belitungnya pesisir selatan, bebatuan indah batu kalang

Belitung sudah begitu terkenal dengan bebatuan indahnya yang tampil pada layar sinema film “Laskar Pelangi”. Bebatuannya yang besar-besar dan terserak pada sepanjang pantai pulau ini menjadi pesona daya tarik para pelancong untuk mengunjunginya. Fenomena alam seperti ini tak selalu dapat ditemukan di tempat lain, namun daerah Pesisir Selatan rupanya memiliki susunan bebatuan yang mirip dan bisa membuat orang terpesona akannya. Batu Kalang, salah satu pantai di Pesisir Selatan inilah yang bisa dikatakan sebagai Belitungnya Pesisir Selatan tanpa perlu pergi ke Belitung untuk dapat melihat susunan bebatuan alamiah yang indah ini.

bk1 Saya sebenarnya belum berkesempatan untuk berwisata ke Belitung untuk dapat melihat langsung keindahan alam pantainya yang sudah menjadi perbincangan banyak orang. Belitung dengan keunikan pesona alam berupa bebatuan adalah penarik orang untuk mengunjunginya. Kalau suatu saat ada kesempatan bertandang ke pulau yang satu ini, tentu saya akan menyempatkan untuk mengabadikan momen berada di tempat yang indah itu. Namun, saat berada di Ranah Minang ini, rupanya tak perlu merepotkan saya untuk dapat menikmati pesona bebatuan alam serupa yang dimiliki Belitung itu. Saya mendapatkan kabar bahwa ada Belitungnya Pesisir Selatan yang harus dikunjungi selama masih berada di tempat rantau saya ini. Belitungnya Pesisir Selatan itu adalah Pantai Batu Kalang yang terletak di daerah Tarusan.

Daerah Tarusan memang dikenal sebagai tempat yang masih menyimpan berbagai pesona alam yang belum ter-ekspose ke khalayak umum. Belum banyak orang yang mengabarkan tentang pesonanya dan penduduk lokal sendiri kebanyakan masih belum memahami pesona alam yang sebenarnya mampu menarik orang mengunjunginya di tempat mereka sendiri. Ada Mandeh dengan panorama sebaran pulau-pulau yang dapat dinikmati dari kejauhan, ada Cubadak yang menyajikan karang-karang cantik untuk diselami, ada pulau-pulau kecil lainnya yang belum terjamah dan juga belantara alami hutan lindung di sana. Tentunya Batu Kalang tidak bisa ditinggalkan dalam daftar potensi wisata yang ada di Tarusan ini.

bk3Batu Kalang sendiri merupakan salah satu dari sekian banyaknya objek wisata Tarusan yang relatif mudah untuk dijangkau. Tidak seperti objek lainnya yang masih membutuhkan kemudahan akses untuk dapat mengunjunginya, jalanan menuju tempat ini masih terhitung mudah dijangkau dan tidak akan membuat tersesat bagi yang pertama kali menujunya. Dari kota Padang, daerah Tarusan berjarak sekitar 1 jam perjalanan dengan kendaraan mobil sebelum memasuki daerah Painan. Tarusan merupakan kota kecamatan terdekat dengan kota Padang di Pesisir Selatan. Pada jalur pertigaan utama yang disebut dengan Simpang Tarusan dari daerah ini ambil arah ke kanan (jika berangkat dari Padang) dan ikuti satu-satunya jalan yang sudah ada hingga menuju percabangan. Pada percabangan yang ditandai dengan semacam gardu pintu masuk yang masih dibangun, ambil arah kiri dan melaju hingga ujung buntu jalan. Pada ujung buntu jalan inilah, akan ditemukan pantai dengan garis pesisir yang panjang dan itulah Pantai Batu Kalang. Dari Simpang Tarusan hingga sampai ke pantai dibutuhkan waktu hanya sekitar 15 menit perjalanan mobil.

Rasa penasaranlah yang membuat saya tergerak untuk melihat langsung pesona dari Batu Kalang ini. Dari cerita yang saya dengar sebelumnya juga memang banyak yang menyerupakan Batu Kalang ini dengan bebatuan Belitung. Namun, waktu itu saya kurang mempercayainya dan butuh menyaksikan sendiri seperti apakah wujud nyata dari pantai ini dan apakah pantas untuk diserupakan dengan Belitung yang sudah teramat terkenal di nusantara. Bersama teman saya yang sudah lama menetap di Painan, kami mencoba untuk mengunjunginya. Sebelumnya saya pernah mencoba untuk ke sana, namun karena hari sudah hampir petang, saat itu saya mengurungkan untuk benar-benar sampai di pantai tersebut, hanya sampai setengah perjalanan saja. Pada kesempatan selanjutnya, saya rencanakan sebaik mungkin agar dapat lebih leluasa menikmati pemandangan pantai ini dan alhamdulillah perjalanan saat itu berjalan dengan lancar sesuai yang diharapkan.

