suka atau tidak suka

Rupanya masalah suka dan tak suka bisa berubah menjadi serumit ini jika terlampaui merasai apa yang terjadi atas suatu hal.

Ketidaksukaan yang tak terkendali maka ia akan berganti wujud menjadi perasaan jelek lainnya. Ia dapat beralih menjadi kekecewaan yang begitu terasa membekas dan sulit untuk memaafkan. Ia bisa saja menimbulkan amarah yang meletup-letup menolak atas ketidaksukaan yang jelas di hadapan. Pada satu kemungkinan lainnya, ia juga sangat berbahaya karena memicu permusuhan sengit yang terus saling menyerang.

Kerumitan itulah yang perlu dihindari. Tidak suka itu sangat wajar terjadi. Tak semua hal itu adalah hal yang sesuai dengan keinginan. Akan tetapi, rasa tidak suka ada pada batas yang dimaklumi dan jangan sampai menimbulkan kekecewaan, amarah, bahkan pun  permusuhan.

Rasa suka juga bukanlah sesuatu yang kemudian lazimnya selalu harus ada. Satu rasa yang ini juga ada batas-batas yang jangan sampai terlewati. Suka itu rentan membuat orang membumbung tinggi dalam kebahagiaan terperi, namun tak selalu rasa semenyenangkan ini memberikan kenikmatan hakiki. Apalagi suka untuk hal yang adalah awang-awang angan belaka. Pahit realita akan menjatuhkannya sedemikian keras dari kebahagiaan tak terperi. Suka itu bagaimanapun menyenangkannya, ia bisa membutakan, mengaburkan hal yang sebenarnya lebih patut untuk diperhatikan.

Rasa suka adalah hal yang membuat semakin erat dan dekat dengan apa-apa yang membuat diri merasa begitu senang. Hal itu adalah keniscayaan yang semua orang rasakan. Namun, hal yang disukai belum tentu hal yang baik dan benar untuk diri. Jika rupanya hal dan tingkah yang jelek menjadi suatu yang disukai, maka kesukaan adalah perusak yang nyata.

Suka dan tidak suka, dua sisi berkebalikan yang selalu ada, berseberangan arah dalam menilai sesuatu. Ini adalah tentang rasa, yang mana penilaian diri begitu subyektif. Semua orang tidak akan bisa sama persis dalam komentarnya tentang suka atau tidak suka.

Ketika bersikukuh mempertahankan pendapat atas perasaan semacam ini, tenang dan pikirkan dengan baik-baik. Yakinkan benar dalam benak alasan logis apa yang digunakan untuk menilai suka-tidak sukanya sesuatu. Jika hanyalah suatu perasaan yang muncul dengan alasan yang lemah, buat apalah konyol tetap bertahan dan tidak menerima pendapat orang lain.

Sangat sering terjadi jika apa yang disukai ternyata adalah apa yang tidak disukai oleh yang lain. Begitu juga sebaliknya, apa yang tidak disukai malah menjadi apa yang disukai orang lain. Di sinilah perlu kedewasaan berpikir dan menetralisasi deras arus perasaan yang condong pada satu sisi.

Saling menghargai adalah kunci utamanya. Perkara suka atau tidak suka bukanlah suatu masalah jika semua paham dengan benar dan dapat saling menghargai serta memaklumi kondisi masing-masing. Ya, pada satu sisi yang berkebalikan itu, suka atau tidak suka adalah hal yang terus ada selama manusia selalu menilai tentang apa-apa yang ia hadapi dalam hidupnya juga.

(Painan, 8 Mei 2014)

Iklan

8 thoughts on “suka atau tidak suka

  1. rasanya udah lama gak lama nulis yang kayak gini nas. entah deh, sekarang lebih banyak tertarik buat nulis fiksi. hehe. sekarang lagi memulai lagi update nulis nih tiap hari

    tentang tulisan di atas, jadi inget salah satu idola. ia paling menghindari istilah suka dan tidak suka, karena pasti ada faktor emosi yang bermain di dalamnya. Ia selalu berusaha menilai sesuatu dari benar atau tidak benarnya

    • itulah kerasa banget nih sekarang euy.. mempermasalahkan suka atau ndak buat diri sendiri dan juga orang lain… eh komentarku muncul kan di postinganmu terbaru? ragu tadi submit commentnya dah bener ndak

      • itu mah dari hadits 😀
        kalau nggak salah bunyinya :
        cintailah sesuatu sekedarnya saja, sebab bisa jadi suatu ketika sesuatu itu menjadi yang kau benci, bencilah sesuatu sekedarnya saja, sebab bisa jadi suatu ketika sesuatu itu menjadi yang kau cintai,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s