desember berdesir

Kudengar desiran kembali dari kehadiranmu, Desember… Kau selalu saja datang di akhir kesempatan, pada penghujung dari sekian banyak kawan yang bertemu dan bercerita bersama kisah-kisah unik mereka masing-masing. Kedatanganmu selalu kunanti karena cerita bersamamu bisa dibilang adalah “last but no least”… Terakhir, tetapi bukanlah yang tidak menarik sama sekali..

desember berdesirDesember… Desiran yang kudengar bersama kehadiranmu kali ini mengingatkanku akan betapa cerita-cerita kawan yang telah berlalu seperti Hari-hari di Januari, Memori Februari, Meretas Maret, Kerikil April, My May, Kejutan Juni, Lilitan Juli, Kusutnya Agustus, Sekaliber September, Tertohok Oktober, dan Fenomena November… Desiran itu membuatku begitu merasa lega, puas, dan sangat menyenangkan seperti desiran angin sepoi-sepoi yang menyejukkan… Tahun ini benar terasa istimewa bersama dirimu dan kawan-kawanmu itu.

Apa yang terjadi pada kesempatan bersamamu mendesirkan secara sekelebat dan serta merta dari keseluruhan cerita pada tahun yang istimewa ini. Sudah sepantasnya dirimu menjadi penghujung dari kisah bicara bulan ini. Kau desirkan warna warni kehidupan yang begitu berharga dan ya jika masih diberikan jua kesempatan menyambangimu lagi, kuharap dengan sangat agar kau menjadi lebih istimewa dari apa yang kita lewati di tahun ini. 2013 semoga menjadi lebih baik dari segala sisinya…

5 – 6 Desember 2012, “Menempuh Ujian (Seleksi DIV STAN)”

Bersama November sudah kuceritakan tentang kesempatan untuk belajar kembali. Ah, Desember, sungguh cepat rasanya waktu berlalu sejak awal pertama kali berita itu terdengar. Tiba-tiba saja kemudian ujian untuk kesempatan itu pun harus dijalani. Dua hari di awal kebersamaanku denganmu menjadi hari pembuktian apakah diriku pantas untuk diberikan kesempatan belajar kembali. Aku akui dengan jujur memang dengan terpukau dan terlenanya aku oleh kemalasan dan berdalih pada kesibukan rutinitasku, aku tak begitu siap menghadapi ujian itu. Desember, aku ingat betapa kau menasehatiku berulang kali untuk benar-benar mempersiapkan hajat yang satu ini. Kau bilang aku seakan-akan hanya bermodalkan angan-angan belaka tanpa memperjuangkannya sepenuh hati. Ya, seperti itulah menyedihkan diriku. Entah, keluguan macam apa yang kali ini ada pada diriku. Namun, ya tetap saja angan-angan itu ada hingga kini menunggu kabar hasil dari ujian itu. Semoga saja hasil terbaiklah yang terjadi padaku. Kuharap dengan sangat.

8 – 9 Desember 2012, “Kegiatan Kantor Bersama (Internalisasi SPAN)”

Di penghujung tahun kala tiba waktu bersamamu seperti ini sebenarnya merupakan waktu-waktu yang begitu sibuk dengan urusan hal ihwal pekerjaan. Kau menjadi saksi atas bagaimana kelakuanku yang serba runyam dengan bertubi-tubinya tugas demi tugas yang harus dikerjakan, Desember. Mulai dari hal pertama yang harus kuhadapi adalah persiapan kegiatan bersama pada tempatku bekerja. Para pimpinan menghendaki untuk mengadakan kegiatan berupa Internalisasi, Teambuilding, dan Motivasi tentang sistem baru yang sedang menjadi hangat-hangatnya dibicarakan, yakni Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN).

Kegiatan ini sungguh melelahkan karena diadakan di luar kota selama dua hari. Persiapan juga begitu singkat karena gagasan ini begitu cepat digelontorkan, disetujui, dan kemudian tak terasa sudah harus dilaksanakan. Kau juga tahu mau tak mau dengan posisiku seperti ini di tempatku bekerja, jelaslah pasti ikut serta dalam seluk beluk kegiatan ini.

Melelahkan memang, tetapi jika dipandang pada sudut pandang lain banyak manfaat yang bisa aku rasakan, Desember. Kegiatan ini menjadikanku lebih paham akan gambaran sistem baru yang sangat diidam-idamkan itu, memberikan motivasi dengan pikiran yang lebih jernih lagi pada sesi motivasinya, dan kesempatan untuk sejenak bergembira berlibur bersama di tempat rekreasi pada akhir rangkaian acara itu.

