tak bisa sepenuhnya bergabung

Mereka bergabung mengumpul dan tampak disibukkan dengan urusan mereka sendiri. Dunia mereka seakan begitu khusus dan terasa aura yang begitu membumbung tinggi di sekitar mereka. Aura kebaikan yang teramat sangat. Aura yang seharusnya membuatku tak perlu segan atau terlalu berpikir panjang untuk bergabung dengan mereka.

Akan tetapi, seketika mendekatinya dan menjejak langkah bergabung dengan mereka itu, muncul perasaan aneh yang mengganjal. Perbedaan lingkungan langsung terasa kontras. Tidak seperti biasanya yang dihadapi. Ketidaknyamanan malah yang kemudian terjadi. Aku tak bisa sepenuhnya bergabung dengan mereka.

Bergelut pemikiran kemudian. Apa yang menyebabkan hal demikian bisa terjadi? Apa aku terlampau berbeda dengan mereka dan belum dapat terbiasa menyesuaikannya? Apa memang mereka bukanlah kalangan yang tepat untuk aku bergabung di dalamnya? Kebaikan yang teramat sangat dari mereka ini timpang dengan aura yang ada pada diri. Tidak harmonis dan selaras. Sederhananya dapat dikatakan seperti itu.

Padahal keinginan bergabung dengan mereka itu ada sebenarnya. Mereka, orang-orang baik ini, sepatutnya diposisikan seakan kerabat yang dekat. Bergabung dengan orang-orang baik adalah hal yang penting agar tidak tergerus pada arus hidup yang salah.

Aku pun menyimpulkan memang begitu sedikitnya kesempatan yang pernah ada untuk dapat bergabung dengan mereka yang semacam ini. Aku begitu disibukkan dan dialihkan pada hal-hal yang begitu berorientasi pada kehidupan sendiri. Tak sempat berpikir dan merasa perlu untuk melibatkan diri secara intens untuk bergabung.

Sebenarnya, sederhananya, ini semua adalah persoalan tentang bagaimana menyesuaikan dan membiasakan. Canggung itu akan ada, tapi ia akan memudar dengan sendirinya. Hal tentang suka dan tidak suka yang boleh jadi berbeda pandangan juga tak perlu sebegitunya dipikirkan. Tak perlu juga menjadi sosok yang lain, tunjukkan apa adanya karakter diri walau tak akan sebanding dengan kebaikan yang mereka tampakkan.

Bergabung dengan mereka itu perlu. Itu harus dipahami betul. Menyendiri, mengucilkan diri, dan sama sekali memisahkan dari siapa pun itu akan berdampak buruk. Siapa yang akan mengingatkan diri jika ada salah? Siapa yang akan memberi inspirasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik? Maka, dengan mereka ini yang jelas tujuannya pada kebaikan, tak boleh ada ragu untuk bergabung. Walau terasa timpang berbeda begitu sangat, mereka seharusnya yang menjadi kawan dan tempat untuk selalu berkumpul serta menguatkan dalam kebaikan…

(Painan, 15 Mei 2014)

Iklan

9 thoughts on “tak bisa sepenuhnya bergabung

    • saya baru pengen bisa bergabung dengan para kalangan suami dulu nih, mas, walau ya udah pada jadi bapak2, tapi belum keburu gitulah 😀

      well, setiap orang tak bisa disamakan kan ya rentang waktu prosesnya
      semoga dipermudahkan untuk dikabulkan keinginannya 🙂

  1. seringkali juga ngerasa lain sendiri jika mesti berbaur. ngerasa asing, dan malah ngejaga agar tetap berada di luar lingkaran padahal pilihan untuk membaur dan menyesuaikan itu selalu ada dan tersedia. setiap kali pilihan itu memanggil, selalu keputusan sama yang diambil: menjauh dan kembali asing untuk alasan yang entah apa. mungkin mereka itu minyak, dan aku ini air. orang baik akan betah berbaur dengan sesamanya.

    • takutnya kan ya itu.. apa emang udah gak bisa berbaur karena saking bedanya… tapi kan beda itu tidak menjadi alasan sebenarnya to untuk bisa harmonis kompak (kompak kan ndak mesti harus setipe).. asal ya ada satu kesamaan paham yang mendasar dulu ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s