membebaskan ekspresi sepenuhnya

Seperti inilah rasanya jika telah membebaskan ekspresi. Ada kepuasan batin tersendiri yang diperoleh. Hakikat diri mengumpul menyatu sepenuhnya.

Ya, walau ekspresi itu adalah ekspresi yang sebenarnya lebih tepat ditahan. Ia cenderung riskan untuk disalahartikan. Ah, tapi kalau bukan sekarang, kapan lagi? Haruskah menunggu momen dan kemudian menyesali di hari-hari selanjutnya?

Konsekuensi jelas menyertai. Pernyataan ekspresi semacam ini akan membawa perubahan. Harus ada penyesuaian ulang akan sesuatunya karena tak lagi sama.

Namun, ini jelas adalah klimaks dari cerita yang rumit. Apa yang sudah ditahan-tahan sudah tidak pada garis batas yang masih dapat ditoleransi. Ketegasan harus diberlakukan walau akan muncul ketidaknyamanan…

Kemudian, cerita perlahan turun pada antiklimaks dan lihat semua seperti dianggap berlalu begitu saja, bahkan sama seperti sedia kala. Walau jelas tersirat di dalamnya ada perubahan yang nyata-nyata terjadi.

Hari ini aku telah memerdekakan ekspresi…

(Painan, 10 September 2013)

Iklan

2 thoughts on “membebaskan ekspresi sepenuhnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s