tentang kawan dan lawan

Sebenarnya ada kawan yang masih banyak di luar sana. Namun, di sini, pada saat ini, hanyalah ada aku seorang diri . Terasa menyiksa memang tak bisa berbagi secara langsung ataupun bertemu bertutur semua hal yang digundahkan. Tetapi mereka itu ada. Walau terpisahkan oleh jarak dan mungkin ada yang sudah berubah. Mereka tetaplah kawan. Yang kemudian akan menanyakan kabar, memberikan semangat, bahkan diajak untuk saling berbagi suka duka.

Tak disangka mereka hadir seketika, membuyarkan perihal jarak dan perubahan yang membatasi. Pada momen yang begitu tepat, sosok-sosok mereka menjadikan nuansa keakraban terjalin kembali. Kesendirian yang semula mendera diri, dalam sekejap menghilang memudar. Energi-energi kebaikan melimpah ruah dalam setiap tutur kata yang saling menghubungkan.

Adanya kawan memberikan pelajaran bahwa kesendirian sering membuat buta, menjadikan diri begitu abai akan sosok-sosok mereka. Kawan, terima kasih untuk selalu ada menyertaiku dan menyadarkan diri yang penuh alfa ini. Kawan, maaf atas begitu acuhnya diri tak mulai pertama kali untuk menghubungimu…

Ada kawan yang menyemangati, ada pula lawan yang memusuhi. Dua mata sisi yang berkebalikan dan selalu saja ada di mana pun kapan pun itu. Dua mata sisi yang memang diciptakan oleh Tuhan agar manusia dapat menentukan mana yang dikehendaki atas kehidupannya.

Maka, lawan tak akan jera-jeranya untuk mencari cara untuk memusuhi. Pantang menyerah untuk senantiasa menjerumuskan mangsa yang hendak ia terkam. Nafsu menguasainya dan begitu mementingkan segala hal tentang dirinya. Siapa saja yang menghalangi dari apa maunya, maka tak segan-segan peperangan akan dimulai.

Aku memang seringkali lengah dan pernah dulu terjebak oleh taktiknya. Akan tetapi, untuk kali ini aku tak ragu menantangmu, lawan. Aku muak akan perangai kebusukanmu. Aku lelah mendengar akan segala ucapan sampahmu. Aku tak akan biarkan keinginanmu itu menyusahkanku kembali.

Permainanmu akan berakhir pada kekalahanmu sendiri. Kau buat segala sesuatunya makin runyam dan cepat atau lambat semuanya akan mempersulitmu, menghantammu, dan menghancurkanmu. Ini hanya persoalan waktu belaka dan ingat saja, aku pernah mengingatkanmu, bahkan pun berkali-kali. Tapi apa lacur, kau malah mengambil jalan untuk memusuhi.

Tentang kawan dan lawan. Dua sisi yang selalu menyertai. Dua sisi yang mempunyai kekuatan yang sama besarnya. Dua sisi yang akan selalu ada pada penggalan momen kehidupan….

(Painan, 5 Desember 2013)

Iklan

13 thoughts on “tentang kawan dan lawan

    • semula saya pikir harusnya kita berkawan aja dengan semuanya…
      tetapi pasti ada perbedaan yang tak bisa ditoleransi sehingga ya mau tak mau dalam hidup harus ada lawan dari prinsip2 kita ya mas…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s