membangun persahabatan

Ia ada di saat kebahagiaan melimpah ruah untuk dirayakan. Ia ada di saat duka menggelayuti dan membutuhkan penguat untuk bangkit kembali. Ia menjadi sosok yang pertama untuk membagi berbagai macam fenomena hidup. Ia adalah sahabat yang mau mengerti tentang diri dan diri juga bersedia untuk memahaminya.

Dari sekian banyak ragam kepribadian orang yang telah ditemui, di antaranya itu ada yang memiliki kecocokan dengan karakter diri. Karakter ini tak harus sama persis dengan apa yang dimiliki diri, ia bisa saja berbeda kontras. Namun, di antara keduanya menjadi saling pelengkap, penguat, dan pemberdaya.

Sesederhana itulah untuk mengartikan tentang persahabatan sebenarnya. Namun, sesederhanakah itu juga untuk dapat membangunnya?

Butuh waktu, butuh proses, dan butuh kepercayaan yang tumbuh terus tak tergoyahkan. Ikatan persahabatan itu tidak bisa muncul tiba-tiba dan mendekatkan langsung. Ada tahapan yang dilalui, ada persoalan yang tak jarang harus dihadapi, ada kesepahaman yang menjadi keharusan untuk diyakinkan. Bukan proses instan yang mana belum sebegitunya teruji seberapa kuatnya ikatan itu.

Memahami orang bukanlah perkara yang mudah. Menilai karakter seseorang juga tak bisa hanya pada permukaannya saja. Menyimpulkan sesuatu dari perilaku tak bisa hanya mengandalkan satu cara pandang belaka. Inilah pekerjaan yang perlu ditempuh dalam membangun persahabatan.

Kala perbedaan mencuat dan menimbulkan pertentangan, pada saat itulah persahabatan diuji sampai sejauh mana akan bertahan. Di sinilah letak pentingnya kesepahaman dan kepercayaan. Ketika salah satu dari keduanya ada yang diciderai, maka usailah ikatan itu.
Sahabat juga bukanlah sosok yang menuruti apa sekehendak diri. Ia tetaplah sosok yang memiliki ruang pribadinya sendiri. Dengan bersahabat, bukan berarti menguasai dan semaunya sendiri akan hidup orang lain. Persahabatan adalah hubungan dua arah bukan sepihak. Tuntutannya mengenai semua pihak, tidak bisa berat sebelah.

Seringkali tidak disadari bahwa persahabatan itu telah terjadi dengan sendirinya. Ia tentu bukan hal yang instan, ia lahir dari proses yang berlangsung dengan perlahan tapi pasti. Proses yang tak dipaksakan, terjadi mengalir begitu saja, dan kedekatan menjadi hal yang semakin menghubungkan.

Telah banyak orang spesial yang singgah pada halaman memori hidup ini. Mereka memberikan kenangan yang menorehkan kesan indah. Mengingat mereka membuat hidup begitu bermakna. Ada banyak hikmah pelajaran kehidupan dan kisah yang terjalin. Mereka adalah sahabat dan seharusnya ikatan itu terus dibangun untuk menciptakan hubungan yang lebih kokoh lagi…

(Painan, 14 Februari 2014)

Iklan

2 thoughts on “membangun persahabatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s