my may

Hai Meiku, apa kabar dirimu? Telah berlalu begitu saja momen bersamamu. Sampai-sampai aku hampir saja terlewat lupa untuk bercerita tentang aku dan kamu. Lupa itu harus kutepis kemudian karena kutahu kau adalah sesuatu yang istimewa untukku. Bukankah kau nyatanya adalah milikku, iya kan?

Hai Meiku, perkenankan diriku menyampaikan kisah-kisah yang ada di antara kita pada semua. Sebagaimana apa yang telah ada pada Memori Februari, Meretas Maret, dan jua Kerikil April…Kisah ini semoga menjadi semakin bukti yang nyata bahwa kau adalah milikku, Meiku…

5-6 Mei 2012, “Membantu Pelaksanaan Assessment Kantor Percontohan”

Meiku, kau tahu bahwa di tempat aku bekerja pada awal kujumpai dirimu, ada hajat besar yang tengah berlangsung. Hajat itu bernama Assessment Kantor Percontohan. Pada hajat ini sebagian besar rekan kerjaku diuji kelayakan dan kepantasannya untuk tipe kantor yang lebih baik lagi, yakni Kantor Percontohan. Ya, ini jelasnya memang menjadi tuntutan zaman, Meiku. Bahwa modernitas dan perkembangan organisasi itu mutlak keberadaannya, apalagi untuk pelayanan publik. Aku sendiri yang sebelumnya sudah lulus dari ujian semacam ini rasa-rasanya masih belum sebegitunya siap untuk perubahan yang akan ada. Akan tetapi, sekali lagi, Meiku, inilah tuntutan yang harus dilaksanakan. Perubahan adalah suatu keniscayaan…

7-9 Mei 2012, “Melihat Proses Deployment Jaringan Kantor yang Baru (SPAN)”

Tak hanya tentang hajatan Assessment Kantor Percontohan saja yang kau tahu ada di tempatku bekerja. Tak berselang lama dari hajat yang satu itu, tibalah waktunya untuk pemasangan infrastruktur sistem dan jaringan baru yang nantinya akan diterapkan di sana. Tuntutan zaman, ya sekali lagi hal inilah yang dapat kau bilang, Meiku. Organisasi tempatku bekerja ini sungguh begitu dinamis, perubahan demi perubahan silih berganti demi tercapainya tata kelola pelayanan publik yang lebih baik lagi. Bukankah itu memang apa yang diidam-idamkan banyak orang, iya kan, Meiku? Sistem baru yang bernama Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara (SPAN) sungguh begitu menyedot perhatian dan ekspektasi dari segenap praktisi yang berkecimpung erat kaitannya dengannya. Semoga saja memang apa yang disuguhkan oleh sistem ini nantinya mampu mengabulkan setiap ekspektasi yang ada, walau tak bisa dipungkiri sebetapa pun direncanakannya suatu sistem, ia pasti ada kelemahannya.

17-23 Mei 2012, “Menikmati Momen di Kota Lahir”

Ini jelas menjadi bagian utama dari kisah yang ada di antara aku dan kamu, Meiku. Keinginanku untuk mempunyai waktu rehat dari pekerjaan yang semakin terasa membelenggu itu akhirnya benar-benar tercapai. Sungguh sudah seharusnya rasa syukur terpanjat atas kesempatan yang seperti ini. Apalagi kau tahu, keistimewaanmu dengan adanya penanda usia inilah yang kucari dengan keberadaanku Di Kota Lahir Kini. Aku sangat menikmati momen-momen yang ada selama berada di sana, Meiku. Betapa tidak, bersama keluarga, berada di lingkungan yang kau akrabi, bergelut dengan memori yang dulu pernah ada, bukankah itu memang istimewa, iya kan, Meiku?

24 Mei 2012, “Memilih dan Mengisi Polling Preferensi Penempatan Mutasi”

Ketika harus memilih, itu merupakan momen yang sungguh berat rasanya, Meiku. Betapa terasa, hidup adalah siklus pilih memilih tiada henti. Kau tahu betapa aku penuh dengan kebimbangan dalam memutuskan hal yang terhitung penting ini, Meiku. Hal semacam preferensi penempatan mutasi tentunya bukanlah hal yang dapat dikesampingkan dan dianggap sebagai angin lalu belaka. Ini adalah hal yang menyangkut akan keinginan, impian, dan cita-cita, Meiku.

Kau tahu bagaimana kemudian aku menyikapinya. Dengan harapan yang membumbung tinggi, kuputuskan saja untuk memilih apa yang kuperkirakan sebagai terbaik bagiku. Sayang memang di kota lahir, tak ada cabang dari tempatku bekerja dan apa yang ada di sekitarnya ternyata mempunyai nilai yang begitu tinggi untuk dipilih. Orang bilang memang terlalu bermimpi jika kupilih tempat yang dekat dari kota lahir itu. Namun, biarlah orang bicara dan berkomentar. Karena kau tahu dengan amat sangat, betapa aku ingin lebih dekat dan nyaman berada di kota lahir. Keinginan inilah yang membuatku berani dan mantap untuk memutuskan.

