bikin postingannya, nas 😀

    soal pelajaran kimia, kebalikan dengan saya. saya nggak suka kimia. satu-satunya nilai lima di raport adanya di pelajaran kimia.

    soal masuk STAN, cuma itu pilihan saya… UMPTN nggak lolos 😀

    ikut mendoakan semoga cita-cita menggenapkan agama segera terwujud. aamiin

    • Tahu juga saya gimana tuh bisa kepincut sama kimia.. kejadian aja gitu terus lebih didalemi jadilah seneng…

      Wah kalau gitu mas Rifki sgt ditakdirkan dgn STAN dong :-)..

      Makasih mas udah mendoakan.. Allahumma aamiin

  2. salam kenal.
    Liebster award semacam award berantai, saya juga dapat.
    tapi belum diposting di blog.
    kalo dulu jaman friendster yang semacam ini biasa diposting di bulletin board 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s