spiritual arrangement of a.r. rahman’s music

Sinema hindi menyajikan berbagai macam ekspresi yang tertuang dalam setiap lagunya. Bukan hanya tentang romantisme yang kerap tampil dalam sinema hindi, tetapi ada juga unsur spiritual yang dapat ditemui pada beberapa lagu. Tema spiritual yang diangkat memang kebanyakan didominasi oleh kultur budaya Hindu, namun tak sedikit juga item lagu yang mengangkat kultur budaya dari hal yang lain.

Salah satu corak budaya lain yang tampil di sinema hindi adalah corak kultur Islami. Walaupun sejarah mencatat terjadinya pemisahan negara (antara India dan Pakistan) yang dilatarbelakangi oleh faktor agama, namun di India tidak serta merta menghapus secara paksa jejak-jejak budaya kultur Islam pada beberapa daerahnya. Uttar Pardesh, Hyderabad, Delhi, dan beberapa daerah lainnya yang berbatasan langsung dengan Pakistan termasuk daerah yang masih kental  budaya Islamnya. Sinema hindi tak sedikit yang telah memberikan tampilan corak budaya Islami sebagai representasi kultur dari beberapa daerah ini.

Qawwali menjadi salah satu bentuk musik bercorak Islami yang kerap diadaptasi menjadi lagu-lagu pada sinema Hindi. Jenis musik ini kaya dengan tabuhan perkusi, irama tepuk tangan, harmonika, dan juga alunan merdu suara penyanyinya. Pada beberapa hari peringatan keagamaan, Qawwali menjadi musik yang sering dimainkan oleh sekelompok pria penyanyi dan pemain alat musik. Dari lirik dan juga nada-nada yang dinyanyikan, corak Sufi tampak sangat kental pada permainan Qawwali. Beberapa syair diambil dari penggalan ayat suci Al Qur’an atau hadits yang memberikan nuansa sakral pada lagu yang dinyanyikan. Dengan corak sufi ini, kesan spiritual yang begitu kuat dapat terasa bagi setiap pendengar musik jenis ini.

Dari sekian banyak lagu-lagu bercorak Islami yang ditampilkan pada sinema Hindi, lagu-lagu Qawwali-lah yang mampu mengantarkan pesan dengan sangat kuat tentang spiritualitas. AR Rahman, sebagai salah satu komposer musik kenamaan sinema Hindi, termasuk komposer yang mampu memberikan sentuhan spiritual mendalam pada lagu-lagu Qawwali yang disajikannya. Alunan musik yang berirama rapi disertai dengan syair lirik yang begitu kental dengan tema pendekatan kepada Illahi menjadi penguat visualisasi dari adegan film sinema hindi. Beberapa adegan yang menampilkan pergolakan spiritualitas pemerannya diiringi dengan lagu semacam ini mampu mengantarkan nuansa spirit rohani tersebut pada para penontonnya.

Berikut beberapa lagu yang saya sukai dan memberikan citraan kuat spiritualitas dari aransemen musik AR Rahman…

Arziyan – Delhi 6

“Arziyaan saari main, chehre pe likh ke laaya hoon. Tumse kya maangu main, tum khud hi samjah lo .Ya maula…, maula maula maula mere maul.. Dararein dararein hain maathe pe maula… Marammat mukaddar ki kar do maula, mere maula..”

(Segala permintaanku telah tertulis jelas di wajahku. Apalagi yang bisa aku pinta dari-Mu, Kau Maha Tahu dan Mengerti tentang semua. Oh Tuhan, Tuhanku. Kerutan demi kerutan tampak pada dahiku, Tuhan. Perbaikilah nasibku, Tuhan…)

arziyanSepenggal  lirik lagu “Arziyan” di atas sangat menampilkan tema kepasrahan diri seseorang kepada Tuhan. Pada film “Delhi 6” karya Rakesh Omprakash Mehra, lagu “Arziyan” ini menjadi latar belakang saat tokoh utamanya, Roshan, menjalani ibadahnya. Yang menjadi menarik dari visualisasi lagu ini adalah tampilan adegan ibadah sholat berjamaah di Masjid Jama’ Delhi yang megah dan ramai pada hari raya. Pada adegan yang lain, ditunjukkan juga para pemain Qawwali yang tengah ditonton oleh Roshan dan jama’ah lainnya.

