dirimu sendiri dan duniamu itu

Ada suatu tempat yang menjadikanmu merasa begitu lepas mengekspresikan dirimu sendiri. Kau berbuat sesuka apa pun yang kamu mau dan ya cukup satu syarat saja yang menyertai, tak boleh ada satu pun orang yang jelas-jelas melihat apa yang kamu lakukan.

Maka, terwujudlah dalam kesendirianmu itu dunia fantasimu itu. Membumbung tinggi dengan segala macam hal yang kauingin lakukan. Ada kepuasan tapi ada rasa kelinglungan yang menyeruak.

Apakah memang seharusnya aku seperti ini? Pertanyaan itu mengiang di dalam benakmu. Sesekali kau mampu abaikan itu, tapi di akhir setiap fantasi, pastilah kelinglungan itu semakin kuat hingga baaam! Kau terjatuh keras menyadari realita.

Dunia yang kauciptakan dalam fantasimu itu telah membuatmu melayang terlalu tinggi, kelewat batas. Kalau terbilang masih wajar, harusnya realita tidak akan terbanting jauh dari dunia itu..

Maka, topeng setebal apakah yang kaugunakan dalam realita? Apa kau kira cukup sekadar pakai topeng itu saat berada di khalayak umum dan kemudian membuang jauh-jauh topeng itu serta tenggelam dalam dunia fantasimu di saat menyendiri dari keramaian?

Dunia semacam itu biarlah jadi angan yang kau usir dan gantikan dengan yang lain, yang lebih realistis, tidak seimajiner itu. Karena realita memang pahit dan sudah cukup tak perlu ditambah dengan kepahitan akan mustahilnya fantasimu itu…

(Painan, 21 September 2013)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s