Jujur pada kesempatan pertama tiba di pantai ini kesan saya sebenarnya biasa-biasa saja. Pantai ini hampir serupa dengan pantai yang ada pada umumnya. Garis pantainya lumayan panjang dan menekuk seperti huruf L. Ombaknya tidak terlalu besar dan airnya relatif dangkal sehingga aman untuk direnangi. Pada beberapa lokasi terdapat warung-warung yang lazimnya ada di tempat wisata, namun masih belum begitu banyak. Dari jumlah orang yang saat itu berada di pantai ini juga terhitung sedikit. Saya sempat mengalami keraguan apakah saya sudah berada di tempat yang saya inginkan atau salah arah waktu itu.

bk2Namun, keraguan itu sirna setelah saya menemukan bebatuan indah yang menjadi daya tarik utama pantai ini. Bebatuan itu rupanya baru dapat ditemukan setelah berjalan kaki hingga ke ujung pantai sebelah barat, maka akan tampak bukit yang semakin melandai dan di bawahnya berserakan bebatuan besar berwarna kekuningan. Inilah bebatuan yang sering dibandingkan dengan bebatuan Belitung itu. Saya langsung takjub melihat fenomena alam ini. Saya tidak menyangka bebatuan besar ini masih utuh tegak kokoh bertebaran di sepanjang ujung pantai ini. Air laut saat itu relatif dangkal dan menjadikan saya mudah melewati bebatuan itu dan menikmati pemandangan yang ada. Kombinasi warna biru laut serta pasir putih ditambah dengan kuningnya bebatuan ini adalah warna alam yang begitu sempurna di mata saya. Tak jauh dari batu-batu ini juga ada beberapa pohon bakau dengan akar-akarnya yang mencuat ke permukaan dan menambah kaya kombinasi warna alam yang ada.

Itu tadi kesempatan pertama saya dapat menikmati pesona Batu Kalang ini. Pada kesempatan selanjutnya, saya mengunjunginya lagi dan mendapati air laut pada saat itu lebih surut dari sebelumnya. Ternyata dari kunjungan kedua saya ini, saya mendapati kejutan tambahan dari pantai ini. Dari ujung barat pantai ini rupanya masih bisa dilewati pada arah sebaliknya menyusuri ujung perbukitan yang melandai. Surutnya air waktu itu menjadi kemudahan bagi saya dan teman untuk dapat lebih menjelajahi apa yang istimewa dari pantai ini. Pada balik bukit ini rupanya masih ada garis pantai yang memanjang dengan pasir yang lebih halus dan putih dari pantai sebelumnya. Ujung dari garis pantai ini juga didapati tumpukan bebatuan dengan warna yang lebih gelap dan besar.

Saya sangat menikmati pemandangan yang tersaji dari pantai Batu Kalang ini. Walau sebenarnya saya belum dapat membandingkan lebih seksama antara Belitung dengan Batu Kalang, namun untuk sementara ini, tentu Batu Kalang yang sudah saya kunjungi ini menorehkan kesan yang mendalam. Kebesaran Ilahi tampak benar di pantai ini. Bebatuan ini walaupun tertanam di dalam pasir, tetapi kokoh tetap berdiri. Sapuan ombak sering menerpa bebatuan ini, apalagi kalau air laut mengalami pasang. Namun, bebatuan ini tetap berada pada posisinya masing-masing. Tersebarnya tidak beraturan ini juga yang menjadikannya lebih berseni dan terlihat indah. Kalaupun air laut pada faktanya mengikis secara perlahan bebatuan ini, tetapi inilah keajaiban alam dengan alur waktunya yang sudah teratur.

Duduk di atas batu besar yang ada di sana dan menerawang pemandangan samudera jauh di depan mata menjadi satu momen yang hanya dapat dirasakan di sini. Batu Kalang yang artinya dalam bahasa setempat sebagai batu penghalang ini sebenarnya tidaklah menghalangi orang untuk lebih merasa dekat dengan alam, justru sebaliknya, siapa pun akan dapat merenungi keagungan ciptaan Tuhan yang tersaji langsung di hadapan kita.

Bebatuan Belitung boleh jadi ternyata lebih unggul dan indah dari Batu Kalang ini. Namun, mau apa pun bentuk pesona alam yang tersaji dari keduanya itu, kalau orang yang mengunjunginya belum dapat merasakan kenikmatan pesona alam ini, maka percumalah jauh-jauh melancong ke tempat semacam ini. Bebatuan indah ini menjadi satu tanda yang seharusnya mampu membuka benak kita untuk menyadari pesona alam dan semakin merasakan kebersatuan dengannya. Dengan kebersatuan ini, akan ada kesan yang mendalam, cinta yang merekah, dan kepedulian yang tumbuh pada tempat semacam ini.

P1140774Tuhan menciptakan bumi dengan berbagai pesona dan manusia diamanahi untuk menjaga dan memeliharanya. Tempat yang indah seperti Belitung dan juga Batu Kalang yang sudah saya kunjungi ini menjadi salah satu tanggung jawab bersama dari kita untuk tetap melestarikan kekayaan alam yang ada padanya. Berwisata menjadi hal yang kerap dilakukan dengan adanya tempat semacam ini. Ya, Batu Kalang saat ini belumlah sebegitunya ramai seperti Belitung, namun jika nantinya pamornya sudah melejit dan mampu menarik banyak orang mengunjunginya, semoga saja tidak ada kerusakan yang terjadi pada pesona alam yang begitu berharga seperti Batu Kalang ini.

Iklan

2 thoughts on “belitungnya pesisir selatan, bebatuan indah batu kalang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s