kerikil april

Ah, April, tiba-tiba saja kau lewat begitu saja. Lalu, lihatlah bekas-bekas perjalananmu itu telah memberikan sekian banyaknya kerikil-kerikil kecil yang berserakan. Kerikil seperti kesibukan, kepanikan, perjalanan, kematian, dan lain-lainnya itu menjadikanku memaksakan diri untuk memungutnya dan menyimpannya dalam simpanan memori. Sengaja kupaksakan agar bilamana kau lewat dan kembali lagi, maka kerikil-kerikil yang kau tinggalkan itu bisa menjadi pengingat bagi kita akan yang telah lalu…

Maka, apa yang telah kumemorikan pada Februari (Memori Februari) dan kuretas pada Maret (Meretas Maret), selanjutnya akan kukumpulkan pula kerikil-kerikil darimu, April…

4_april1 -5 April 2012, “Kerikil Kesibukan: Urusan Rutin Bulanan Keuangan”

Awal bulan sebagaimana yang sudah sering kuceritakan menjadi suatu kepenatan tersendiri karena begitu banyaknya beban kerja yang harus dilakukan. Urusan rutin bulanan keuangan ini masih belum membuatku terbiasa akannya. Masih perlu banyak belajar dan memahami peraturan yang terkait dengannya. Ah, apalagi dengan perjalanan dinas di akhir Maret lalu, waktu persiapan menjadi begitu sempit untuk menyiapkannya. Akan tetapi, berkat bantuan dari senior yang begitu baik dan mau membantu, semuanya dapat kulewati. Walau, mungkin tersisa kemudian kesalahan-kesalahan yang perlu aku perbaiki…

11 April 2012, “Kerikil Kepanikan: Gempa dan Sirine Tsunami”

Gempa sudah menjadi hal yang biasa kurasakan di sini. Akan tetapi, sirine tsunami? Hal inilah yang baru kali ini aku temui. Di suatu kota yang terletak di pesisir pantai barat Bumi Andalas ini, jelaslah ada kemungkinan yang begitu tak inginkan dengan yang namanya tsunami. Maka, aku mendapati begitu banyak orang yang mengalami kepanikan dan hingga kemudian kepanikan itu menjalar pada diriku dan kurasakan dengan sendirinya (Merasakan Kepanikan Itu). Sungguh terasa benar memang menjadi manusia itu tiada berdayanya dibandingkan dengan Kuasa Tuhan akan alam-Nya…

14 April 2012, “Kerikil Kantor Percontohan: Pembekalan Seleksi Assessment”

Hajatan yang bernama Kantor Percontohan pada tempat aku bekerja ini sungguh menyita perhatian dari seluruh pegawai. Hampir semuanya tampak begitu mempersiapkan diri agar dapat lulus dari seleksi ini dan juga dari pimpinan sendiri begitu ambisius menginginkan kelulusan seluruh pegawai. Aku, yang sudah lulus dari seleksi semacam ini dan diperkenankan untuk tidak mengikutinya lagi, tentu tidak merasa begitu perlu bersiap-siap akan hajatan ini. Walau begitu, dengan diikutkannya aku pada acara pembekalan seleksi menuju kantor percontohan itu, ya ada manfaatnya juga aku dapatkan. Penjelasan demi penjelasan mengenai kompetensi pegawai apa yang dibutuhkan untuk kantor percontohan menjadikanku semakin paham akan tuntutan adanya kantor percontohan ini untuk era modern pelayanan publik…

22 April 2012, “Kerikil Perjalanan I: Bukik Putuih-Sungai Nipah”

Salah satu rencana akhirnya terealisasi juga. Bersama rekan jalan-jalanku, akhirnya salah satu objek yang sangat membuat kami penasaran dapat disambangi pula. Ada daerah di selatan kota Painan yang berupa jalur jalan yang masih berupa tanah di antara perbukitan. Jalan tanah ini sepertinya sedang dibuat untuk dijadikan jalur alternatif dari Painan ke suatu daerah bernama Sungai Nipah. Maka, dengan berjalan kaki, jalanan mendaki, menurun, berkelok, sungguh menjadi kesan tersendiri. Apalagi di satu sisi saat mencapai posisi di atas bukit, dapat terlihat kota Painan begitu kecilnya di sebelah utara dan luasnya hamparan laut di sebelah selatan. Dan laut itulah yang menjadi muara dari perjalanan kali ini. Laut dengan nuansa birunya dipadu bersama putihnya pasir dan birunya langit. Ah, sungguh, pemandangan seperti apa yang telah tersaji dalam album Sungai Nipah, bila dilihat langsung akan membuat siapa pun terpesona…

24-26 April 2012, “Kerikil Kesalahan-kesalahan: Pembinaan Pemeriksaan dari Kanwil”

Pekerjaan yang telah kulakukan pada kurun waktu tertentu akan diperiksa oleh tim yang berwenang untuk melakukan itu. Tim itulah yang akhirnya datang juga dari Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sumatera Barat. Tim pembinaan ini ditugaskan untuk melakukan sampling pemeriksaan kepada KPPN apakah sudah bekerja sesuai dengan standar yang ditetapkan. Ah, sedari awal aku memang merasakan bakal ada kesalahan yang terkuak akan kekurangberesan aku dalam bekerja. Hingga kemudian terungkaplah bahwa ada kesalahan pengenaan perpajakan yang kurang tepat pada beberapa transaksi keuangan. Hal ini menunjukkan memang bahwa aku harus semakin berhati-hati dalam bekerja dan mengacu pada peraturan dan standar yang telah ditetapkan…

