seharusnya tidak menjadi tugas sampingan belaka

jika kamu mengabaikan tugas utamamu dan membiarkannya terbengkalai hingga suatu waktu, apakah itu pantas disebut sebagai tugas utamamu? jika kamu hanya dapat menyelesaikannya di hari yang sebenarnya bukan waktumu untuk bekerja, apakah itu namanya tugas utama? jika kamu merasa begitu terbebani dan membuatmu sering berkelit mengeluh akannya, sudahkah tugas utama menjadi hal yang harus benar-benar diperhatikan? kalau tidak seperti itu, maka ia adalah tugas sampingan. ah, padahal tugas utamalah yang menjadi amanah, yang menjadi sorotan atas nilai kinerja, yang menjadi hal yang harus dikerjakan. lalu, haruskah keterpaksaan menjadi derita yang menyertai? ketidaksukaan terus saja dipelihara? kesalahan terjadi berulang kali? maka tumbuhkanlah cinta dan apa yang kau sebut “passion” untuk berkutat pada tugas utama agar ia tak malah menjadi tugas sampingan. (painan, 11 mei 2013)

Iklan

2 thoughts on “seharusnya tidak menjadi tugas sampingan belaka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s