Tak sesal diri telah ikut serta dalam kegiatan ini dan mengikutinya. Walau sayang, setelah acara ini berakhir, ada beberapa orang di tempat bekerjaku ini sepertinya tak berubah secara signifikan. Materi-materi positif yang diberikan sepertinya cepat sekali dilupakan. Malah sempat terjadi pertikaian hal remeh temeh dan bisikan tak baik yang seharusnya tak perlu terjadi. Sayang sekali, Desember.

13 – 14 Desember 2012, “Mengajari Lebih Intensif (Aplikasi Perbendaharaan Baru)”

Kesibukan kedua yang kuhadapi selanjutnya adalah mengenai salah satu tugasku dalam mengajari para mitra kerja dalam mengoperasikan aplikasi perbendaharan. Tentang hal ini sebenarnya selalu saja terjadi manakala kisah bersamamu dimulai, Desember. Kau sudah memaklumi dengan kondisi aplikasi perbendaharaan yang berbasis tahunan itu pasti harus segera diganti atau diperbarui menyongsong masuknya tahun anggaran yang baru. Tugas rutinku ini rasanya mencapai klimaksnya. Karena dalam waktu yang singkat untuk seluruh mitra kerja diharuskan mampu memahami dan mengoperasikan aplikasi baru ini. Sosialisasi menjadi keharusan dan mengajari lebih intensif jelas diperlukan.

Tuntutannya tak sekadar mengajari saja sebenarnya, Desember. Proses ini bisa dibilang tak bisa sesegera itu untuk dijalani. Mulai dari awalnya dengan mengunduh komponen-komponen aplikasi baru itu, kemudian melakukan uji coba terlebih dahulu dengan mempelajari melalui manual dan berdiskusi dengan teman kerja. Barulah ketika aplikasi itu sudah dapat dikenali dengan baik, diundanglah para mitra kerja untuk sosialisasi aplikasi baru itu. Pada tahapan inilah, kerumitan pekerjaan sering terjadi. Berbagai macam masalah bisa terjadi karena banyak hal dan harus segera ditangani agar tidak menghambat proses perbendaharaan pada mitra kerja. Dalam dua hari kegiatan mengajar itu, sungguh, Desember, waktu bekerjaku didominasi oleh hal semacam ini.

Pada kegiatan ini jelas terasa kemudian, walau terasa pelik dalam menghadapi tugas ini, namun aku menikmatinya. Ya, pekerjaan ini sama rasanya seperti yang dulu. Menantang dan sangat membuka wawasan. Menjadikanku terbersit sekelebat seandainya pekerjaanku cukup seperti ini saja, meninggalkan tugas pokok yang semakin lama membuatku jenuh. Ah, andai saja itu terjadi seperti dulu kala…

17 Desember 2012, “Lembur Terparah karena Keteledoran (Tenggat Waktu Pengajuan SPM LS Terakhir)”

Dua kesibukan tadi belumlah berakhir jua, Desember. Masih ada banyak kesibukan lain yang terjadi saat bersamamu. Malah pada kesibukan yang ketiga ini bisa dikatakan sebagai klimaks dari kesemuanya itu. Kesibukan ketiga ini adalah tenggat waktu pengajuan terakhir dari dokumen perbendaharaan yang bernama Surat Perintah Membayar mekanisme Langsung (SPM LS). Di mana pun kantor cabang semacam tempat bekerjaku ini pasti mencapai kesibukan yang teramat sangat tentang hal ini.

Pola penyerapan anggaran sangatlah tak normal di penghujung tahun memang. Imbas dari hal ini adalah betapa pekerjaan semakin meningkat dan menggila rasa-rasanya. Para mitra kerja seperti tak habis-habisnya datang mengunjungi tempat kerjaku untuk mengurusi SPM LS pada batas waktu yang terakhir, bahkan hingga melewati batas jam kerja lazimnya, mereka masih bertahan di sana.