28 April 2012, “Kerikil Pertemuan: Tamu dari Solok”

Dulu pernah bersama pegawai sekantor, aku pergi mengunjungi unit vertikal instansi kami yang ada di Kota Solok, KPPN Solok, dalam rangka jalan-jalan dan silaturahim. Adanya kunjungan kami ini kemudian ditindaklanjuti dengan balasan berkunjung dari para pegawai KPPN Solok ke kota kami, Painan. Tentu sebagai pihak yang dikunjungi, kami menjamu tamu yang datang dari lintas kota itu. Tidak hanya itu saja, kami pandu pula menuju dua objek wisata yang terkenal di sini, yaitu Bukit Langkisau dan Pantai Carocok. Hanya dengan mengunjungi dua tempat ini saja, para tamu itu menilai bahwa kota ini memang indah. Sungguh merupakan sanjungan yang menjadikan kami berbangga dengan kota yang satu ini. Walau, kota Solok dulu sempat membuat kami iri dengan perkembangan kemajuan pembangunannya…

29 April 2012, “Kerikil Perjalanan II: Bungo Pasang-Tambang-Salido Kethek”

Tidak mau hanya berpuas diri dengan telah dicapainya tujuan jalan-jalan di Bukik Putuih-Sungai Nipah, aku dan rekan jalan-jalanku menetapkan kembali rencana jalan-jalan mengeksplorasi keindahan alam Pesisir Selatan ini. Jadilah kemudian, target kemudian ditentukan pada daerah Bungo Pasang, Tambang, Salido Kethek. Satu jalur di sebelah utara nagari Painan yang terbagi pada tiga area yang saling sambung menyambung. Pada tiap areanya itu, dapat ditemui ciri khasnya masing-masing. Bungo Pasang dengan sawah dan sungai-sungainya, Tambang dengan area pertambangan batu bara dan emasnya, dan Salido Kethek dengan aliran deras air sungainya dan pembangkit tenaga listrik. Semuanya telah tersaji dalam satu album berjudul Satu Jalur Tiga Area.

29 April 2012, ”Kerikil Kematian: Meninggalnya Salah Seorang Teman”

Namanya Fiqhi Dhiyaulhaq. Dia adalah seorang teman yang begitu banyak berinteraksi denganku semasa perkuliahan dulu. Bagaimana tidak? Dulu pada salah satu organisasi yang aku ikuti, sangkut-paut tupoksi keseharian antara bagian yang kuurusi dengannya adalah termasuk hal yang erat. Kemudian tidak hanya pada organisasi itu saja, saat aku menjadi pemangku amanah di suatu organisasi untuk spesialisasiku, maka dia mengemban amanah di organisasi serupa bernama spesialisasinya sendiri. Jelasnya begitu banyak koordinasi dan interaksi yang dulu pernah kami lewati. Di organisasi sajakah kami berinteraksi? Tidak, Allah memberikanku mengecap kenangan bersamanya walau sejenak untuk berada di satu naungan instansi yang sama, yakni Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Kesempatan itu memang hanya sejenak hingga kemudian dia harus menjalani proses penyembuhan untuk penyakit kanker paru-paru yang ia derita. Hingga kemudian, penyakit inilah yang menjadikan ia harus menjemput mautnya. Semoga kau damai berada di sisi-Nya dan menggapai Jannah-Nya, teman… Membaca kisah teman lainnya akan saat-saat menjelang mautmu membuatku begitu tersentuh.. Kau begitu damai dan melepas beban dunia dengan tuntas. Semoga husnul khotimah dirimu, teman…

30 April 2012, ”Kerikil Hari Lahir: Kakak yang Kini Bertambah Usia”

“Selamat hari lahir, mbak. Semoga kau menjadi istri yang sholehah dan ibu yang baik untuk anak-anakmu.” Kalimat itu saja yang saat itu mampu kuutarakan saat berteleponan denganmu di hari lahirmu, kakak. Sembari kemudian kita bertutur cerita seperti biasa, ah rasanya ingin sekali menghampirimu dan kemudian menyampaikan suatu hadiah untuk hari lahirmu itu. Namun, maaf teramat sekali, kau dan aku terpisah oleh jarak yang begitu membentang jauh. Semoga saja, dalam waktu dekat ini, kesempatan menjumpaimu lagi akan dapat kutunaikan beserta hadiah untukmu, mbakyuku tersayang, Sa’idah Hasan…

***

Begitulah akhirnya, kerikil-kerikil ini bisa kusimpan jua tentang apa yang telah kaulewatkan, April. Begitu banyak macamnya kerikil yang kau tinggalkan itu. Bilamana kau datang kembali di tahun depan, semoga saja saat itu pula kerikil-kerikil ini masih bersisa dan menceritakan kembali apa yang telah lalu…

Painan, 5 Mei 2012, 23.52

Iklan

2 thoughts on “kerikil april

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s