menata kembali

Aku menghilang belakangan waktu ini. Bukan karena aku begitu tersibukkan oleh urusan yang aku hadapi dalam keseharian. Bukan karena aku terlampau mengabaikan apa-apa yang sebelumnya sudah menjadi kebiasaan untuk mengungkapkan segala curahan pikiran. Bukan tentang betapa aku tak lagi membutuhkan untuk melakukan hal semacam itu. Tapi sungguh sebenarnya begitu sangat ingin melakukannya kembali, mencurahkan kembali, dan menuntaskan kesemuanya agar tak menjadi beban pengganjal terus menerus.

Aku kacau. Aku merasakannya teramat sangat. Belakangan ini terlalu banyak hal yang terjadi di luar kendali. Melarutkan diri jauh ke dalam pusaran yang mengelukan perasaan dan pikiran. Seakan tak ada kekuatan untuk bisa bangkit, padahal sebenarnya jika berkehendak lebih kuat lagi, tak perlu bersibuk ria dengan kegalauan semacam itu. Aku terbawa jauh tergelayuti oleh perasaan yang mengada-ada. Sulit mengedepankan logika. Entah.

Masa depan itu memang misteri. Siapa yang bakal tahu akan jadi seperti apa keesokan hari dan seterusnya. Masa lalu juga memberikan kenangan yang membekas dengan segenap kesannya. Dua hal inilah yang rupanya membuat perasaan dan pikiran berkecamuk. Hingga kemudian tak disempatkan sekalipun untuk memikirkan apa yang nyata-nyata dihadapi pada sekarang ini. Masa depan dan masa lalu adalah angan yang membayang dan ada batas-batas yang merintangi agar ia tak terlalu menjadi beban untuk sebegitunya digusarkan. Dan aku sudah terlampau melewati batas itu.

Sejenak waktu yang dibutuhkan. Pada sekarang ini tentunya. Untuk benar-benar memutuskan dari lingkaran pergelutan apa yang sebenarnya hanyalah angan belaka. Menegaskan dengan sepenuh hentakan pada kesadaran diri. Ingat sekaranglah yang perlu lebih diperhatikan. Apa yang sekarang ini jelas-jelas membutuhkan perlakuan aksi untuk ditinggalkan, diperbaiki, ataupun ditingkatkan, lakukan! Menata kembali adalah hal yang mau tak mau menjadi tuntutan dan bagaimanapun juga dalam sejenak waktu ini harus bisa tuntas.

(Painan, 7 April 2014)

Iklan

4 thoughts on “menata kembali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s