Ya bisa dibilang inilah yang menjadi tradisi yang masih belum bisa diubah. Dapat dimaklumi sebenarnya dan dari jauh-jauh hari hal semacam ini sudah dapat diprediksi akan terjadi. Tetapi, kali ini berbeda, Desember. Kali ini aku harus merasakan kepayahan dan kekonyolan atas apa yang aku lakukan pada momen yang penting ini. Aku berbuat kesalahan dan itu menjadikan proses pekerjaan menjadi terhambat dan terlambat diselesaikan. Aku yang mana kala waktu itu menjadi penanggung jawab aplikasi berbuat kecerobohan dengan mengoperasikan aplikasi terbaru sebelum waktunya. Aplikasi lama menjadi tak lancar berjalan sebagaimana mestinya dan aku baru menyadari kesalahanku setelah berkutit bergelut mencari apa penyebabnya. Ah, sungguh betapa rasanya konyol sekali mengingat apa yang terjadi hingga larut dini hari itu. Hal semacam ini menjadi benar-benar pembelajaran untukku, Desember.

18 Desember 2012, “Sendirian, Rehat, dan Reward Setelah Semalam”

Klimaks atas kesibukan itu telah terasa dan betapa sungguh dibutuhkannya rehat sejenak agar bisa melanjutkan aktivitas rutin keseharian dalam pekerjaan. Akan tetapi, sayangnya pada keesokan harinya aku harus mengemban tugas rangkap mengingat penanggung jawab utama atas sistem dan aplikasi di kantor adalah aku. Atasan juga sedang menjalankan dinas luar bersama senior yang tugasnya aku gantikan. Ah, terasa sekali kesendirian itu di hari setelah klimaks itu, terasa juga kelelahan kepayahan yang masih menempel sejak peristiwa semalam, Desember.

Sebelumnya begitu terbayang keluhan yang akan terasa oleh diri akibat kesendirian ini dan juga pekerjaan-pekerjaan yang akan menanti. Namun, ternyata sehari setelah klimaks kesibukan itu terjadi, nyatanya tak seburuk apa yang diduga. Hari itu relatif tenang dan tidak menyulitkan. Bahkan pun diri sempat mengunduh film yang sejak dari dulu ingin ditonton dan akhirnya seusainya kerja di hari itu dapat jua ditonton. Hahaha anggap saja ini semacam reward setelah semalam, Desember…

20 Desember 2012, “Anggaran Di Tahun yang Baru (Sosialisasi PMK Mekanisme Pembayaran APBN Terbaru dan Penyerahan DIPA TA 2013)”

Rehat yang dapat dinikmati hanyalah sejenak saja, Desember. Sungguh betapa dinamisnya ritme pekerjaan ini. Belum berselang klimaks kesibukan yang lalu, sekarang sudah mulai menggeliat lagi kesibukan-kesibukan lainnya. Kali ini, ada perhelatan bertajuk Sosialisasi PMK Mekanisme Pembayaran APBN Terbaru dan Penyerahan DIPA TA 2013. Acara ini merupakan kegiatan yang mesti dilaksanakan tiap menjelang tahun anggaran baru. Yang berbeda dari pelaksanaan kegiatan ini di tahun ini adalah tempat pelaksanaannya yang berada di aula kantor, tidak seperti tahun sebelumnya yang bertempat di Kantor Bupati. Hal ini karena efisiensi dana dan juga kemudahan penyelenggaraan. Selebihnya acara ini tidak berbeda dari kegiatan biasanya dan diriku juga seperti biasa menjadi juru foto untuk mendokumentasi setiap momen pada acara ini, Desember.

21 Desember 2012, “Kesalahan Sekian Kalinya (Ketidakcukupan Kas)”

Entahlah kenapa selalu saja terjadi ketidakberesan pekerjaan yang dari jauh-jauh hari sebenarnya sudah dapat ditebak akan terjadi. Ya, begitulah aku sekarang ini, Desember. Sangat jauh rasanya dari ideal rasanya apa yang telah kukerjakan. Kian lama kian terasa tak menyenangkan amanah yang ditugaskan kepadaku dan sepertinya ketidaksenangan ini kian lama kian menyebabkan banyak ketidakberesan terjadi.

Dan lagi, ketidakberesan itu ada, kesalahan kesekian kalinya terjadi. Akibat dari kurang pengawasan atas arus keluar masuk dana yang menjadi tanggung jawabku, pada satu titik saat diperiksa oleh atasan, aku dinyatakan kebobolan. Ternyata dana yang keluar untuk belanja sudah melebihi dari dana yang tersedia dan sisanya tak akan cukup untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran yang harus dibayar hingga akhir tahun ini.

