arogansi itu sepertinya memang ada

Sikap semacam apakah ini? Ketika dengan posisi yang dimiliki terasa benar bagaimana caranya agar dapat manfaat darinya. Ketika dengan posisi ini, orang yang bergantung akannya, begitu mudahnya diatur ini itu sekenanya. Atau ketika dengan posisi semacam ini komentar yang terlontar semakin asal dan acuhkan keadaan sekitar?

Arogansi mereka bilang. Ya, tertohok sekali untuk menyadari adanya kata ini tercermin pada sikap diri. Bagaimana bisa sikap ini menghinggapi? Padahal posisi ini adalah sesuatu yang tak dikehendaki dan ingin segera saja diakhiri. Sikap ini seharusnya muncul pada orang-orang yang sudah sedemikian terasuki oleh obsesi mempertahankan posisi ini.

Entahlah bagaimana sikap ini bermula dan lama-lama kentara. Apa diri ini sudah termakan obsesi yang sebenarnya sangat dihindari? Ataukah ini buah dari keterpaksaan yang semakin dimaklumi?

Posisi ini adalah posisi yang terasa semakin tidak menyenangkan. Semula karena bebannya yang bertubi-tubi, kemudian beralih menjadi kejemuan rutinitas, hingga pada dilema etis. Kali ini ketidaknyamanan posisi ini bertambah dengan arogansi yang entah bagaimana bisa muncul.

Keterpaksaan itu masih mencekal hingga sekarang. Tak ada pengganti, kata mereka, dan posisi ini masih harus diemban diri. Beruntung ada kesadaran yang terangkat dan membuat berpikir bagaimana caranya agar sikap semacam ini dapat dihilangkan. Semoga bisa, walau entah sudah berapa kali kejadian arogansi ini terjadi..

(Painan, 20 September 2013)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s