prelude: membencimu, tetapi merindumu

Membenci Jakarta sebagai Ibukota itu cukup mudah. Bahkan, bisa jadi hanya sejenak berada di sana, Anda akan dapat merasakan sekelebat rasa benci merasuki diri Anda. Bagaimana tidak? Kota megapolitan ini sungguh begitu hiruk pikuk dijejali dengan berbagai macam keramaian dan kesemrawutan. Kota ini telah berkembang begitu pesat, sayangnya tak diimbangi dengan pola dan keteraturan yang harmonis untuk dapat merasakan kedamaian di sana.

Namun, bukan berarti Jakarta pantas dilabeli sebagai kota yang paling dibenci, ada sisi-sisi yang bila ditelusuri lebih dalam lagi ternyata memberikan secercah rasa rindu untuk kembali mengunjunginya. Saya mengalami hal yang demikian. Bayangan akan kesemrawutan dan ketidakteraturan yang sudah pernah saya rasakan terkadang hilang begitu saja dengan mengingat kembali memori momen-momen berkesan tentangnya.

Ah, Jakarta. Ibukota yang serba ada, lengkap memang apa yang disajikan olehnya. Kalau Anda menginginkan hal-hal duniawi dengan mudahnya akan Anda dapatkan di pelosok mana pun di sana. Kalau Anda menginginkan penyegar pelepas kepenatan rutinitas dengan berbagai macam opsi akan Anda dapatkan suasana baru itu. Kalau Anda ingin merasakan keberagaman kemajemukan yang begitu kaya akan Anda dapatkan fenomena-fenomena menarik yang patut untuk didokumentasikan.

Begitulah adanya dengan Ibukota ini. Ia memang begitu dibenci karena telah sering membuat ketidaknyamanan terasa. Namun, ia tetaplah memiliki pesonanya tersendiri yang menjadikannya dirindu karena terkadang tak ada satu pun kota lainnya yang sanggup menyaingi keberadaannya.

Iklan

2 thoughts on “prelude: membencimu, tetapi merindumu

    • huhuhu sehubungan dengan banjir posting, mohon maaf, mas… saking kalape ra tahu eksis, jadilah langsung serbu dan keenakan gitu hehehe…

      ceritane ya mungkin belum move on gitu ya kemaren2… setelah MP bener2 “coid” jadilah momen yang pas untuk move on lanjut lagi posting 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s