agar tidak terkecoh dengan gerakan waktu

Waktu terus berjalan tak pernah mundur. Semua orang tahu akan hal itu. Maka, hari-hari yang dilalui adalah rangkaian peristiwa yang terjadi beruntutan satu hal pada lainnya. Tak pernah bisa acak melompat-lompat tak beraturan. Semuanya berjalan sesuai urutannya dan tak mungkin terlewati.

Perasaanlah yang kemudian mengatakan bahwa kehidupan berjalan lambat atau terlampau cepat. Kenyataannya waktu berjalan dengan konstan, ia tak pernah mempercepat jalannya atau sengaja memundurkannya. Perasaan hampir selalu saja bertentangan dengan logika, ada saja yang tak bisa dipahami dan diselaraskan antara keduanya. Namun, sebenarnya tak menutup celah untuk dapat mempertemukannya dan membuatnya saling melengkapi.

Maka, perasaan dan logika mempunyai pandangan berbeda akan berjalannya waktu. Perasaan akan menjadikan apa yang sebenarnya berjalan tetap berdasar logika mengabur menjadi berkecepatan berbeda-beda. Di saat seperti ini, perlu penanda yang menjadi pengingat jelas akan kecepatan waktu, sehingga dapat kembali tersadar bahwa segala sesuatunya sebenarnya masih berjalan dengan alur yang tetap.

Selain pengingat, dengan perasaan yang mampu mengubah-ubah gerak cepat berjalannya waktu itu, ada hal penting yang selalu diperhatikan agar tidak terkecoh dengan gerakan waktu ini. Hal penting itu adalah mengatur setiap kegiatan dalam jatah-jatah waktu yang ada. Manajemen waktu, sederhananya dapat dikatakan demikian.

Berbagai kegiatan perlu diperjelas seberapa penting tingkatannya, seberapa mendesak kebutuhannya, seberapa lama perlu diselesaikannya. Dengan gerak waktu yang terus saja maju, tak pernah sekalipun melambat, maka jangan sampai urusan-urusan yang membutuhkan penyelesaian tercecer dan bercampur aduk tak beraturan. Jika kesemuanya ingin diselesaikan dengan baik dan sesuai dengan apa yang diharapkan, mengatur waktu dengan manajemen yang baik adalah suatu keharusan.

Membiarkan waktu berjalan dengan sendirinya adalah suatu tindakan yang sangat mungkin menimbulkan berbagai masalah untuk selanjutnya. Harus ada kendali dalam mengatur apa dan bagaimana yang harus dilakukan dengan waktu yang tersedia. Ya, memang seringkali ditemui banyak hal di luar kendali yang menjadikan apa yang dihadapi terasa rumit. Ketika mengalami keadaan demikian, buatlah pengingat akan urusan-urusan yang masih mengambang karenanya. Jangan sampai kemudian terlupakan dan menumpuk di kemudian hari.

Manajemen waktu, banyak yang sudah membahasnya tentang betapa pentingnya hal ini dan kiat-kiat bagaimana melakukannya. Kini, kembali lagi pada persoalan tentang kendali diri. Apakah sudah ada kendali diri yang kuat untuk mengatur waktu agar tidak terkecoh dengan gerakannya?

(Painan, 23 Januari 2014)

 

 

Iklan

18 thoughts on “agar tidak terkecoh dengan gerakan waktu

    • ah iyaya ada teori relativitas kan ya… ini sih emang sedang memperbandingkan perasaan ma nyatanya waktu berjalan.. saya belakangan kena semacam lupa hari itulah yang kemudian saya simpulkan sebagai terkecoh gerak waktu

  1. Kok terkecoh? Pan katanya udah jelas waktu terus berjalan tak pernah mundur. Padahal undur-undur jalannya mundur, loh. 😛

    Makanya, belilah buku agenda yang bagus, sama pulpen yang cantik. Biar bergairah mengatur waktu. 😀

  2. Kalau saya berusaha mengisi waktu dengan sesuatu yang bermanfaat walau tidak terencana, Dan terbukti waktu berjalan begitu cepat. katanya sih ini tandanya kita senantiasa bersyukur.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s