Ibadah yang hakikatnya memang bentuk kepasrahan diri kepada Sang Illahi disajikan dengan apik oleh sineas hindi pada visualisasi lagu “Arziyan” ini. Penggalan syair yang berulang-ulang kali dinyanyikan khas Qawwali menjadi penguat pengantar nuansa spirit pada lagu ini. Mendengar lagu ini dengan seksama seolah-olah mendengarkan pembicaraan seseorang dengan Tuhan secara langsung. Sang manusia menceritakan tentang segala gundah gulana dalam hidupnya dan mengiba sangat rahmat dan petunjuk dari-Nya.

Kun Faya Kun – Rockstar

“Jab Kahin Pe Kuch Nahi  Bhi Nahi Tha, Wahi Tha, Wahi Tha, Wahi Tha, Wahi Tha… Kun Faya Kun, Kun Faya Kun… SadaqAllahul-alliyul-Azeem”

(Ketika segala sesuatunya tidak berarti, Dialah Yang Maha Esa, Dialah satu-satunya. Jadi, maka jadilah. Jadi, maka jadilah. Maha Benar Allah yang Maha Tinggi dan Agung)

kun faya kunLagu lain dari AR Rahman yang sangat mengena dari sisi spiritualitasnya adalah Kun Faya Kun dari film Rockstar. Lagu ini, sebagaimana ciri dari Qawwali pada umumnya, sarat mengutip penggalan ayat suci, bahkan dari judulnya sendiri terinspirasi dari sana. Beberapa ungkapan lazim bernuansa Islam seperti salawat Rasul dan penutup pembaca Al Qur’an tampil pada lirik lagu ini. Secara umum, liriknya sendiri masih menggambarkan tema kepasrahan diri pada Illahi khas Sufi.

Visualisasi dari lagu ini digambarkan dengan pergolakan batin tokoh utamanya, Jordan, dalam menghadapi kesulitan hidupnya setelah diusir dari rumahnya sendiri. Ia berkelana mengembara tanpa tujuan dan terhenti pada suatu tempat sakral yang sering mengumandangkan Qawwali. Di sinilah Jordan hanyut dalam spiritualitas lagu “Kun Faya Kun” dan menampilkan kepasrahan diri sebagaimana liriknya dengan tepat.

“Kun Faya Kun” menampilkan pengagungan Illahi secara kuat seperti Qawwali lain pada lazimnya. Nuansa rohani yang intens dapat dirasakan dengan meresapi setiap makna syairnya dan larut dalam pemaknaan tersebut. Bagi yang mendengarkan lagu ini, kegundahan dan kepasrahan yang dialami oleh Jordan, sang tokoh utama, pasti juga dapat dirasakan apabila mampu menempatkan diri sebagaimana kesulitan tokoh ini.

Piya Milenge – Raanjhanaa

“Jisko dhoondhe baahar baahar. Woh baitha hai bheetar chhupke. Tere andar ek samandar kyoon dhoondhe tubke tubke. Akal ke parde peeche kar de. Ghoonghat ke pat khol de. Orey piya, piya. Tohe piya milenge, milenge, milenge…”

(Satu hal yang sedang kaucari sebenarnya ada di dalam hatimu. Ada lautan yang luas di dalam hatimu, tak perlu kau cari tetesan yang tidak perlu. Singkirkan keraguanmu. Singkapkan tabirmu. Dan dirimu akan menemukan kekasih yang kaucintai..)

piya milengeAlunan suara merdu dari Sukhwinder Singh dan ensambel kelompok Sufi menjadikan Qawwali berjudul “Piya Milenge” dari film “Raanjhanaa” menjadi istimewa. Vokal suara yang tertata apik dari not yang rendah hingga yang tertinggi dapat dinyanyikan dengan tepat dan serentak. Uniknya lagu ini juga memperdendangkan irama do-re-mi khas India, yakni sa-re-ga-ma dengan cepat tanpa ada kekeliruan. Lagu ini juga tidak hanya mempergunakan alat musik tradisional, tetapi sudah menggunakan beberapa instrumen modern, sehingga terdengar seperti Qawwali kontemporer. AR Rahman mengkombinasikan berbagai unsur melodi itu dan mengharmonikannya dengan komposisi yang pas.

