rindu masa lalu

Mungkin aku merasa rindu dengan masa lalu. Mengingat bagaimana dulu energi begitu berlimpah ruah dan aktivitas yang seperti tiada henti. Aktualisasi peran begitu terasa dan kepuasan batin pada tingkat yang tertingginya.

Tapi, sekarang? Membandingkannya dengan apa yang dialami dulu rasanya dua bagian yang berbeda. Mana energi itu? Mana semangat itu? Mana kepuasan itu?

Seakan lenyap tak berbekas. Seakan dulu itu adalah perihal yang jauh berlalu dan pesimis menjangkit tak mungkin berulang kembali. Seakan pribadi ini sudah berubah bukan lagi yang dulu dikenal.

Kata orang, ini memang menjadi fase yang akan dirasakan. Saat dunia terasa sudah demikian menjemukan dengan rutinitas berulang terus dan memaksa terikat pada belenggu keterbatasan gerak dan kehendak. Ini menjadi fase kritis yang menguji energi penggerak yang dulu menghidupkan aktualisasi peran. Akankah selalu menyala atau meredup seiring melajunya waktu?

Maka, terasa sebegitunya iri yang tidak baik muncul di hati. Melihat orang-orang yang berhasil melewati fase kritisnya itu dan dapat mempertahankan gelora semangatnya. Satu sisi lainnya, tak sedikit pada kenyataannya yang mengalami kegagalan dan terlihat begitu menyedihkan.

Padahal sebenarnya kesempatan untuk membangkitkan energi kembali itu ada jika benar-benar dicari. Bukankah lahan untuk mengasah peran itu ada di mana-mana? Kesempatan itu memang menjadi kian sulit, tetapi itulah tantangannya. Jika memang tak mau menjadi kurang beraktualisasi diri, bergeraklah raih kesempatan yang ada. Jangan sia-siakan dan jalani dengan sepenuh hati.

Berpikirlah lebih luas lagi. Terimalah dengan lapang perubahan kondisi yang sekarang diterima. Dari keterbatasan atas kondisi itu, dengan pikiran yang tidak sempit, bergeraklah mencari aktualisasi peran. Jangan biarkan arus rutinitas melenakan kebutuhan berperan dan menjebak pada kondisi yang stagnan.

Masa lalu yang jaya itu seharusnya memberikan pelajaran bagaimana untuk dapat memulainya kembali, mempertahankannya, dan terus meningkatkannya…

(Painan, 13 Januari 2014)

Iklan

6 thoughts on “rindu masa lalu

    • that’s the point!!!!! salah satu hal yang digalaukan buanget belakangan nih

      doakan ada kemudahan untukku bisa mencapai hal ini… birokrasi kerasa ada jeleknya dengan ngasih syarat minimal masa kerjalah, inilah, itulah, dll 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s