menjalani seperempat abad

Usia akan terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Tahun demi tahun telah dilalui. Ada berbagai kenangan yang ada dalam memori. Suka duka semuanya telah tersimpan, ada yang masih teringat, ada juga yang sudah terlupakan.

Seperempat abad. Angka tahun inilah yang sekarang dihadapi. Tak ada yang perlu diistimewakan sebenarnya dengan kondisi sekarang ini. Semua orang jika memang masih diberi kesempatan juga akan mencapai angka tahun ini. Yang memberikan perbedaan kentara tampak adalah bagaimana kedewasaan karakter yang prosesnya tidaklah sama untuk semua orang.

Sudah matangkah cara berpikir? Sudah bijakkah dalam mengambil keputusan? Sudah mampukah lebih teratur dalam mengendalikan diri?

Serangkaian pertanyaan itulah yang menjadi bahan introspeksi pada capaian umur sekarang ini. Agaknya hal inilah yang lebih membuat risau dan mempertanyakan kesesuaian serta kepantasan menyandang tahapan umur ini.

Saat seperti ini juga menjadi momentum yang dapat diambil untuk mengevaluasi capaian-capaian target dalam hidup. Jika ada yang belum dicapai, apa yang mesti perlu diperbaiki atau lebih ditingkatkan lagi usahanya. Kesabaran juga perlu lebih ditekankan karena dalam setiap apa pun itu kesemuanya membutuhkan proses dan waktu yang bisa jadi berlangsung lama.

Apa pun yang telah terjadi dalam setiap adegan hidup yang telah mengantarkan pada rentang waktu selama ini adalah hal yang patut disyukuri. Masih ada kesempatan yang diberikan Tuhan untuk lebih memberdayakan hidup ini. Semoga selalu ada keberkahan yang menyertai selanjutnya. Ada ketangguhan yang lebih kuat untuk menyertai pada masa-masa sulit nantinya.

Pada apa yang telah dilalui, sangat berterima kasih kepada orang-orang terdekat yang telah memberikan kenangan dan pembelajaran berharga. Semoga doa kebaikan yang menyertai pada capaian ini dikabulkan dan menjadi penyemangat lebih untuk dapat menjadikannya nyata ada pada diri.

Dua puluh lima adalah angka yang masih terus berjalan. Rentang usia merupakan hal yang terbatas. Entah masih lamakah lagi sisa waktu yang ada ataukah hanya sebentar saja? Yang jelas, pada simpulannya, mau seberapa lama pun itu kesempatan hidup, kebermanfaatan hidup dengan setiap peran yang diemban haruslah semakin dihayati.

(Painan, 21 Mei 2014)

Iklan

27 thoughts on “menjalani seperempat abad

    • wahai uda haryo.. baru nongol sekarang nih… kemane aje, uda? sibuk banget yo?

      ora apa2 lah nek telat.. sing penting dongane aelah πŸ™‚ Allahumaa aamiin.. ternuwun

      • Tidak sibuk sama sekali Nas, kuliah sudah selesai sejak bulan Februari. Sekarang masih terlalu banyak waktu luang.. hehe, bagaimana kabarnya di Painan Uda?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s