“Piya Milenge” merupakan penutur cerita dari adegan yang ada pada film “Raanjhanaa”. Tanpa perlu ada dialog apa pun, cukup dengan lagu yang mengiringi, makna jalannya adegan ini dapat disampaikan. Perjalanan Zoya yang ditemani oleh Kundan dalam usahanya bertemu kembali dengan pria yang ia cintai terangkum semuanya dalam lirik lagu ini.

Walaupun lagu ini menceritakan tentang perjalanan seseorang menemukan kekasihnya, tetapi pada beberapa penggalan lirik menampilkan corak Qawwali dengan ungkapan syahadat. Nuansa rohani akan terasa jika dapat menganalogikan perjalanan tersebut dengan perjalanan seseorang mencari Tuhannya (yang dicintainya). Visualisasi adegan ini juga menampilkan perjalanan melewati beberapa tempat sakral yang menyimpulkan para tokoh ini tidak hanya mencari kekasih, tetapi juga mencari cintanya pada Tuhan semesta alam.

***

Itulah beberapa lagu dari AR Rahman yang dapat mengantarkan nuansa spiritualitas dalam corak Islami kepada para pendengarnya. Lirik-lirik yang menceritakan hubungan manusia dengan Tuhan, ungkapan-ungkapan Islami, dan alunan merdu para penyanyi merupakan hal-hal yang menjadi penguat unsur spiritualitas pada Qawwali. Rahman dengan musikalitasnya yang sudah tak diragukan lagi mampu mengangkat musik yang sebelumnya hanya terdengar pada peringatan hari raya keagamaan tertentu menjadi pengantar visualisasi adegan sinema hindi.

Lagu Qawwali memang menjadi pilihan yang tepat untuk adegan yang memang membutuhkan nuansa spiritual. Melalui musik semacam ini, bukan hanya kenikmatan duniawi saja dengan lantunan suara dan musik merdu yang terasa, tetapi jauh di dalam batin akan terasa kedamaian dan intensitas emosi yang kuat mengantarkan hubungan manusia dengan Penciptanya…

Iklan

10 thoughts on “spiritual arrangement of a.r. rahman’s music

    • Apal2 dikit bisalah, mas, ahahah.. Tapi ada permainan vokal yang sulit dari lagu2 sinema hindi.. Nadanya banyak yang temponya cepat dan tinggi. Jadi ya lebih sering sebagai penikmat saja daripada melantunkan (toh suara saya juga pas-pasan hehehe)

  1. wah, jarang kesini. Pas mampir, dah banyak banget ‘makanan bergizi’-nya.

    Saya termasuk penikmat lagu hindi, mas anas. Terlepas ngerti atau tidaknya lirik yg disampaikan. Membaca tulisan mas anas ini meyakinkan saya bahwa bahasa hindi juga ada serapan dari bahasa arab sepertinya. Seperti mohabbatein -> sepertinya asal katanya adalah mahabbah (b. arab) –> artinya cinta. Lalu ada “jannatehe” dari asal kata “jannah” artinya surga. dll. ya gak mas?

    • betul sekali, kang… hehehe udah tahu aja ada beberapa istilah Arab di bahasa Hindi. ada juga bahasa lokal yang namanya bahasa Urdu dan itu lebih banyak lagi istilah serapan dari bahasa Arab….

  2. Slm kenal,, sy juga penggemar musik AR. Rahman 🙂

    Masih ada lagi musik qawali garapan AR. Rahman yang jg nggak kalah bagus,, Khwaja mere Khwaja (Jodha Akbar, 2008) dan Piya Haji Ali (Fiza, 2000)

    • yap Jodha akbar saya juga suka aransemennya baik yang khwaja mere khwaja, azeemanshah shaheenshah, dan in lamhon ke daman mein…
      yang fiza belum tahu karena 2000an saya belum mengikuti perkembangannya….

  3. yg paling berkesan saat ini ” maula mere maula….anwar ” kayaknya film ini terlarang masuk indonesia… dan ajj din chadye dari love kal aaj…..he he…awalnya saya pikir ROckstar dari aliran Islam ahmadiyah karena di klipnya ada makam…setelaah saya teliti mereka dari aliran sufi india…salam kenal mas..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s