Oh sungguh, Desember. Kamu tahu sekali apa yang kurasakan saat menyadari hal ini. Sangat amat tertohok diriku. Apalagi melihat kekecewaan dari atasan yang sudah tahu akan keteledoranku ini. Aku yang terlampau masih kalut atas kesalahan ini pun tak tahu harus berbuat apa, namun syukurnya walau ada kekecewaan dan kemarahan atasanku atas apa yang kuperbuat ini, dirinya memberikan arahan dan solusi atas masalah ini dan akhirnya dapat teratasi jua.

Entah kesalahan apa lagi yang akan terjadi jika kehampaan dalam menghayati amanah dan pekerjaan yang kuemban ini semakin mengabur…

22 – 25 Desember 2012, “Mengisi Libur yang Panjang”

Tibalah kemudian masa liburan akhir tahun, Desember. Kali ini tentu aku tidak bisa seenaknya berliburan pada masa-masa seperti ini mengingat kesalahan yang baru saja aku sadari. Akan tetapi, liburan kali ini kuharap menjadi momen penyegar atas segala kepenatan yang terasa belakangan ini. Aku butuh sekali berlibur dengan melakukan aktivitas yang ingin aku lakukan. Aku ingin jalan-jalan menikmati pemandangan, aku ingin menikmati waktu kesendirianku merenung, aku ingin memberesi hal-hal pribadiku yang belum sempat kuurusi dengan baik.

Namun aku tak bisa terlampau jauh pergi dari kota rantau ini. Banyak hal yang masih harus diberesi di kota ini. Maka, opsi yang ada untuk berlibur adalah menikmati momen-momen liburan yang tersedia di kota ini. Yah, walau bisa dibilang sudah sering diri ini berkelana dan menyusuri seluk beluk kota ini untuk dinikmati, tak ada salahnya untuk menikmatinya ulang. Siapa tahu ada hal yang berbeda.

Tempat favoritku di kota rantau ini ada beberapa dan aku kembali mengunjunginya pada kesempatan ini. Yang pertama adalah kanal sungai yang berada di kawasan perbukitan sebelah timur kota ini. Sungai alami ini airnya begitu jernih dan dangkal sehingga asyik rasanya untuk sekadar bermain air di sana. Kanal-kanal penahan banjir tampak baru saja dibangun di sana sehingga memperluas aliran sungai. Masyarakat sekitar sana sangat memanfaatkan aliran sungai ini untuk mandi, cuci, atau sekadar bermain seperti anak-anak kecil. Selain kejernihan dan kesegaran airnya, daerah ini juga menampilkan pemandangan menakjubkan dengan perbukitan nan hijau penuh pepohonan dan langit biru membentang seakan tanpa penghalang.

Yang kedua berada di kawasan selatan. Lokasinya terletak di pinggir jalan lalu lintas menuju arah kota Bengkulu. Jalanan di sana merupakan jalanan yang berbatas langsung dengan laut dan pada beberapa lokasi terdapat bebatuan alami yang cocok untuk digunakan singgah sebentar menikmati pemandangan laut lepas. Kemudian ada juga bangunan shelter tsunami di kawasan utara yang memberikan pemandangan seluruh kota dari atas jarak pandang.

Carocok dan Langkisau yang sudah sedemikian terkenal dan melekat dengan identitas kota ini juga kukunjungi kembali. Kali ini untuk mengantarkan dan menemani tamu kenalan pegawai kantor. Tempat ini walau sudah sekian kali mengunjunginya, terasa olehku seperti baru pertama kali mengunjunginya dan ketakjuban itu selalu ada.

27 Desember 2012, “Kehebohan yang Sama Setiap Ada Kabar Mutasi Pegawai”

Mutasi pegawai itu selalu menghebohkan, Desember. Sebagaimana yang belakangan ini diisukan akan adanya mutasi, akhirnya saat kabar itu benar-benar terjadi, tetap saja kehebohan itu terasa. Padahal tak ada satu pun akhirnya yang pindah jua dari kantor ini. Pegawai atau pejabat yang dipindah masuk ke sini pun juga tak ada. Hahaha terasa lucu rasanya, sepertinya kantor di sini tak diperhitungkan dalam penentuan kebijakan mutasi di akhir tahun ini.

Padahal begitu banyak pegawai dan juga pejabat yang berharap dirinya akan dipindah dari tempat ini. Awal mula mengetahui kabar ini pun, aku terasa begitu sungkan mengabarkannya kepada para pejabat dan pegawai yang aku tahu mereka sangat berharap akan dipindah dengan mutasi kali ini. Namun, kabar ini pasti akan sampai kepada mereka dengan sendirinya karena kehebohan dan penasarannya semua orang akan nama-nama yang dipindah walau tak ada satu pun nama mereka muncul pada surat sakti itu.

