takut melupakan momen

Aku takut lupa. Aku takut tak bisa mengingat lagi. Aku tak ingin kemudian tak bisa menghidupkan kembali kenangan dan memori yang begitu membekas pada jejak rekam hidup ini.

Karena tak mudah memang untuk menyimpan semua memori dan mengemasnya dalam bentuk yang mudah dibuka kembali. Satu demi satu momen berlalu dalam kisaran waktu yang cepat dan mengejar momen untuk ditangkap dan diabadikan rasanya butuh perjuangan. Ya, perlu waktu juga untuk dapat sejenak merekam kenangan itu. Itupun juga perlu menentukan bentuk apakah yang tepat untuk mengabadikan momen.

Biar berlalu saja, itu kata sebagian orang. Momen itu ada untuk dinikmati dan dirasakan. Ah, tetapi aku takut melupakannya. Kalau memang momen itu selayaknya menjadi hal yang berharga dan teristimewa, lalu dibiarkan saja tanpa ada jejak rekam yang menyertai, apakah hal ini menjadi tindakan yang tepat?

Ada orang-orang spesial yang telah menjadikan hal yang berbeda dalam hidup dengan momen bersamanya yang bisa jadi tak akan terulang kembali. Jejak rekam momen menjadi suatu upaya untuk mengenang mereka, suatu upaya untuk tidak melupakan mereka, dan bentuk terima kasih yang tak terhingga untuk mereka.

Maka, momen-momen itu kini begitu banyak yang masih abstrak di angan-angan kenangan, ia belum diejawantahkan dalam bentuk nyata yang bisa menjadi bukti sekaligus saksi bagaimana semuanya telah terjadi dan memberikan kesan yang mendalam.

Momen itu bagiku perlu diabadikan, perlu diberikan perlakuan khusus dengan pengemasan jejak rekam yang baik, dan menjadi pembelajaran berkelanjutan selama hayat dikandung. Dengan merekamnya dalam suatu tulisan, gambar, suara, atau media apa pun itu, maka momen tidak akan dapat dilupakan bahkan pun menjadi cerita bagi khalayak yang lebih luas..

(Painan, 13 Maret 2014)

Iklan

2 thoughts on “takut melupakan momen

    • betul dan sepakat banget dah mas…
      ni masih sangat amat tercecer bahkan pun ada yang baru teringat setelah sekian lama melupakan…

      jadi ngerasa kok ya dudul banget ndak ada rekaman memorinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s