seharusnya bukan aku yang merasa terjerat

Ini adalah masalah mengenai kewajiban yang harus ditunaikan oleh pihak lain. Ah, seharusnya cukuplah urusan ini menjadi pelik pada orang yang berkewajiban akan hal itu, bukan?

Lalu mengapa aku malah merasa gelisah dan tak tenang atas hal ini?

Bagaimana tidak, jika ada kesepakatan yang tidak memberikan jaminan atas posisiku. Kewajiban itu jika tak ditunaikan akan juga memberatkanku. Posisiku akan menjadi terpojokkan karena adanya kewajiban itu tak bisa dipungkiri ada peran serta dari diriku.

Ya, inilah yang kubenci posisi semacam Sang Penjaga Harta. Terlalu rumit hingga harta orang lain pun kena sangkut pautnya. Urusan pribadi dan politis begitu kental dengan posisi semacam ini.

Kewajiban orang lain itu seharusnya membuat mereka takut kalau-kalau tak bisa mereka tunaikan. Ah, tapi lucunya perangai mereka. Mereka membujuk rayu bahkan pun mengintimidasi untuk memuluskan niat mereka. Aku yang malah merasakan jeratan yang bertubi-tubi akibat kewajiban mereka.

Hari ini aku kecewa. Aku kalah oleh mereka dan jeratan itu akan semakin melilit ke depannya. Di sini, orang yang aku harap bisa menjauhkanku dari semacam ini, nyatanya tak mendukungku. Di sini, lebih baik menuruti keinginan mereka daripada akan dimusuhi. Di sini, aku menerima segala siasat mereka dan kena getah atas kewajiban yang mereka tunda-tunda sebelumnya.

Aku sangat ingin berhenti sebagai Sang Penjaga Harta jika terus begini. Aku tak bisa merasa tenang. Aku ingin lebih segala sesuatunya tidak semenjerat ini…

(painan, 6 september 2013)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s