kejutan juni

Terasa begitu cepat sekali momen bersamamu, Juni. Sungguh kau dengan segala daya tarik dan keunikanmu yang sudah kukenal sebelumnya rupanya masih membuatku tak menyangka apa-apa yang akan terjadi kala kubersamamu.

kejutan juniJuni, kau benar-benar pandai membuatku terkejut. Kejutan yang kau berikan itu terasa bertubi-tubi di hadapanku dan membuatku semakin takjub dengan dirimu. Kau terus menerus berikan aku kejutan pada setiap momen bersamamu dan tentu hal inilah yang membuatmu spesial sebagaimana Februari dengan memorinya (Memori Februari), Maret dengan retasannya (Meretas Maret), April dengan kerikilnya (Kerikil April), dan Meiku tersayang (My May)…

2-3 Juni 2012, “Sisi Lain Kota Padang”

Awal mula kubertemu denganmu kembali, aku masih ingat akan kejutanmu yang pertama. Kau mengenalkan aku lebih dekat dengan Kota Padang, kota yang sudah kusinggahi kesekian kalinya. Kita mencoba bersama menelusuri sisi lain kota Padang yang sudah dari sejak dulu membuat penasaran dan belum sempat kita coba.

Maka, sungguh diriku benar-benar terkejut dengan pemandangan matahari terbenam di Ulak Karang, aktivitas masyarakat kota Padang di pagi hari di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol, menikmati air kelapa muda di Pantai Padang, dan bertambahnya koleksi Museum Adityawarman yang semakin memperkenalkan lebih dekat dengan budaya Ranah Minang.

Padang, walau belum sebegitunya istimewa di mata kita, tetapi bisa menjadi pelipur lara dari kesederhanaan dan keterbatasan Painan. Kejutan inilah yang menjadi suatu pembelajaran bagiku tentang itu.

6 Juni 2012, “Festival Langkisau: Lomba Tarian Minang”

Hanya setahun sekali diadakan perhelatan budaya yang kita tunggu-tunggu. Dan kala momen bersamamu, Juni, perhelatan yang bernama Festival Langkisau itu akhirnya datang jua. Kala pertama kalinya menyaksikannya, kita lihat bersama pagelaran tarian tradisional khas Ranah Minang. Para anak-anak muda dengan kostum adatnya dengan lincah beradu tari di pentas panggung utama. Nyanyian disertai bunyian alat musik pun menjadi pelengkap yang membuat kita semakin terpana akan betapa kayanya budaya negeri yang kita tinggali kini.

7 Juni 2012, “Sang Penghasut yang Membuat Geram”

Tak semua kejutan darimu adalah kejutan yang menyenangkan, Juni. Satu kejutan yang kusayangkan darimu adalah manakala kau beri kejutan padaku tentang Sang Penghasut. Ya, kali ini tanpa diduga-duga, Sang Penghasut mulai menembakkan sasarannya padaku dan jelas itu membuatku geram serta menguji benar kesabaranku akannya.

9 Juni 2012, “Perhelatan Akbar: Tour De Singkarak Etape VI Finish di Painan”

Tiada henti memang kau memberikanku kejutan, Juni. Kejutan yang benar-benar sangat mengenang bagiku adalah perhelatan akbar yang baru kali ini diadakan di kota kecil ini. Tour de Singkarak, suatu ajang kelas internasional bagi para pesepeda balap dunia untuk beradu dan juga promo wisata keindahan alam dari Ranah Minang ini. Painan sebagai salah satu kota penyelenggara yang baru di tahun ini berhasil menyulap kesederhanaannya menjadi hingar bingar kemeriahan suasana dengan tarian sambutan yang begitu atraktif dan sambutan masyarakat yang begitu massif pada ajang yang satu ini.

10 Juni 2012, “Festival Langkisau: Adu Selaju Sampan”

Festival Langkisau tidak hanya tentang lomba tarian, musik tradisional, pameran, atau lomba paralayang yang pernah kita dapati di tahun sebelumnya. Ada satu acara yang belum sempat kita saksikan dari perhelatan yang sama di tahun lalu. Acara itu adalah adu selaju sampan yang mana dua sampan beradu balap siapakah yang tercepat mengayuh hingga ke titik terakhir.

Dengan acara yang baru kita saksikan kali ini, kau berikan aku kejutan dengan serunya sorak sorai penonton menjagokan sampan yang beradu, kegesitan serta kekompakan pengayuh sampan untuk sampai hingga ke titik tujuan, dan juga ekspresi lelah, puas, menang, kalah dari para pengayuh sesudah mereka tiba.

