tertohok oleh oktober

Oh, Oktober… Tohokan demi tohokan yang kau torehkan dalam perjalananku bersamamu sungguh terlalu… Bagaimana bisa kau setega itu memberikanku bertubi-tubi tohokan di kala aku tak dapat menyangka satu pun dari tingkah lakumu itu? Adakah aku memang sudah sepantasnya untuk kautohok agar aku menjadi orang yang menyadari tiap momen kehidupan seringkali tak dapat diduga?

Sungguh perjalanan kali ini bersamamu terasa kian berat daripada cerita akan Hari-Hari di Januari, Memori Februari, Meretas Maret, Kerikil April, My May, Kejutan Juni, Lilitan Juli, Kusutnya Agustus, dan Sekaliber September Sungguh terasa sekali bahwa seiring berjalannya waktu, tiap bulan yang berbicara menyajikan progresivitas cerita yang semakin kompleks…

Hingga aku kemudian mengambil pelajaran dari kisah tertohok olehmu, Oktober… Bahwa dalam setiap tohokan kehidupan yang terjadi, tak semuanya itu mesti menjadi hal yang tak menyenangkan dan harus disingkirkan. Kau beri aku pelajaran bahwa ada kalanya tohokan itu bisa jadi suatu kejutan yang kemudian akan membahagiakan atau suatu aral rintang menghadang yang jika dapat dilalui dengan baik akan bermuara pada kebahagiaan pula…

10_oktoberPada setiap tohokan yang kautorehkan ini, Oktober, aku mencoba belajar memahami…

1 Oktober 2012, “Launching Kantor Percontohan, Tambahan Tunjangan, dan Lembur yang Keterlaluan”

Serangkaian persiapan yang telah ditempuh pada sekian periode yang lalu kini menempuh babak lembaran yang baru, Oktober. Kantorku kini telah berganti status, ia kini menjadi salah satu jajaran kantor yang diakui sebagai kantor percontohan. Walau tidak ada perayaan berarti untuk ini, hanya sekadar selebrasi sederhana, itu pun pergantian status diwakilkan melalui kantor percontohan di tempat lainnya, namun beralihnya status kantor ini memberikan harapan masa depan yang baru. Bahwa era pelayanan harus semakin lebih prima lagi, fokus pada tujuan pencapaian visi dan misi bersama, dan totalitas dalam bekerja.

Dengan bergantinya status ini pula, secara tak terduga dan tanpa diprediksi sebelumnya, terbitlah peraturan baru untuk diberikannya tambahan tunjangan kepada para pegawai kantor percontohan yang baru. Suatu kabar yang membahagiakan tentunya untuk semua, walau hal ini cukup merepotkan bagiku, Oktober, karena tugas menjadi otomatis bertambah mendadak untuk mempersiapkan perhitungannya. Ah, tak apalah bersusah payah menghitung untuk kebahagiaan seperti ini, bukan?

Rupanya susah payah perhitungan ini tak cukup pada hal tambahan tunjangan saja, Oktober. Besok akan ada pembinaan dari kantor wilayah atasan. Hal ini masih menjadi momok walau sudah dipersiapkan beberapa hari yang lalu. Ah, sungguh betapa bertubi-tubinya urusan yang urung jua belum terselesaikan, sementara sisa waktu terasa menyempit, hingga konsekuensinya harus ada dicari waktu tambahan hingga dini hari untuk menyelesaikannya semampu mungkin…

2 – 4 Oktober 2012, “Pembinaan untuk Kedua Kalinya dan Kesalahan yang Ditemukan Lagi”

Semua susah payah pemberesan pekerjaan akhirnya akan dinilai juga. Tim penilai pembinaan dari kantor wilayah sudah datang dan seperti biasa mereka meminta dokumen-dokumen yang menjadi keseharianku dalam pengurusannya sehubungan dengan tugas dan fungsiku, Oktober. Semoga saja tak ada permasalahan yang muncul dari kesalahanku dalam bekerja pada penilaian ini.

