terima kasih, tulisan

Tentang Menulis…

“Menulis adalah bekerja untuk keabadian”, itu yang dikatakan oleh Umar Khayam. Ada pula yang mengatakan “Scribo Ergo Sum (aku menulis maka aku ada)” untuk menunjukkan keberadaan hakikat pribadinya. Bagiku sendiri yang sangat membuatku selalu terngiang adalah ungkapan “menulis itu menyembuhkan”. Lupa aku dari mana ungkapan ini kudapatkan. Tetapi kata-kata seperti ini seolah menghidupkanku.

Menulis itu memang menyembuhkan! Ia punya energi yang begitu melimpah untuk menampung segala luapan emosi dan pikiran. Mengingat momen kehidupan yang telah lalu, sungguh betapa tulisan telah mempunyai kekuatan untuk itu. Tulisan menjadi media yang tepat menyalurkan segala macam rasa dan ia mentransformasikan menjadi simpanan memori yang cukup disudahi. Tak perlu lagi ada gundah perasaan atau pikiran yang terusik, semuanya sudah dituntaskan pada tulisan.

Begitulah tulisan telah menyembuhkan. Tulisan juga adalah suatu bentuk rekaman mengabadikan momen penting dan berharga. Banyak hal yang terjadi dalam kehidupan dan itu memberikan ruang yang penuh dan sesak pada memori ingatan. Kalau tak ada rekaman yang dapat dibuka sewaktu-waktu, bisakah momen berkesan itu kembali terkuak dalam ingatan? Ah, belum tentu. Memori seakan lekang oleh waktu, jika ia terabaikan saja di ruang-ruangnya itu, usanglah ia. Apalagi yang bisa dikenang dari memori usang?

Maka, aku begitu sangat ingin terus menulis. Menulis setiap sakit dan ketidaksenangan dalam hidup ini yang perlu aku sembuhkan. Menulis setiap momen agar ia terus abadi dan dapat dikenang pada waktu-waktu yang seterusnya. Menulis agar diri ini merasa ada dan terus berkarya, membuktikan bahwa hidup ini telah mempunyai jejak rekamnya yang berguna untuk diri dan juga semoga untuk semua orang yang membacanya…

Tentang LUKISAN…

Momen tiga tahun telah bergabung dengan instansi birulah yang kemudian melahirkan tulisan berjudul “Treasury Passion: Sebuah Introspeksi”. Suatu tulisan yang dibuat dengan menguak setiap fragmen memori dalam rentang waktu masa-masa yang telah dilalui. Tiga masa yang pada setiap terjadinya memberikan kesan tersendiri. Pada masa mula bergabung dengan menumbuhkan harapan dan passion, pada masa transisi dengan mengamati passion di sekitar, dan masa penempatan daerah dengan passion itu perlu dipertahankan.

Aku tuliskan kesemuanya yang telah membuat passion ini naik turun selama perjalanan ini. Ini adalah cerita tentang aku dan tak mengada-ada, aku biarkan ia lugas bertutur dan menegaskan setiap poin pembelajaran penting yang dapat diperoleh. Tulisan ini memang jadinya begitu panjang, tetapi bagiku ia sudah cukup merangkum semuanya. Aku coba taruh setiap pergolakan perasaan dan pikiran tentang tema yang telah kupilih ini dan ya seperti inilah hasilnya.

Tulisan ini kemudian menjadikanku ternasehati dengan sendirinya. Di tengah deraan ketidaknyamanan dalam pekerjaan yang belakangan ini semakin sering terjadi, tulisan kembali telah menyembuhkanku. Kubaca ulang alur yang tersaji pada tulisan ini dan seakan aku tak percaya aku sendiri yang telah menuliskannya. Aku merasakan ada sosok lain yang bertutur cerita kepadaku dan banyak pengingat berharga yang kudapat darinya. Padahal ini adalah kisah memoriku sendiri. Kudapati bahwa pada apa yang sudah dilalui dalam hidup ini, akan ada pelajaran-pelajaran kehidupan. Itu akan ditemukan jika ada kemauan untuk mengupas dan menelaah lebih dalam tentang apa-apa yang terjadi pada hidup tentunya.