Ya, semoga saja yang terbaik memang akan terjadi pada tempatku pindah nantinya. Indonesia jelasnya memang luas, Meiku. Dan di mana pun itu bukankah tempat yang berkah jika aku dapat menjadikannya suatu berkah dalam sudut pandangku, iya kan, Meiku?  Tak lupa tentunya harus kucamkan pada diri agar senantiasa melantunkan doa penempatan sepenuh hati. Semoga terkabulkan…

27 Mei 2012, “Menelusuri Kebersamaan Kembali di Puncak Langkisau”

Kau pun mengakui betapa indahnya kota yang kini kujejaki. Ia memang tak kalah pesonanya pula dengan kota lahir yang begitu kucintai, Meiku. Puncak Langkisau adalah suatu tempat di kota rantau ini yang masyhur namanya. Betapa tidak ia begitu masyhur, Meiku, karena ia menyuguhkan pemandangan tampak dari atas kota rantau ini begitu indahnya. Ia sajikan pula kombinasi rimbunnya hutan perbukitan, teduhnya langit yang begitu biru, dan terbentangnya lautan terhampar dari kejauhan. Tempat ini, walau sudah berapa kali kusambangi, tetap ia memancarkan pesonanya yang setiap kali menjadikanku serasa baru pertama kali menyambanginya. Bersama sosok rekan perjalanan yang begitu spesial (Bukan Travelmate Biasa), aku dapati kebersatuanku dengan alam yang semakin merasuk di hati. Sungguh ini ciptaan Yang Maha Kuasa yang tak dapat tertandingi…

28 Mei 2012, “Menyadari Inilah Saatnya untuk Memulai”

Meiku, kau jelas sangat tahu ada hal yang berubah dengan keberadaanmu bersamaku saat itu. Serangkaian peristiwa membuatku terhenyak dan tersadar bahwa ada sesuatu yang harus kumulai dari sekarang. Perjalanan hidup ini kita pahami bahwa terbagi pada tiap fasenya sendiri-sendiri. Fase demi fase tanpa terasa sudah diri lalui dan kemudian banyaklah sudah pengingat kepadaku untuk dapat melangkah lebih tinggi pada suatu fase. Fase ini adalah fase yang bukan main-main. Fase ini adalah suatu bentuk komitmen yang pertanggungjawaban sungguh luar biasa. Fase ini nantinya bila dapat kulewati dengan baik maka akan menjadikanku mampu melengkapi bagian kehidupan yang masih kurang.

Aku tahu betapa aku terlena dalam perjalanan hidup ini. Waktu terus berjalan bukan, Meiku. Dan untuk fase itulah, aku mau tak mau harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Semula aku kerap berdalih bahwa belum waktunya untuk itu. Jadilah kemudian aku merasa terlambat, tetapi ya jangan jadikan apa yang sudah terlambat menjadi kian terlambat lagi. Fase ini butuh persiapan yang begitu panjang, kau tahu itu, Meiku. Jelas sudah memang kalau tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi aku harus memulai?

31 Mei 2012, “Mengetahui Para Pengganti Pejabat Kantor”

Orang-orang yang hadir dalam kehidupan itu silih berganti rasanya, Meiku. Di tempatku bekerja di kota rantau ini, rasanya baru sebentar saja kukenal beberapa orang yang sama-sama bekerja denganku. Namun, suatu surat sakti menjadikan seseorang menjadi pindah dari satu kota ke kota lainnya. Tanggal 16 Mei 2012 yang lalu itulah surat sakti keluar. Dua orang yang aku kenal sebagai pejabat di tempatku bekerja akhirnya harus menempuh perjalanan baru di kota yang baru. Sayang memang, belum sempat terukir banyak kenangan bersama mereka.

Namun, dengan adanya yang hengkang dari tempat ini, ada pula yang kemudian mendatangi dan mengisi kekosongan jabatan. Dua orang baru inilah yang sepertinya akan memberi nuansa baru di tempatku bekerja. Orang baru dengan sikap, karakter, pemikiran yang baru pula. Tanggal 31 Mei 2012 menjadi tanggal pertama kalinya mereka bergabung pada tempatku bekerja. Semoga mereka adalah orang yang amanah dan menjadikan kantorku ini semakin baik ke depannya.

***

Meiku, itulah tadi sekelumit kisah yang kuutarakan dalam kenangan kebersamaanku bersamamu. Alangkah baiknya memang jikalau setiap jejak kehidupan ini dapat terekam pada memori yang lebih konkret. Aku menjadi tak mudah lupa akan cerita-cerita kita dan senantiasa terus teringat bahwa kau adalah benar-benar milikku, Mei…

Dedicated for you, My Lovely May…

Painan, 13 Juni 2012, 22.55

Iklan

10 thoughts on “my may

  1. mbak Ray
    perlahan2 dululah… makanya yang WP nih telat tuh rentetan posting ulangnya….
    ni biar kerasa nuansa baru gitu migrasinya pula hehehe

    *hihihi jupe ngomongnya gitu ya emange*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s