Hingga kemudian seiring proses penilaian ini berlangsung, bukannya mereka (tim penilai)lah yang menemukan kesalahan pekerjaan, melainkan aku sendirilah yang menemukannya. Kesalahan ini tidak pada objek dokumen yang tengah diperiksa oleh tim, melainkan ini terjadi pada dokumen lainnya yang belum menjadi objek penilaian karena menjadi pemeriksaan pada periode selanjutnya. Ah, sungguh terasa beban itu, Oktober. Betapa sesal dan kecewanya aku kembali menemukan kesalahan atas pekerjaanku sendiri. Menjadi sebuah pertanyaan yang terus mengusikku kemudian, apa memang aku ini tak pernah dapat belajar dari pengalaman kesalahan-kesalahan sebelumnya ya?

Namun, aku tak boleh larut dalam kekecewaan atas kesalahan ini, aku harus melihat ke depan, Oktober. Kesalahan ini harus diperbaiki segera dan beruntungnya pula kesalahan ini masih dapat diperbaiki dengan langkah yang sederhana. Sedangkan untuk hasil penilaian dan pemeriksaan pembinaan sendiri, tidak terlalu materiil ketidaktepatan yang ditemukan. Hanya sekadar format yang harus disesuaikan dengan peraturan pada satu dokumen, tidak bermasalah pada unsur substansinya.

8 Oktober 2012, “Bujukan dan Tuduhan Si Penghutang”

Hingga sekarang aku masih tak bisa memahami, Oktober, bagaimana ada beberapa orang yang memaksakan pengeluaran atas biaya kehidupannya melebihi dari pemasukan yang mereka dapatkan dari penghasilan mereka, hingga kemudian terpaksalah mereka mencari jalan pintas untuk memenuhinya, yaitu dengan berhutang.

Hutang, entah ketika terbersit kata ini di benakku, maka yang kemudian muncul adalah gambaran akan kesulitan, kerumitan, dan runtutan domino permasalahan yang bisa beruntut terjadi. Ya memang tak bisa dipungkiri, berhutang menjadi salah satu solusi yang bisa diambil untuk meregangkan kesulitan malah bagi mereka yang berhutang atau setidaknya menjadikan peralihan penangguhan pembiayaan di kemudian hari. Tidak apa-apa kalau memang harus berhutang jika ini menjadi solusi yang lebih realistis untuk masalah keuangan karena hutang bukanlah hal yang menjadi terlarang sebenarnya. Namun, jika kemudian berhutang sudah menjadi kebiasaan, bagaimana akan hal itu, Oktober?

Dialah Si Penghutang contoh nyatanya. Pada catatanku, sudah ada rentetan hutang pada pihak ketiga yang harus ia lunasi melalui pelunasan denganku. Entah ia seakan lupa atau memang menyengaja mengabaikan daftar hutangnya itu, pada suatu hari ia dengan percaya diri mengajukan permohonan untuk berhutang lagi kepada pihak lainnya melalui persetujuan dan data dariku.

Sungguh terlalu bukan, Oktober? Aku tak habis pikir dengan Si Penghutang ini. Dari manakah lagi potongan penghasilan yang bisa kutarik untuk melunasi hutangnya jika ia terus saja menambah hutang. Hal inilah yang menjadikanku begitu enggan memberikan persetujuan dan data untuk permohonan hutangnya yang baru itu. Namun, lihatlah usahanya, Oktober, betapa gigihnya ia berjuang untuk hutang yang sebenarnya kulihat tak sebegitu penting, tetapi jumlahnya sedemikian besar. Ia membujukku dan aku pun terpaksa memberikan data. Namun, tentu tak bisa semudah itu, aku berikan keterangan akan hutang-hutang yang sudah berjalan dan persyaratan untuknya.

Tak cukup sampai di situ, permasalahan dengan Si Penghutang itu, Oktober. Oleh karena suatu hari pihak ketiga pemberi hutang pernah meminta konfirmasi padaku dan kujawab seadanya berdasar data yang ada, tiba-tiba si Penghutang menghampiriku dan menunjukkan gurat kekecewaan sembari menyampaikan berita tak menyenangkan kepadaku, Oktober. Dia bercerita, yang kemudian aku sadari bahwa ini menjadi suatu tuduhan darinya, bahwa aku memberikan data fiktif kepada pihak ketiga pemberi hutang sehingga mereka tak mau menyalurkan pinjaman kepadanya.