28 Desember 2012, “Kehebohan yang Lain (Tunjangan Kinerja di Akhir Tahun)”

Kehebohan akan mutasi pada sehari sebelumnya masih belum reda sebenarnya, tetapi kemudian tiba-tiba dikejutkan oleh kehebohan lainnya. Kali ini ada kabar mengenai tunjangan kinerja yang baru pertama kali ini dibayarkan kepada seluruh pegawai. Tunjangan baru ini diberikan dengan berdasarkan penilaian kinerja pegawai pada tahun 2011. Ya, agak mengherankan sebenarnya, kenapa baru sekarang ini bisa dibayarkan tunjangan atas kinerja yang telah begitu lampau. Namun, keheranan ini tak begitu dipersoalkan oleh kebanyakan orang karena kabar akan kepastian tunjangan ini diberikan sudah menjadi angin yang begitu segar dan membahagiakan bagi mereka.

Bahagia memang dan sangat dinantikan jadinya tunjangan ini. Namun, bagi petugas administrasi tunjangan ini seperti aku, kabar ini tak terlalu membuat diri senang. Beban kerja jelasnya menjadi bertambah. Apalagi adanya keterdesakan waktu untuk siap mengurusinya. Belum lagi, ini adalah hal baru yang sebenarnya membutuhkan banyak penjelasan dalam teknis pembayaran dan pelaporannya. Para pegawai pun juga kadang mengganggu dengan menanyakan kapan tunjangan ini benar-benar sampai kepada mereka. Ah, begitulah memang konsekuensi atas tugasku ini, Desember.

29 – 30 Desember 2012, “Painan yang Mati dan Alami”

Akhir tahun pun semakin dekat dan peralihan ke tahun baru pun akan terjadi. Apa yang terjadi di kota rantau kecil ini di saat seperti ini? Menyedihkannya adalah semakin seringnya pemadaman listrik di sini. Pada masa akhir tahun ini yang sebenarnya begitu banyak hari libur menjadi suram karena terlampau seringnya pemadaman listrik yang menjadikan banyak aktivitas terhambat. Kebosanan dan kejenuhan pun menjadi kian bertambah dengan persoalan satu ini. Untung saja, kealamian kota ini menjadi penawar sesaat atas pahitnya realitas ini. Berkelana dengan sepeda kesayangan mengunjungi tempat-tempat favorit sejenak menjadikan diri tak terlampau mempersoalkan pemadaman listrik yang sebenarnya sudah lazim terjadi, tetapi belakangan ini sayangnya menjadi kian parah.

31 Desember 2012, “Padang, Kota Pelarian”

Persoalan pemadaman listrik nyatanya kemudian semakin membuat diri tak betah berada di kota rantau ini. Berkeliling dan singgah ke tempat favorit di kota ini juga tidak mampu sepenuhnya menetralisasi kedongkolan atas masalah ini. Sangat ingin lari dan lepas dari realita kota ini rasanya. Diambillah keputusan untuk pergi meninggalkannya dan mengunjungi kota lainnya yang lebih manusiawi untuk dihuni sementara waktu. Ibukota provinsi tentunya memberikan banyak kesempatan untuk beraktivitas tanpa kendala persoalan listrik semacam ini di saat liburan.

Padang menjadi kota pelarian. Walau sebenarnya tak begitu berkesan apa yang diri lakukan di sana. Hanya sekadar berkunjung ke tempat favorit di sana, toko buku dan juga mencoba macam-macam kuliner. Kota ini menyajikan sarana yang lebih lengkap daripada kota rantau yang memang kondisinya serba terbatas…

***

Akhir tahun pun telah berlalu. Tahun yang baru kini sedang menjalankan roda-roda waktunya. Inilah kisah bicara bulan yang terakhir di tahun yang istimewa ini. Desiranmu, Desember, selalu saja memberikan sekelebat ringkasan kisah-kisah bersama kawan-kawanmu yang mempunyai keunikannya masing-masing.

Kini kisah bicara bulan harus dimulai lagi dengan babak dan giliran yang baru. Desember dan kawan-kawan bulan yang unik, terima kasih telah menemaniku untuk mengenang setiap momen kehidupan yang penuh warna ini. Semoga tahun baru ini akan menjadikan kisah-kisah yang lebih baik daripada apa yang telah kita lalui bersama…

Painan, 2 Februari 2013, 22.46

Iklan

2 thoughts on “desember berdesir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s