menyempatkan menulis kembali

“sempatkanlah menulis sebagaimana kamu lebih menyempatkan hal-hal yang sebenarnya tak jauh lebih penting dari menulis….”

Sudah sekian lama nasehat ini teronggok begitu saja. Ya, dengan kemudahan sarana tulis dan sebenarnya waktu luang yang bisa dibilang masih ada itu bisa-bisanya masih berdalih enggan untuk menulis. Apa memang demikian susahnya untuk menulis?

Padahal hati dan akal ini sering begitu antusias hendak membagi kisah, hikmah, ataupun ide apa pun itu. Tetapi mana aksi yang ada? Kadang terlalu banyak mempertimbangkan atau juga merasa ah sudahlah biar saja itu semua menguap begitu saja…

Apa memang itu maumu, wahai diri? (Painan, 3 September 2013)

Iklan

3 thoughts on “menyempatkan menulis kembali

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s