hati selapang samudera

Ikhlas itu perkara sederhana yang sekarang ini sedang terasa sulit untuk ditumbuhkan. Padahal tuntutan demi tuntutan yang memaksa dan mendesak itu terus saja mengganggu. Emosi mulai tidak terkendalikan dan masalah demi masalah pun bermunculan. Kalau saja sebelumnya dimulai dengan niat yang diiringi keikhlasan, sangat mungkin akan berbeda ceritanya. Tak ada keluhan yang terlontar, tak ada amarah yang asal keluar, dan juga tak ada cacian yang tidak perlu.

Ketika ada waktunya rehat sejenak dan melihat kilas balik bagaimana semuanya bermula. Ah, sungguh perkara hati yang satu ini telah menghilang mengabur dalam diri. Di mana keikhlasan itu? Di mana kekuatan yang menangkal setiap godaan berpikir yang tidak baik? Di mana hal yang mampu meringankan beban-beban menumpuk ini?

Hati ini terasa sedemikian sempitnya. Pikiran pun juga mengikuti demikian. Apa-apa saja di sekitar menjadi hal yang enggan untuk diperhatikan, bahkan pun tak hendak menyinggungnya sama sekali. Sesak untuk menjalani hidup yang rasanya tak pernah berhenti menguji sejauh mana kekuatan bertahan dari segala perkara yang menuntut.

Ikhlas akan menjadikan hati selapang samudera. Ia tiada terasa menyempitkan diri lagi. Ia adalah perkara ringan yang meringankan. Karena segala sesuatunya itu terjadi dan telah ditentukan oleh kuasa dari Sang Pencipta. Lalu, ikhlas akan membuat diri bertanya, buat apa kau persoalkan hidup dengan perasaan yang tidak baik. Ikhlaskan setiap momen yang telah terjadi itu, sambut hari-hari ke depannya dengan energi positif yang melimpah ruah dan rasakan dengan sendirinya kelapangan yang kau inginkan itu..

(Painan, 13 Februari 2014)

Iklan

2 thoughts on “hati selapang samudera

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s