Kucoba kemudian mengangkat cerita ini untuk maju pada Lomba Unjuk Kisah Nusantara (LUKISAN), wadah yang kuanggap tepat untuk dapat berbagi pelajaran kehidupan yang telah kurangkum pada cerita itu. Tak ada angan yang begitu tinggi agar tulisan ini nantinya akan tersaring menjadi beberapa cerita terpilih. Aku ingin berbagi dan memberikan kebermanfaatan tulisan pada ranah yang lebih luas, tak hanya tertahan pada diriku saja. Inilah alasan kenapa aku ikut serta pada lomba ini.

Kisah nusantara yang diusung pada lomba ini mengingatkanku akan sebersit pemikiran yang dulu pernah ada, tentang berkumpulnya kisah-kisah para punggawa perbendaharaan di seluruh penjuru negeri bercerita akan apa momen berharga yang terjadi pada saat mereka bertugas. Berbagi kisah yang menginspirasi dan pengalaman yang bermanfaat bagi sesama agar semua orang tahu bahwa perbendaharaan punya cerita unik dan mempunyai ciri khasnya tersendiri. Aku ingin cerita tentang passion ini menjadi salah satu bagian dari kumpulan kisah semacam ini.

Tentang Treasury Writers Festival…

Lima belas tulisan terpilih pada LUKISAN pun diumumkan. Aku tidak menyangka tulisan yang kubuat sendiri ini ikut terjaring di dalamnya. Sempat beberapa kali berusaha meyakinkan diri bahwa benar adanya tulisan ini telah dipilih. Saat menyadarinya, begitu terucap penuh syukur tulisan ini telah terapresiasi dan menjadi pembuka langkah untuk mengikuti Treasury Writers Festival

Treasury Writers Festival adalah ajang untuk lebih mengungkapkan makna tulisan yang telah terkumpul dan dipilih dari banyak tulisan pada LUKISAN. Ajang ini juga memberikan kesempatan pembelajaran yang lebih luas bagi para penulis perbendaharaan dengan dibekali berbagai macam hal. Di sini, penulis akan mendapatkan pelajaran yang erat kaitannya dengan dunia kepenulisan, seperti bedah buku, sharing mengenai blogging (media tulisan yang marak di dunia maya), film-film yang menginspirasi tentang tulisan, dan writing clinic (berbagi cara-cara tepat untuk menulis). Tentu, bagi yang merasakan menulis telah menjadi passion dalam dirinya, maka acara semacam ini akan begitu dinanti-nanti dan diharapkan banyak manfaat dapat diperoleh saat mengikutinya.

Tak semuanya berjalan mulus sebagaimana yang diharapkan pada kenyataannya. Sebelum dapat mengikuti acara ini, ternyata beban pekerjaan begitu bertubi-tubi harus segera diselesaikan. Pimpinan berpesan agar jangan sampai ada yang luput dan menjadi persoalan saat aku tidak berada di kantor untuk bertugas seperti biasanya. Semula pesimis rasanya dapat menuruti pesan itu, tetapi saat dijalaninya dengan runtut satu demi satu, syukurlah kemudian kesemuanya dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Aku ingin dapat fokus nantinya pada acara ini dan kantor berjalan lancar tanpa adanya diriku bertugas sementara waktu ini. Terima kasih tentunya dihaturkan untuk kawan yang telah bersedia menggantikan dan membantu sehingga pekerjaan dapat tuntas sebelum berangkat.

Treasury Writers Festival kemudian digelar. Bertempat di alam dingin khas Lembang, daerah Bandung, menjadikan para peserta acara ini terlepas dari hiruk pikuk keramaian perkotaan dan lebih menyatu dengan alam. Acara ini akhirnya mempertemukanku dengan para penulis perbendaharaan lainnya. Mereka adalah penulis yang mempunyai gaya cerita spesial dan uniknya masing-masing. Kisah-kisah yang mereka sajikan mengandung kesan yang kuat dan menarik berbeda satu dengan lainnya. Ah, sungguh dibandingkan dengan tulisanku yang rasa-rasanya belumlah seberapa ini, tulisan mereka jauh lebih berkesan dan kuat dalam mengantarkan emosi pembacanya.

