semarak perayaan festival langkisau pesisir selatan

Setiap tahunnya, Kabupaten Pesisir Selatan mengadakan perayaan Festival Langkisau sebagai ajang hiburan, wisata, dan budaya yang mengangkat keunikan daerah yang satu ini. Festival yang dinamai dengan nama bukit yang namanya terkenal di Pesisir Selatan ini menjadi salah satu agenda yang menarik dengan perpaduan beberapa acara pada rentang waktu pelaksanaan festival selama sekitar seminggu. Pada festival ini, pertunjukan seni budaya, perlombaan olahraga, pameran hasil kerajinan masyarakat, dan masih banyak hal lainnya dapat ditemukan dan lebih mengenalkan lagi apa yang istimewa dari Pesisir Selatan.

Pertama kali saya mengikuti Festival Langkisau adalah saat awal-awal saya baru saja ditugaskan di Painan. Pada bulan Juni tahun 2011 itulah saya mendapati semacam pesta rakyatnya Kabupaten Pesisir Selatan yang diadakan di Gelanggang Olahraga Stadion Ilyas Yacob. Semula saya tidak menyangka pada kota kecil yang biasanya sepi di malam hari ini tiba-tiba berubah menjadi kota yang hingar bingar dengan kemeriahan suasana. Padatnya jalanan dipenuhi oleh tumpah ruahnya masyarakat yang mengunjungi dan berbagai macam tenda-tenda didirikan di sekitar. Memasuki area utama festival, terdapat panggung pementasan dan sejumlah stand-stand pameran yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, seperti UKM masyarakat, dinas-dinas pemerintahan, kecamatan, perbankan, dan lain sebagainya. Keramaian ini adalah hal yang jarang ditemui di sini dan bagi saya yang baru pertama kali merasakannya tentu tak ingin melewatkan momen-momen istimewa dari pelaksanaan festival ini.

Di tahun 2014 sekarang ini, sudah empat kali dari sejak saya berada di Painan untuk melihat dan menonton bagaimana Festival Langkisau ini berlangsung. Tahun 2011 menjadi tahun yang memperkenalkan saya dengan ajang ini dan saya masih ingat benar bagaimana antusiasnya saya mencari tahu apa yang menarik dari kegiatan ini. Tahun 2012 bersama teman dekat sekantor, saya lebih mengeksplorasi lagi keunikan-keunikan yang tersaji pada festival ini. Di tahun selanjutnya, 2013, terjadi perubahan lokasi tempat kegiatan yang semula berada di GOR Ilyas Yacob pindah tempat ke Pantai Carocok yang baru saja direklamasi. Ajang festival pada tahun ini juga bersamaan dan diawali dengan KPDT (Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal) Expo 2013. Hingga akhirnya untuk kali keempat saya masih dapat mengunjungi kegiatan tahunan ini kembali dan tentunya saya mengharapkan hal yang lebih istimewa lagi daripada penyelenggaraan di tahun sebelumnya.

P1030085
tarian piring festival langkisau 2011

Mengingat kenangan saya akan Festival Langkisau ini, yang selalu menjadi daya tarik bagi saya adalah pementasan seni budayanya. Kalaulah tidak ada kegiatan ini, boleh dibilang ajang festival yang satu ini tak ubahnya hanya seperti pesta rakyat atau pesta malam yang lazimnya ada di berbagai kota. Pada festival inilah, saya untuk pertama kalinya menyaksikan langsung salah satu pentas tari yang tersohor dari budaya Minang, yaitu Tari Piring. Anak-anak muda dengan lincah dan kompaknya menarikan gerakan gesit hingga piring yang mereka pegang seakan-akan lengket pada telapak tangan mereka dan tak pernah jatuh. Dendang musik tradisional pengiring dari tarian ini juga menjadi suguhan menarik dan membuat saya tak bisa beralih pandang dari pementasan Tari Piring ini.