Ya memang kuakui ada kesalahpahaman yang terjadi karena ternyata akan ada pengalihan hutang sehingga data yang kuberikan masih belum lengkap ke pihak ketiga. Namun, sudah terasa sakit di dalam hati ini saat tersirat ada tuduhan bahwa aku menghalanginya untuk berhutang dengan memberikan data yang salah. Padahal bukankah ia baru menjelaskan pengalihan hutang belakangan waktu ini.

Hutang telah menjadikan si Penghutang ini begitu gampang menuduh dan jelas semakin terasa bagiku bahwa hutang itu semakin membuat sulit akan segala hal yang terkait dengannya…

16 Oktober 2012, “Menjadi Pengganti Sebelum Pergi”

Hanya tinggal hitungan hari lagi aku akan rehat dari pekerjaan yang semakin lama semakin mengabur hasrat dan semangat akannya ini. Ah, betapa hari-hari ingin terasa berlalu dengan cepat agar tiba kemudian kesempatan berharga untuk itu. Namun, perjalanan menuju rehat yang demikian ini ternyata tak bisa semulus yang diduga. Mendadak ada kabar bahwa seorang rekan kerja senior harus terlebih dahulu rehat karena kepentingan keluarganya. Lalu, kepada siapakah pekerjaan rekan tersebut beralih sementara waktu ia tidak bekerja? Akulah yang kemudian ditunjuk untuk menggantikannya.

Pekerjaan yang diampu oleh beliau ini bukanlah pekerjaan yang ringan. Jadilah dengan urusan keuangan yang tiada henti ada saja yang harus diurusi ditambah pula dengan pengalihan pekerjaan ini, terasa semakin rumit pekerjaan yang kulakukan, Oktober. Tohokan semacam ini adalah tantangan dan pembelajaran baru bagiku. Kusadari bahwa masih banyak hal yang kurang dari wawasan dan pengalaman kerjaku, sehingga pengalihan pekerjaan ini memberikan efek positif untuk hal itu.

17 – 19  Oktober 2012, “Sungguh Betapa Berharganya Air Itu”

Air itu begitu berharga jika kau sangat sulit untuk mendapatinya, Oktober. Tohokan permasalahan ini yang baru kali ini kualami tentang masalah perairan. Memang sudah lazim untuk diketahui sebelumnya bahwa perairan di kota kecil ini masih sering tersendat, sehingga tak setiap waktu air lancar mengalir. Namun, bagaimana halnya jika saluran perairan terhambat dan tak bisa mengalirkan air selama berhari-hari? Jika hanya setengah hari, ini sudah biasa. Namun, kabar yang tersiar karena hambatan ini mengakibatkan akan ada pemutusan aliran air selama 5 hari.

Apa yang harus dilakukan kemudian? Lihatlah kemudian, Oktober, kau mendapati berbondong-bondongnya orang mencari air entah dari sungai, laut, atau depot pengisian air. Tak hanya itu, dicari dan disedot pula sumber air dari dalam tanah. Ada juga yang menanti-nanti hujan dan segera menampung airnya jika turun. Ah, sungguh terasa benar air ini seperti kebutuhan pokok yang harus dipenuhi dan susah payah semacam ini berakhir lebih cepat hanya sekitar 3 hari berlangsung. Sesaat sebelum aku meninggalkan kota kecil ini, aku dapati bahwa perairan sudah lancar kembali dan air dapat menghidupi kebutuhan manusia lagi.

20 – 27 Oktober 2012, “Sejenak Berhari Raya dengan Keluarga”

Kerumitan pekerjaan karena ada tambahan pengalihan tugas dan kesulitan masalah perairan yang terjadi menjadikanku semakin mantap untuk pergi dari kota kecil ini untuk sejenak. Semua persiapan untuk pulang sudah dilakukan dan ya keinginan begitu menggebu untuk rehat sejenak dan dapat melepaskan diri dari kesulitan-kesulitan semacam ini.