Beberapa hari lamanya kami dipertemukan dan dikumpulkan pada acara ini. Interaksi dan komunikasi terjalin satu sama lain. Ada yang baru pertama kalinya bertemu, tetapi dalam tempo yang singkat, rasanya sudah mengenal dekat. Entah apa yang menghubungkan di antara kami saat itu. Mungkin semacam kesamaan passion dalam menulis yang menjadikan kami cocok. Ya seperti yang aku pahami, passion itu di mana pun itu akan selalu menggerakkan dan mendekatkan orang-orang yang memilikinya.

Acara ini bagiku seakan dunia baru yang kukenal dan di dalamnya kutemui berbagai macam kejutan menarik. Tak hanya tentang kegiatan tulis-menulis yang dilakukan, ada juga kegiatan pengenalan budaya seperti mengikuti pementasan Angklung Interaktif. Pada kegiatan ini terasa sangat terkagum-kagum oleh betapa uniknya budaya Indonesia. Ini baru satu budaya yang dikenalkan, masih ada beragam budaya lainnya yang dapat dinikmati. Permainan angklung ini memeriahkan suasana, menghidupkan kembali kesenangan di masa kecil, asyik bermain bersama, dan euforia yang tak henti menyebar hingga selesainya acaranya.

Tangkuban Perahu menjadi destinasi yang dikunjungi oleh para penulis selama kegiatan berlangsung. Di sana, alam yang terbentang luas memberikan ketakjuban dan perenungan atas pemandangan yang terpampang di hadapan. Rasanya di sini para penulis dibiarkan mencari inspirasi yang terserak di sana. Banyak momen yang terjadi selama di sana dan semakin mengeratkan keakraban di antara yang mengikuti.

Pada klimaks acara Treasury Writers Festival ini, dipilih empat tulisan yang menjadi terbaik dari yang terbaik. Ya, memang ini adalah perlombaan yang akan memunculkan siapa yang menang. Tapi acara ini bukanlah kompetisi yang bersaing ketat pada pesertanya. Justru di sinilah ditemukan keunikannya dengan bentuk festivalnya. Dengan kefestivalannya ini terasa sekali bahwa Treasury Writers Festival adalah kemeriahan perayaan apresiasi literasi tulisan dan sastra pada perbendaharaan. Menang ataupun tidak bukanlah persoalan. Mendapatkan kesempatan untuk dapat mengikuti acara ini saja sudah menjadi penghargaan tersendiri tiada bandingnya.

Setiap karya pada LUKISAN memberikan kesan yang saling mengisi satu sama lain. Beragam warna pulasan cerita berpadu harmonis pada kanvas dan membentuk nyata-nyata lukisan (seperti nama yang dipilih untuk lomba ini). Lukisan ini tersaji dengan indah dan memberikan keberagaman yang dapat dinikmati. Unsur-unsurnya tidak berbeda kontras antara bagian satu dengan lain. Akan tetapi kini, ia adalah kesatuan yang tak bisa dilihat hanya sepotong unsur saja. Ada garis penghubung yang menjalin kesemuanya dan menunjukkan bahwa perbendaharaan dapat mengunjukkan kisahnya yang berbeda, berwarna, dan berkesan.

Terima kasih, tulisan. Bagaimana pun yang terjadi, semuanya ini bermula dari hal tentang menulis. Jika tak ada tulisan yang tergagas dari diri ini, maka tak ada kesempatan untuk dapat mengikuti momen yang berharga semacam Treasury Writers Festival ini. Begitu banyak kesan yang tertoreh melekat di memori selama mengikuti acara ini dan para penulis hebat ini sungguh menginspirasi. Bersyukur teramat sangat telah diberikan kesempatan ini dan memberikan salut penghargaan berulang kali pada para inisiator dan panitia kegiatan ini yang telah berusaha menjadikan acara ini terwujud.

penulis1Treasury Writers Festival 2013. Ya, acara ini menjadi salah satu momen penutup yang manis di penghujung akhir tahun ini 🙂

Painan, 2 Desember 2013, 22.21

Iklan

18 thoughts on “terima kasih, tulisan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s