persekongkolan itu tidak ada yang abadi

Kau masih ingat bagaimana dulu. Saat mereka berkumpul menjadi satu dan berkerumun membicarakan segala hal buruk itu. Karakter-karakter itu sedari awal sudah menunjukkan gelagatnya. Ada makar yang selalu saja mereka bakar untuk cari gara-gara. Ada bisik berbisik hal yang sangat jauh dari kebenaran dan menjatuhkan orang-orang yang tak mereka kehendaki. Ada saja ulah mereka yang menjadikan segala sesuatunya tak bisa tenang, pun terlalu jauh untuk merasakan tenteram penuh kedamaian.

Dan kini, persekongkolan itu nyatanya tidak abadi. Apalagi untuk hal semacam hal buruk yang tak henti-hentinya mereka umbarkan. Kini keburukan demi keburukan terpampang jelas pada muka-muka mereka. Saling tuduh menuduh, merasa paling benar sendiri, dan saling menyalahkan sana sini.

Musuh mereka kali ini adalah diri mereka masing-masing. Sungguh parodi yang menggelikan. Kali ini mereka tak disibukkan oleh orang lain yang selalu mereka coba jatuhkan. Orang dapat menilai sendiri bagaimana perangai asli mereka sekarang. Yang semula mereka coba kelabui kini terkuak tersibak lebar begitu saja. Keburukan yang semula menggabungkan mereka kini telah memecahbelahkan persekutuan di antara mereka..

Ini menjadi babak baru dari parodi yang begitu panjang ini. Entah macam adegan apa lagi yang akan terjadi selanjutnya. Satu hal yang harus dicamkan diri bahwa dalam peran yang diemban ini haruslah semakin hati-hati karena kesemuanya itu kini kian menuju perkelahian tanpa henti tiap adegannya…

(Painan, 16 Desember 2013)

Iklan

9 thoughts on “persekongkolan itu tidak ada yang abadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s