Maka, pulanglah aku kembali ke kota lahir dengan harapan untuk dapat rehat sejenak dan juga merasakan momen berhari Raya dengan keluarga kembali. Hari-hariku terisi kembali oleh kebersamaan keluarga, tidak lagi didominasi oleh jam kerja ataupun kegalauan sendiri saat berada di rumah pada kota kecil itu. Walau badan terasa sedikit tidak enak karena efek berlanjut dari perjalanan, tetaplah hal ini tertutupi dengan kebahagiaan akan momen rehat seperti ini. Betapa sungguh diri sangat memerlukannya, Oktober…

28 Oktober 2012, “Sambutan Jakarta dan Kopdar Tak Terduga”

Waktu terasa cepat di kota lahir hingga kemudian mengantarkanku untuk harus kembali ke perantauan. Pada perjalanan kembali inilah, kusempatkan singgah di ibukota, tempatku dulu pernah beradu nasib. Kemegahan bangunan dan kesemrawutan kota metropolitan ini langsung tersaji di hadapanku saat pertama kali kusambanginya. Mengejutkannya pada kesempatan kali ini adalah aku mendapati pagelaran unik parade kirab budaya para pelajar dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda. Kemeriahan semacam ini seakan-akan terasa sambutan Jakarta untukku, Oktober.

Tak hanya kejutan itu saja yang Jakarta berikan. Ia juga memberikanku kesempatan untuk bertemu dengan sosok yang begitu aku ingin tahu untuk bertatap langsung. Selama ini perkenalan dan jalinan pertemanan yang terjadi di dunia maya telah menjadi nyata dengan bertemunya aku dengan orang yang bernama Romel Panarta ini. Tak ada rencana sebelumnya, tak ada niatan untuk bertemu sebelumnya, dan tak ada komunikasi terjalin sebelumnya. Semuanya terjadi begitu saja, kami bertemu begitu saja, tanpa terduga. Sungguh kejutan yang menyenangkan…

30 Oktober 2012, “Peringatan Hari Oeang ke-66”

Enam puluh enam tahun yang silam terbitlah uang kertas pertama resmi dari Pemerintah Republik Indonesia sebagai alat pembayaran yang sah bernama Oeang Repoeblik Indonesia (ORI). Momentum ini menjadi tonggak penting dan bersejarah pada keuangan negara, sehingga kemudian diperingati tiap tahunnya sebagai Hari Oeang dan selebrasi dirgahayu oleh Kementerian Keuangan.

Dalam rangka memperingati Hari Oeang inilah, setiap kantor Kementerian Keuangan diminta untuk mengadakan kegiatan selebrasi dalam berbagai bentuk perayaan. Kantor memilih untuk mengadakan upacara peringatan sebagaimana tatanan baku dan seusainya upacara diadakan makan-makan bersama berupa nasi tumpeng kuning untuk merayakannya. Tugasku pada kegiatan selebrasi ini cukup sederhana dan dapat kunikmati pekerjaannya, mengambil jepretan foto-foto kegiatan untuk dikenang…

31 Oktober 2012, “Memandu Berjalannya Suatu Acara”

Setelah bertugas menjadi fotografer pada kegiatan selebrasi Hari Oeang, kantor menugaskanku untuk menjadi pemandu acara sekaligus moderator untuk kegiatan sosialisasi kepada mitra kerja kantor. Baru pertama kalinya aku diberikan tugas semacam ini dan jujur masih terasa kegugupan dalam menjalaninya. Walau sempat salah-salah dan beberapa kekurangan terjadi, secara garis besar acara sosialisasi ini berjalan lancar. Pengalaman pertama senantiasa menjadi pengalaman berharga untuk dijadikan pembelajaran untuk pengalaman hal serupa selanjutnya. Semoga saja di kesempatan selanjutnya aku dapat menjalankan tugas ini lebih baik dan lancar lagi…

***

Ternyata melalui reka ulang memori akan setiap tohokan yang kauberikan saat kaubersamaku, memang benar terasa sekali bahwa tohokan itu bukanlah hal yang acapkali mesti memberi perih dan menyakitkan, Oktober. Kau beri aku pemahaman baru akan tohokan peristiwa yang terjadi pada momen kehidupan ini. Sakit memang rasanya ditohok secara tiba-tiba atau tak terduga sebelumnya, namun sakit itu perlu segera untuk diobati kemudian agar menjadikan semangat baru lahir dari bekas tohokan itu.

Begitulah, Oktober… Tohokan yang kauberi ini justru sangat berharga bagiku. Aku tak akan menjadikannya suatu alasan untuk membencimu, malah semakin menjadikanku semakin menghormatimu karena seakan kau kini menjadi guru bagiku… Terima kasih, Oktober…

Painan, 20 November 2012, 23.25

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s