Tak hanya Tari Piring saja yang saya dapati, ada juga tarian dari budaya Minang lainnya yang bisa ditonton selama festival ini. Bahkan, pada beberapa kesempatan, diundang juga tamu dari kabupaten lainnya, seperti Solok dan Sawahlunto yang menjadi langganan festival ini untuk mempertunjukkan tarian khas daerah-daerah ini. Pekan Seni Budaya pada Festival Langkisau juga diisi dengan bentuk ragam kesenian daerah lainnya seperti pementasan Rabab (alat musik khas Pesisir seperti Rebab gamelan jawa atau biola tradisional), tarian berkelompok Randai, debus, dan lainnya. Hal semacam inilah yang sangat patut diapresiasi dari penyelenggaraan Festival Langkisau. Ajang ini memberikan kesempatan untuk lebih memperkenalkan budaya Minang kepada khalayak luas dan tentu ini menjadi bukti bahwa kebudayaan setempat masih dijunjung tinggi dan dipertahankan keasliannya.

P1140226
terjun paralayang dari puncak langkisau

Festival ini juga menjadi kesempatan pertama kalinya bagi saya untuk melihat bagaimana atraksi paralayang terjun dari Puncak Bukit Langkisau. Dalam salah satu item acara Festival Langkisau, diagendakan juga perlombaan olahraga paralayang. Puncak Langkisau yang sudah terkenal dengan aktivitas olahraga paralayang ini menyajikan pemandangan indah dari atas bukit yang diramaikan oleh satu demi satu paralayang yang terbang melayang menurun hingga Pantai Salido. Jelasnya dengan nama yang disandang oleh festival ini, panorama Bukit Langkisau dan segala macam atraksi yang berhubungan dengannya tak bisa ditinggalkan dan harus menjadi bagian yang selalu ada pada Festival Langkisau.

Berbicara lebih lanjut tentang kegiatan olahraga yang menjadi rangkaian acara Festival Langkisau, item Selaju Sampan yang baru saya ketahui pada Festival Langkisau Tahun 2012 juga menjadi suguhan yang patut disaksikan. Selaju sampan merupakan perlombaan mendayung perahu sampan dalam jarak dekat dan berlangsung pada perairan tenang Teluk Painan. Pada lomba yang satu ini, tampak bagaimana kekompakan dan semangat berpacu dari tim peserta terlihat selama berlangsungnya lomba. Mereka berpacu mengayuh dayung sekuat dan secepat mungkin agar bisa sampai ke garis akhir dan menjadi pemenang. Sorak sorai penonton saat kedua tim hampir mendekati garis akhir begitu ramai dan masing-masing menyoraki tim yang menjadi andalannya. Keriuhan ini yang meramaikan suasana dan menjadikan Selaju Sampan termasuk kegiatan yang menarik untuk ditonton.

P1100410
perlombaan selaju sampan festival langkisau 2012

Dengan diusungnya tema yang sarat akan pengenalan budaya dan pariwisata, pada item acara Festival Langkisau juga diselenggarakan pemilihan Uda dan Uni Pesisir Selatan sebagai duta pariwisata Kabupaten Pesisir Selatan. Kontes yang satu ini menyaring para muda-mudi asli dari Pesisir Selatan untuk berlomba mempromosikan potensi wisata Pesisir Selatan. Item acara yang satu ini selalu menyedot perhatian banyak pengunjung dan oleh karenanya selalu dijadikan bagian penghujung penutup dari rangkaian Festival Langkisau. Grand Final Uda dan Uni Pesisir Selatan menjadi pementasan yang unik dengan diwajibkannya peserta lomba mengenakan busana daerah khas Minang lengkap dengan aksesorisnya termasuk untuk wanita dengan mahkota yang besar itu. Walaupun berjalannya acara ini menurut saya pribadi terkesan klise sebagaimana lazimnya pemilihan duta pariwisata, dengan diselingi pementasan tari atau nyanyian dendang khas Minang, tetaplah acara yang satu ini juga termasuk acara yang layak ditonton.