11 Juni 2012, “Festival Langkisau: Ramainya Pemilihan Uni-Uda Pessel”

Ahahaha yang sempat membuatku terkejut juga dengan Festival Langkisau pada tahun ini bersamamu adalah saat kita menyaksikan bersama Pemilihan Uni-Uda Pesisir Selatan. Yap, tak disangka-sangka, rupanya pada perhelatan tahunan ini diselenggarakan juga ajang pemilihan duta wisata untuk mempromosikan pariwisata Pesisir Selatan. Klise memang acara ini layaknya pemilihan duta wisata di daerah lainnya, namun tetap ada kejutan tersendiri dengan tampilnya para peserta dengan busana khas tradisional Ranah Minang dan atraksi seni budaya pada selingan acara tersebut.

20 Juni 2012, “Setahun Sudah di Kota ini”

Bagaimana bisa aku melupakan kejutanmu di tahun yang dulu yang benar-benar menjadi sesuatu bagiku kala itu? Ya, setahun sudah memang sejak kejadian itu dan kini melalui tulisan Setahun Sudah, kukenang setiap penggalan memorimu bersamamu dulu, Juni..

24 Juni 2012, “Menikmati Medan, Kota Metropolitan”

Tak hanya tentang Sumatera Barat, kau berikan aku kejutan, Juni. Pada kesempatan pertama kalinya pula, kau berikan aku kejutan spesial dengan suatu tempat baru di Sumatera Utara, di kota Medan khususnya. Menyambangi kota ini untuk pertama kalinya jelas terasa spesial bagiku dan menyaksikan dengan mata sendiri akan ramainya aktivitas pagi di Lapangan Merdeka, pelajaran budaya di Museum Negeri Sumatera Utara, kemegahan Masjid Raya Al Mahsun dan Istana Maimun, keunikan Tjong A Fie Mansion sungguh menjadi memori yang tak akan terlupakan.

25-28 Juni 2012, “Mempelajari Ilmu Kebendaharaan Semakin Dalam”

Medan bukanlah tentang kesempatanku untuk dapat menikmati pesona kota yang satu ini saja. Di kota Medan inilah pula aku harus mengemban tugas belajar untuk lebih memahami mengenai profesi yang tengah kujalankan sebagai penjaga harta. Ya, proses belajar itu harus didalami dan semoga banyak pembelajaran bermanfaat yang kudapatkan agar semakin amanah aku dalam mengemban profesi yang berat ini.

29-30 Juni 2012, “Menginjakkan kaki di Bumi Aceh, Kota Langsa”

Apa yang terlintas darimu saat kau dengar tentang Bumi Aceh? Tentang Serambi Mekkah? Tentang Syar’iat Islam? Tentang usaha gerilya di masa lalu? Semua pertanyaan itu kemudian mendapatkan jawaban dengan nyata manakala kau berikan kejutan dengan kesempatan untuk melancong ke Kota Langsa di Bumi Aceh.

Empat jam perjalanan yang kita tempuh dari kota Medan menuju kota yang satu ini. Melewati perbatasan antarprovinsi dan jalanan yang mulus dengan beberapa pemandangan perkebunan kelapa sawit yang begitu mendominasi. Suatu perjalanan yang kita tempuh untuk penyambung silaturahmi, bertemu dengan kawan-kawan yang dulu pernah bersama dan juga untuk mengobati rasa penasaran akan seperti apakah bumi Aceh itu.

Kita dapati kemudian kota yang relatif lebih besar dan ramai dari Painan. Sempat membuatmu kikuk dan tercengang akan kota yang satu ini. Masjid-masjid yang besar dengan arsitekturnya yang khas membuat kita terkagum-kagum, bangunan-bangunannya yang menonjolkan lambang pintu aceh di mana-mana, nuansa rumah makan yang unik di tengah-tengah rapatnya hutan bakau, begitu luasnya terhampar perkebunan kelapa sawit, dan tentu kuliner khasnya mie aceh serta sate matang (lembu) sempat tercicip oleh lidah ini.

Langsa menjadi kota yang istimewa tidak hanya dengan serangkaian kejutan-kejutan yang kita alami bersama itu. Langsa menjadi istimewa karena adanya pertemuan dan suasana keakraban yang dulu pernah terasa…

***

Juni, begitulah kejutan demi kejutan kau berikan padaku. Kau menjadikan dirimu sendiri sungguh patut dikenang. Kuharap pada pertemuan selanjutnya dengan kau nantinya, kau berikanku kejutan-kejutan yang lebih menakjubkan lagi ya… C’est La Vie, June…

Painan, 8 Juli 2012, 20.45

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s