project: journal journey

Journey Journal Project… Inilah suatu konsep kegiatan yang belakangan ini cukup mengusik pikiran saya. Begitu banyak ide bertebaran dan hal ini itu terlintas dalam pikiran mengenai segala sesuatu tentangnya dan kemudian tergagaslah dengan konkretnya nama yang pas untuk kegiatan ini. Latar belakangnya kenapa hal ini cukup membuat saya terus terpikir olehnya adalah begitu banyaknya perjalanan dalam kehidupan saya yang sekarang ini ternyata terbengkalai begitu saja tak terdokumentasi dengan baik dan cantik sehingga dapat terus berkenang dan layak untuk dibagi kepada khalayak luas.

Ya, perjalanan yang telah berlalu itu terlalu amat sayang untuk dapat dilupakan begitu saja. Kemampuan memori ingatan terkadang juga masih belum dapat diandalkan untuk mengingat kesan-kesan dari setiap perjalanan. Detail kisah yang mengantarkan kembali suasana serupa yang dulu pernah terasa saat menempuh suatu perjalanan akan terbawa kembali jika ada suatu tulisan penggugah untuk mengingatnya. Maka, jelasnya sudah menjadi suatu kewajiban mutlak jika seusainya perjalanan istimewa yang telah dijalani haruslah direkam dalam sebentuk jurnal kisah yang diharapkan akan mengantarkan kembali nuansa perjalanan itu. Kisah perjalanan yang telah jadi itu tentu akan menjadi bagian dari sejarah yang terus membekas dan mewujud nyata dalam suatu bentuk konkret yang bisa diulas kembali kapan pun itu. Jadi, tak pelak lagi, suatu perjalanan yang sudah ditempuh itu haruslah ada suatu jurnal yang mengiringi.

Ya, mungkin saja sebelum-sebelumnya sebenarnya sudah ada semacam jurnal yang telah dibuat untuk mengabadikan kesan perjalanan yang begitu membekas. Akan tetapi, jika ditilik kembali tulisan-tulisan itu, apakah dapat memberi kesan mengantarkan nuansa serupa yang diperoleh kembali sama seperti saat menempuh perjalanan dulu? Ah, inilah suatu bentuk kesalahan yang terjadi di masa yang telah lalu. Seusainya perjalanan dilaksanakan, maka jurnal yang dibuat untuk mengabadikannya barulah sebatas paparan kronologis dari apa-apa yang sudah dilakukan selama perjalanan. Bagaimanakah tentang gambaran nuansa perasaan yang dialami saat perjalanan itu? Dapatkah tulisan sesederhana macam itu mengantarkan kembali hal tersebut?

Ya, seharusnya jika maksud dan tujuan utama dari disusunnya jurnal itu adalah untuk dapat memberikan gambaran kesan kembali akan ketertakjuban diri yang dialami sepanjang perjalanan, paparan sesederhana seperti itu tidaklah cukup. Cerita perjalanan yang menjadi bagian dari sejarah kehidupan yang begitu luar biasa penuh berkah tidaklah dapat digambarkan dengan alur kronologis saja, harus lebih dari itu. Detail peristiwa, pemilihan kosakata yang tepat, keseriusan dalam menggali kesan perjalanan, dan semacamnya sangat diperlukan untuk membawa kembali nuansa perjalanan yang hendak ditorehkan dalam sejarah kehidupan.

Ya, inilah kesalahan yang telah terjadi dan ternyata begitu banyak perjalanan yang telah berlalu sehingga susah rasanya untuk mengenang kembali apa yang dulu dialami dalam suatu perjalanan. Namun, haruskah berpangku tangan atas kondisi ini dan kemudian membiarkan semakin lama semakin tergerus memori indah akan suatu perjalanan itu tanpa suatu jurnal pengingat untuknya? Maka, memang dibutuhkan suatu keseriusan dan bukanlah sekadar keisengan belaka untuk dapat menyajikan suatu jurnal pengingat setiap memori perjalanan. Perlu memungut kembali pecahan-pecahan memori dan kesan yang dulu pernah terasa dalam perjalanan dan ya perlu ada kesungguhan tentunya untuk menampung kesemuanya itu dalam sebentuk jurnal.

Ya, oleh karena itulah kemudian tergagaslah kegiatan ini. Kalau memang menganggap sejarah kehidupan itu sangatlah amat berharga, maka seberat apa pun untuk dapat mengingat penggalan-penggalan kisah dalam perjalanan haruslah ditempuh. Toh, jejak-jejak perjalanan itu masih tercecer di sekitar. Foto-foto yang memberikan gambaran suasana masih ada, tulisan-tulisan yang barulah sebatas paparan kronologis pun juga dapat bermanfaat karena bisa dianggap sebagai bahan baku yang belum mengalami proses lebih lanjut untuk diolah menjadi jurnal cerita yang lebih menyentuh. Ya, untuk kegiatan ini, sudah ada sarananya, tinggal mempertegas kembali keinginan itu dan terus berkomitmen untuk menjalaninya.

Ya, tak hanya sekadar untuk mengabadikan perjalanan itu dalam suatu cerita yang dapat menggugah kembali nuansa kesan yang pernah dialami, tetapi ada visi besar juga terkandung dalam kegiatan ini. Jadikan jurnal yang telah disusun bukanlah sekadar untuk konsumsi pribadi semata. Jadikan jurnal perjalanan fantastis yang pernah dialami ini dapat terasa juga oleh orang lain yang membacanya. Bagikan nuansa-nuansa dan kesan mendalam yang dialami selama perjalanan. Kesan perjalanan itu tak seharusnya menjadi monopoli yang begitu naif dan egois untuk dinikmati sendiri. Berbagi adalah suatu konsep mulia dan jelas begitu banyak manfaat yang dapat diambil darinya. Maka, berbagilah melalui cerita yang menggugah dan berkesan!

Ya, perlu belajar benar memang. Menuliskan jurnal ulasan ulang tentang perjalanan yang pernah ditempuh dengan bumbu-bumbu kesan yang didapat tentu bukanlah hal yang mudah untuk dijalani. Kehidupan sendiri adalah suatu proses pembelajaran. Maka, kegiatan ini pun hakikatnya adalah suatu pembelajaran. Tentu dengan konsep yang matang, rencana yang baik, dan komitmen yang penuh, insya Allah semuanya akan berjalan dengan lancar. Kegiatan ini tak hanya menghasilkan sejarah kehidupan yang berkenang, tetapi juga pendewasaan diri yang lebih matang.

Maka, tuliskanlah kembali perjalananmu dengan segenap perasaan yang telah mewarnaimu dulu itu… Bawakanlah kembali nuansa-nuansa yang hendak terus kaukenang dalam setiap perjalanan yang telah dilalui… Aturkanlah kembali segala keterceceran penggalan memori dalam sebentuk kisah apik yang tak akan lekang oleh waktu…

Journey Journal… It’s not just about what you’ve done in your journey, but more onto the description that bring back the nuance you’ve felt in your journey…

Painan, 24 Februari 2013, 23.01

*inspired from a beginning reading section of “Travel Write” book written by Yudasmoro*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s