Beragamnya item kegiatan yang tersaji pada Festival Langkisau menunjukkan bahwa acara semacam ini menjadi hajatan penting yang tak boleh terlewatkan selama singgah di Pesisir Selatan. Potensinya yang mampu menarik perhatian banyak masyarakat menjadikannya acara yang strategis dan pada beberapa kali penyelenggaraannya dibarengi dengan kegiatan lainnya yang lebih semarak lagi. Seperti pada Festival Langkisau Tahun 2012, untuk pertama kalinya Pesisir Selatan menjadi tuan rumah yang dilewati pada jalur perlombaan sepeda yang sudah mendunia, yaitu Tour de Singkarak. Semarak Festival Langkisau yang saat itu tengah berlangsung di GOR Ilyas Yacob dialihkan ke ruas jalan depan Rumah Dinas Bupati. Di tempat itulah yang menjadi garis akhir etape VI Tour de Singkarak dari Pariaman hingga Painan dan seusainya seluruh pebalap tiba di Painan disambut dengan pagelaran meriah tarian sambutan yang ramai. Pada Festival Langkisau Tahun 2013, Painan juga ditunjuk sebagai salah satu kota penyelenggaraan KPDT Expo 2013. Adanya KPDT Expo ini menjadikan lebih banyak lagi stand-stand pameran yang ada di Festival Langkisau dan diikuti serta dipublikasikan lebih luas lagi tak hanya di Sumatera Barat, tetapi cangkupannya sudah menasional.

P1100280
tarian sambutan finish etape VI Tour de Singkarak 2012

Pada tahun 2014 ini, Festival Langkisau berlangsung dari tanggal 15 hingga 22 April 2014. Penyelenggaraan festival ini sebelumnya diadakan berkisar pada bulan Juni setiap tahunnya. Namun untuk lebih mendapatkan momentum perayaan yang tepat, maka sejak tahun 2013, Festival Langkisau diajukan pelaksanaannya pada bulan April bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Pesisir Selatan setiap tahunnya. Pada tahun keempat kesempatan saya mengikutinya, tampak ada sejumlah peningkatan kualitas dari penyelenggaraan di tahun sebelumnya. Walaupun memang tetap saja ada beberapa fasilitas yang masih perlu dibenahi seperti tidak beraturannya tempat parkir dan lalu lintas di sekitar tempat acara dan beceknya jalanan tanah yang disusuri pada area kegiatan.

Kegiatan Festival Langkisau di tahun 2014 baru saja berlangsung dan pada hari pertama saya menyambanginya semarak keramaian masih identik dengan acara yang satu ini. Acara ini menjadi momen yang tepat untuk merayakan hari jadi Pesisir Selatan dan membuat masyarakatnya merasakan keramaian meriah kota Painan yang kecil dan biasanya sepi ini. Harapannya acara semacam ini dengan pertunjukan identitas budaya yang khas dan hal-hal unik lainnya dari Pesisir Selatan ini lebih dapat dieksplorasi dan ditampilkan tidak hanya untuk masyarakat Pesisir Selatannya saja, tetapi untuk khalayak yang lebih luas. Festival Langkisau menjadi momen yang strategis untuk mengenalkan keunikan daerah Pesisir Selatan dan lebih menarik para wisatawan untuk datang dan berkunjung di sini.

Pada kali keempat penyelenggaraan festival ini, selalu saja ada hal baru yang saya temui dari Pesisir Selatan. Ya, Pesisir Selatan adalah daerah yang sudah tidak diragukan lagi keindahannya. Alamnya menyajikan pemandangan menyejukkan, budayanya masih terus langgeng dilestarikan dengan berbagai identitas khasnya, dan sarana olahraga yang khas seperti paralayang dan selaju sampan dapat ditemui di sini. Festival Langkisau menjadi ajang pesta rakyat yang menggabungkan ketiga faktor tersebut dan semarak perayaan yang didapati dari kegiatan semacam ini adalah hal yang menjadikan saya masih dapat terus terpesona akan keunikannya. Dirgahayu Pesisir Selatan, Semoga Terus Maju!

Iklan

12 thoughts on “semarak perayaan festival langkisau pesisir selatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s